Oleh: triy | Februari 6, 2009

Akhirnya…Sembuh Juga. Amin….

Aku Hari Ini

Aku Hari Ini

Akhirnya… setelah dihajar demam selama beberapa hari ini. Hari ini aku mulai bisa menikmati kembali hidup yang indah. Luar Biasa…

Hm… sedang apa yah di sana. sudah beberapa hari aku tak pernah lagi bertemu dengannya. Padahal, dialah sebenarnya secara tak langsung yang telah berhasil mengobatiku. I misssss Uuu..

Meskipun cuaca hari ini masih juga tak bagus untuk kesehatan. namun, lumayan daripada yang kemarin. Paling nggak hari ini keceriaan mentari masih ternikmati olehku. senyuman burung-burung yang beterbangan telah memberikan secercah harapan untuk menikmati arti hidup.

Tapi, masih saja aku seperti yang kemarin. Yang masih belum bisa dewasa. masih butuh bimbingan, masih butuh belajar, masih butuh segalanya. Belajar, belajar dan terus belajar. bagaimana sih belajar menjadi seorang yang dewasa. yang mampu mengontrol emosi disaat murka menyapa. satu hal yang sampai saat ini aku masih mencari solusi dan kuncinya.

Aku masih belum apa-apa. aku masih sering terseret emosi yang kurang ajar. begitupun hari ini. ketika sebuah sms dari seorang kawan lama yang ada di seberang pulau sana mengirimkan pesan “mengejek”. kurang ajar batinku, sontak darah mudaku kembali berontak. emosi kembali tak bisa kukendalikan lagi.Tapi biarlah… biar semua itu terhapus oleh waktu.

Ups… sambil melanjutkan tulisan yang besok mau diterbitkan di media tempatku bekerja. aku mencoba menari-nari di dunia maya. melihat isu-isu menarik. dua diantaranya masalah pemekaran dan juga keinginan akan dipindahnya ibukota Jakarta. Dua masalah yang benar-benar hangat. Namun, aku lebih tertarik pada yang terakhir. Layakkah ibukota negara ini dipindah?

Kalau aku disuruh menjawab. aku menjawab Ya layak, bahkan lebih dari layak. dan menurutku, salah satu daerah di kalimanta layakn menjadi tempat itu. Terlepas dari bencana alam seperti banjir dan segalanya. aku melihat kepindahan itu hanya dari satu sisi. yakni masalah pemerataan. Ya… selama ini aku melihat Jakarta selalu menjadi pionir di segala bidang. Padahal, kita hidup dalam satu lingkaran cinta. cinta dalam persaudaraan. naif jika kekayaan negara ini hanya dinikmati segelintir daerah saja. kenapa kalimantan, ya…karena pulau ini menyimpan potensi luarbiasa. tak hanya dari segi material, tetapi juga budaya.

Yah, begitulah aku hari ini. yang masih sibuk dan terus belajar mengendalikan emosi. darah muda memang sangat sulit untuk didiamkan. sedikit saja terkena api, langsung membakar segalanya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: