Oleh: triy | Januari 28, 2009

Tak Seorangpun Mampu Menilai Arti Cinta

Aku Hari Ini

Aku Hari Ini

Seminggu terakhir ini Kota Medan kehadiran fenomena cinta, kesedihan dan surga. Pasalnya, dalam seminggu ini, dua bayi lahir dengan fisik yang diluar kebiasaan. Kembar siam. Sebuah peristiwa yang tentunya tak diharapkan oleh orang tua manapun. Ingin buah hatinya sehat dan cerdas.

Tetapi Allah kadang memberikan jalan lain setiap manusia. Semuanya akan kembali kepada-NYA. Menguji kebesaran cinta mahluknya. Itulah yang kutangkap saat aku membaca kembali tulisanku kemarin. Seorang bayi lahir dengan dua kepala menyatu dalam satu badan. Memilukan melihatnya, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa. Hanya ketabahan mungkin yang bisa aku berikan saran kepada kedua orang tuanya. Bagaimana menganggap dan memaknai cinta yang diberikan oleh-NYA.

Langit mendung kota Medan yang sejak pagi terus menggelayut di atas. Menyentak lamunanku tentang sebuah perasaan. Perasaan cinta yang hanya bisa dirasakan oleh setiap individu. Bagaimana jika Anda berada dalam posisi seperti kedua orang tua tersebut. Tegakah Anda. Apakah kita pernah berbuat salah. Tak ada yang bisa menjawabnya, selain diri sendiri.

Semua akan kembali pada cinta. Karena siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.

Begitupula denganku cinta, yang telah merasuki hatiku. Cinta yang universal, cinta yang mampu mengangkat yang lemah menjadi kuat. Cinta yang bisa menghadirkan sebuah kedamaian. Kedamaian yang terwujud dalam sebuah perasaan. Begitu berat memang menahan cinta. Begitu banyak godaan dan rintangan. Tetapi, cinta memang tak bisa dinilai. Hanya dapat dirasakan, melalui hati dan perasaan tentunya.Mungkinkah ia cintaku. Aku juga tak tahu….. Biarlah hati yang menjawabnya.

Iklan

Responses

  1. Hmmm, menarik sekali. Terima kasih kamu sudah berbagi informasi. Jika ingin tahu lebih banyak lagi tentang Cinta, silakan baca artikel Butir-Butir Cinta di blog saya. Salam kenal, sobat.

    Lex dePraxis
    Romantic Renaissance


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: