Oleh: triy | Januari 23, 2009

Saatnya “Balas Dendam” Sama Dosen Killer dan yang Paling Anda Benci

Saatnya balas Dendam dengan Dosen

Saatnya balas Dendam dengan Dosen

He…he… ayo siapa yang paling Anda benci saat kuliah. Tentu, dosen kan salah satunya. Tenang saja, kini Anda punya kesempatan untuk membalas dendam. Jika Anda dulu pernah kena hukum, atau apalah dengan dosen yang bersangkutan.

Selama ini dosenlah yang menilai prestasi mahasiswanya. Tapi dalam pelaksanaan sertifikasi dosen, mahasiswa juga turut menilai dosennya sekaligus turut menentukan kesejahteraan dosennya tersebut.

“Dalam penilaian portofolio, dosen yang disertifikasi akan dinilai 5 orang mahasiswa yang terdiri 3 orang yang sedang diajar dan 2 lagi yang pernah mendapatkan mata kuliah 1 tahun lalu dari dosen yang bersangkutan,” ujar Ketua Panitia sertifikasi dosen Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Selamat Triono Ahmad kepada Global, Rabu (21/1).

Dijelaskan Selamat, pemilihan terhadap kelima mahasiswa itu dilakukan secara tertutup dan acak oleh tim panitia sertifikasi. Sehingga setiap dosen tidak tahu, siapa saja mahasiswanya yang terlibat dalam proses penilaian itu. Sehingga bisa kemungkinan panitia memilih mahasiswa yang memang tidak senang terhadap dosen yang berangkutan.

“Bisa saja, ajang penilaian ini dijadikan mahasiswa sebagai aksi ‘balas dendam’ terhadap dosen yang “killer”, sehingga dosen tersebut gagal dalam mengikuti sertifikasi,” kata Selamat.

Menurut Selamat, sejak mahasiswa ikut menentukan nasib dosen ini, secara nasional banyak dosen yang gagal lulus sertifikasi. Tapi khusus untuk Sumatera itu jarang terjadi.

Bahkan dari 72 dosen Unimed yang disertifikasi, hanya 2 yang gagal, itupun bukan karena penilaian mahasiswa, tapi karena ketidaklengkapan berkas dosen dalam melakukan penilaian disripsi.

“Para dosen dapat menjadikan program sertifikasi ini sebagai ajang intropeksi diri untuk menjadi dosen yang profesional dan disegani mahasiswa tanpa harus menjadi dosen yang kejam /”killer”. Karena saat ini tidak hanya dosen yang dapat menekan mahasiswa dengan memberikan nilai buruk dalam setiap semesternya, tapi mahasiswa juga mampu menentukan kesejahteraan dosen dengan penilaian yang dilakukan,” ucap Selamat.

Hal yang sama juga disampaikan salah seorang dosen Unimed, Drs Bintoni Simanjuntak dari FMIPA. Menurutnya dilibatkannya mahasiswa untuk penilaian sertifikasi itu diakuinya menimbulkan kekhawatiran. Sebab tidak tertutup kemungkinan di antara mahasiswa ada yang ingin melampiaskan ketidaksukaannya terhadap dosen tertentu.

“Ke depannya, bagi para dosen terutama yang dinilai killer oleh mahasiswa, hendaknya lebih luwes dalam melakukan proses perkuliahan,” ujar Simanjuntak.

Selain penilaian dari 5 mahasiswa, panitia sertifikasi juga menilai portofolio dosen berdasarkan penilaian atasan, 3 orang teman sejawat, penilaian angka kredit point (PAK) terhadap jabatan akademis dan penilaian persepsi diri.

Untuk tahun 2008, kuota dosen yang disertifikasi se-Indonesia sebanyak 986 orang, 72 orang di antaranya dosen Unimed. Dari 72 dosen tersebut, 33 orang disertifikasi oleh tim asesor USU, 8 UNSRI dan 2 Universitas Negeri Padang (UNP).

“Dosen yang lulus sertifikasi itu akan dilaporkan oleh tim sertifikasi dosen Unimed ke Direktorat Pendidikan Tinggi Depdiknas untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi sebulan gaji pokoknya,” ucap Selamat. (Sumber:harian global)


Responses

  1. Bagus! Luar biasa!! Dengan cara ini bisa menjadi ajang introspeksi diri dari dosen yang seenaknya dan sok killer. Jadi, tidak hanya dosen saja yang bisa main-main dengan mahasiswanya. Mahasiswa juga bisa main-main dengan dosennya!! Dengan ini dosen seharusnya bisa memperlakukan mahasiswanya dengan normal dan semestinya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: