Oleh: triy | Januari 18, 2009

Cinta oh Cinta…

Aku Hari Ini

Aku Hari Ini

Malam baru saja beranjak. Rasa capek setelah nonton bola bersama dengan kawan kemarin agak sedikit memengaruhi kondisiku. Tak ada lagi tempat yang nyaman, kecuali sebuah kasur dan bantal. Belum 15 menit terbuai mimpi, empat pesan sms masuk ke ponselku. Satu yang terakhir berhasil membangunkanku.

“Bg udah tidur belum. Ganggu nggak, sorry ya kalau ganggu……….,” tulis salah satu sms. Antara sadar dan nggak, karena terbuai dinginnya malam. Aku coba balas sms yang dikirimnya. Padahal, kelopak mataku mungkin hanya tinggal berapa watt saja.

Dering ponselku kembali bergetar. Ternyata pagi sudah menyapa. Panggilan masuk 4 kali dengan dua nomor yang berbeda menghiasi layar ponselku. Tapi aku tak terlalu menghiraukannya. Iseng kucoba membuka inbox pesan, untuk sekedar membaca sms malam tadi.

Agak terkejut juga dengan sms-sms semalam. “Bg, jangan kan mau nembak dia. Ketemu dia saja nggak berani. Rasanya deg-degan kalau sudah ketemu dia,” begitu bunyi smsnya. Ya dia adalah cewek yang mengaku sekolah swasta di Kisaran. Inisialnya AA, katanya sih dia lagi suka dengan cowok sebelah rumahnya. Tapi ia tak berani mengutarakannya, hanya berani berharap. Berharap untuk mendapat simpati.

Teringat pesan dari dokter psikologku, eka ryantika, anak psikolog USU 05. Kalau mau jadi psikolog kita harus detail bertanya padanya bang. Sama juga kalau jadi jurnalis. He….he…. tapi, cara pandangnya yang beda. Kalau psikolog lebih ke kondisi kejiwaannya.

Betul juga pikirku. Juniorku yang kujadikan psikolog pribadi ini memang cerdas. Ia tak hanya sekedar jadi psikolog, tapi juga pengantar ‘sapi’. He…he… ya, kalau aku mau titip sapi ke Malang.

Setelah baca-baca di inbox, kulihat kotak pesan keluar. Jawaban yang kuberikan padanya sih biasa saja. Cuma satu jawaban yang menurutku agak janggal, janggal karena emang aku balasnya antara sadar dan enggak.

“Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya,” begitu bunyi sms yang kukirim padanya.

Dalam hati aku sempat berpikir, kok bisa ya aku sms seperti itu. Padahal kan antara sadar dan tidak.

Cinta…..cinta….. kekuatan dahsyat yang bisa mengubah jalan hidup seseorang. Bisa merobohkan tembok besar dalam kehidupan manusia. Mampu meretakkan prinsip dan keyakinan hidup seseorang. Begitulah hebatnya sebuah kondisi yang bernama cinta. Oleh karena itu, jika kita benar-benar cinta sama seseorang. Lebih baik katakan, jangan lihat hasil akhir. Cinta sejati pasti tak akan pernah melukai orang yang merasakannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: