Oleh: triy | Januari 19, 2009

Menguak Arti Sebuah Persahabatan : Aku Rindu….

Aku Hari Ini

Aku Hari Ini

Hanya sebulan saja waktu berganti bertambah satu tahun. Desember 2008 telah berubah menjadi Januari 2009. Belum genap setahun memang. Tapi, akhir-akhir ini aku selalu dihinggapi sebuah rasa rindu. Rindu pada seseorang yang telah memberiku berbagai inpirasi.

Aku mulai duduk tepat di depan kantorku. Kupandangi layar yang berhias wajah seseorang yang selama ini selalu mengisi hariku. Saat seperti ini benar-benar sepi. Tak ada orang yang bisa menghiburku. Rasa kantuk yang menyerangku sudah tak tertahankan lagi. Kucoba merebahkan diri di kursi, membuatku terlepas sebentar menghadapi hidup.

Di saat ku terbuai tidur. Sebuah mimpi menyentakkan tidurku. Mimpi yang beranjak dari sebuah kenyataan. Ketika itu, bersama dengannya. Kutelusuri jalanan di kawasan perguruan tinggi Al-Azhar Medan. Cuaca di Kota Medan yang hujan lebat menghentikan langkah untuk menuju ke suatu tempat, yang mana aku juga tak tahu akan kemana tujuanku tadi.

Makin lama hujan bukannya berhenti, namun bertambah derasnya. Suara gemuruh air sungai di sekitaran kawasan Simalingkar tiba-tiba meluap. Meluap dengan derasnya, membuat aku dan dia kebingungan. Termasuk juga masyarakat di sekitarnya. Tiba-tiba entah bagaimana aku tak berada di situ lagi. Aku berada di sebuah kawasan hutan yang tenang dan menyejukkan. Tapi, aku sendiri. Aku nggak tahu kemana si Dia.

Kucoba untuk memanggil-manggil namanya. Panggilan yang sangat jauh dengan nama dia sebenarnya. Tapi tak ada sahutan. Yang ada hanya suara-suara binatang kecil yang bernyanyi menemaniku. Aku berpikir sejenak. Seolah dunia itu hampa, tidak ada siapa-siapa. Aku benar-benar butuh dia, butuh seorang sahabat. Sahabat yang tak hanya bisa memberi kebahagiaan, tapi juga inspirasi dalam hidupku.

Assalamualaikum, aku datang. Sebuah suara membangunkan sekaligus menyadarkan ku dari mimpi yang menakutkan. Terpisah dengan seorang teman sejati. Kucoba untuk menenangkan diri, sambil membasuh muka. Aku pun duduk kembali di kursiku.

Mimpi ternyata telah menyadarkanku, betapa pentingnya arti seorang sahabat. Sambil broswing artikel, kucoba mencari sebuah makna yang membuatku masih penasaran dalam mimpiku tadi. Tulisan pendek dan dalam membuatku tersentak untuk terus menghayati.

“Jika suatu hari kita terdampar di pulau tak berpenghuni di mana hanya ada diri kita sendiri, kita akan tahu yang paling berharga dalam hidup ini bukan harta, tapi persahabatan dan orang-orang lain. Tanpa sahabat dan orang-orang lain, semua yang kita miliki – rumah dan mobil mewah, deposito, atau apapun juga – tak lebih dari sampah.”

Ya, begitulah bunyinya. Makna yang semakin membuatku rindu dengannya. Rindu saat bermain bersama dengannya. Rindu jalan dan pulang bersama dengannya. Kapan ya, bisa seperti dulu lagi. Mungkinkah itu bisa……


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: