Oleh: triy | Januari 27, 2009

Tertawalah Sebelum Tertawa Itu Dilarang

Aku Hari Ini

Aku Hari Ini

Sudah berapa bulan ini aku tak lagi memiliki tanda pengenal. Hanya paspor lah identitas yang kumiliki saat ini. KTP dan SIM, bahkan kartu Pers pun mati semuanya. Tadi pagi dengan langkah malas kudekati kantor kelurahan tempat tinggalku. Untuk mengurus selembar KTP. Selembar kertas yang kadang sangat dibutuhkan. Meskipun selama lima tahun kegunaannnya tak lebih dari 5 %.

Ya 5%. Selebihnya, 95 % lagi hanya menjadi pajangan di dompetku. Setelah semuanya ku isi, kuserahkan kembali formulit itu kepada petugas kelurahan. Meski sebenarnya aku bisa mempermudah untuk mendapatkannya, namun aku tak mau. Aku juga ingin merasakan bagaimana rakyat bawah harus menunggu hingga berhari-hari untuk mendapatkannya.

Setelah selesai kutanya sang petugas itu, berapa lama selesainya. Tiga minggu katanya. Yah, aku ikuti saja prosedurnya. Iseng kulihat, seorang bapak yang keluar dari mobil mewah mendekati sang petugas, sambil bertanya. Kapan kira-kira siap, besok juga sudah siap Pak.

Mendengar hal itu, aku hanya bisa tertawa saja. Yah maklumlah, inilah kondisi bangsa kita. Mau bagaimana lagi. Aku juga nggak ingin mendesaknya. Waktu tiga minggu mungkin sudah menjadi sebuah waktu yang pas buatku untuk menunggunya.

Betul, tertawa ternyata bisa meredamkan emosi dan amarah yang sudah berada di ubun-ubun. Kulangkahkan kakiku keluar dari kantor lurah tersebut. Sambil tertawa aku terus berjalan menuju tempat parkiran dan kemudian meneruskan perjalananku ke kantor.

Ya, tertawa adalah simphoni kehidupan yang paling indah. Tertawa bukan hanya menyehatkan tubuh dan menyegarkan jiwa, tapi juga menggelorakan kehidupan di sekitar kita. Nikmatilah segala sesuatu, entah menyenangkan atau membosankan, dan tertawalah. Tertawa adalah hak istimewa yang hanya diberikan kepada manusia. Ketika kita tertawa, kita mengingatkan diri kita bahwa kita adalah manusia dan kita begitu berharga.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: