Oleh: triy | Januari 20, 2009

Ternyata, Aku Belum Dewasa…

Aku Hari Ini

Aku Hari Ini

Hidup adalah proses. Menjadi tua itu pasti, namun menjadi dewasa itu pilihan. Ada seorang kawan yang tadi sempat sms aku, apa sih sebenarnya arti dewasa itu try. Jujur, aku tidak bisa menjawabnya. Aku beralasan karena aku memang belum dewasa. Dikatakan anak-anak, aku juga tak mau. Jadi, ya diperalihan, jawabku.

Nah, kucoba untuk berpikir sejenak. Apakah seseorang yang umurnya sudah banyak dikatakan dewasa, atau juga karena pikirannya yang bijak, meski dia masih muda dikatakan dewasa. Aku jawab nggak. Bukan apa-apa, jika kedewasaan itu dikaitkan dengan mentalitas(psikologis). Aku yakin tak ada manusia yang dewasa.

Beberapa waktu lalu, ada teman cewek yang curhat tentang cowoknya ke aku. Karena sama-sama egois, menurutnya si cowok itu tidak dewasa. Yah usianya masih 17-an tahun, maklum anak-anak sekolah.

Kemudian, ketika mengikuti perkembangan sepakbola Indonesia, bentrok antar suporter, dikatakan lagi oleh pembesar-pembesar PSSI yang bangsat dan brengsek itu, jika suporter di Indonesia nggak dewasa.

Belum lagi mendengar berita dari tv kemarin, beberapa elit politik sudah perang duluan sebelum start kampanye. Nah, katanya juga nggak dewasa.

Dan ini yang terbaru, ketika pasukan Zionis Anjing itu menghancurkan Palestina. Dunia mengutuk, dan mengatakan bahwa Israel laknat itu nggak dewasa.

Lantas, aku berpikir sebenarnya apa arti dewasa itu. Karena, jika semua dikaitkan dengan mentalitas. Aku jujur, aku belum dewasa.

Nah, apakah jika harga diri sudah diinjak-injak dan kita berontak juga dikatakan nggak dewasa. Tidak, paling tidak itu menurutku. Bagiku orang-orang yang dewasa adalah, orang yang mampu bagaimana kita bisa mengatasi permasalahan dengan bijaksana. Tanpa ada sedikit pun emosi dalam diri.

Dan ternyata, aku belum mampu. Terkadang emosi masih labil. Masing sering pingin menang sendiri. Bingung juga bagaimana menyiasatinya. Begitu juga hari ini, rasa marah langsung meletup tatkala menerima sebuah kabar dari kawan lama yang membatalkan janji sepihak, tanpa ada alasan apapun.

Sulit memang untuk menjadi manusia yang dewasa. Dan setelah kulihat-lihat lagi, kunci untuk mendapatkan kedewasaan tak lain tak bukan adalah  keyakinan(kembali ke agama masing-masing). Ibarat sebuah peta yang dapat membimbing kita kemanapun pergi. Begitupun dengan keyakinan, itulah peta dalam mencari kedewasaan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: