Oleh: triy | Januari 14, 2009

Sapi…….

Si mungil nan menggemaskan

Si mungil nan menggemaskan

Tak seperti biasa. Hari ini aku agak pagi masuk kantor. Kemarin malam sudah ada janji dengan narasumber untuk wawancara pagi ini jam 11. Baru siap wawancara, iseng-iseng aku jalan-jalan ke mall di Kota Medan. Sekalian mau cari buku-buku tentang kisah-kisah arkeologi. Syukur bisa nemukan buku lanjutan yang baru kubaca kemarin.

Kisah perebutan kota suci tiga agama. Paduan investigasi mendalam dengan benda-benda kuno yang mengasyikkan. Plus kelihaian seorang detektif mengungkap misteri arkeologi benar-benar membawaku melayang terbawa kedalamnya.

Baru saja melangkah masuk ke dalam toko buku, kuperhatikan barisan galeri boneka yang terpajang di rak. Berbagai boneka dengan ragam dan ciri khasnya membuat mata enggan untuk berkedip. Di sudut kanan, sebuah boneka beruang dengan matanya yang besar seperti memandangiku. Seolah bertanya padaku, “Sedang ngapain dikau di sini Bos?.”

Tatapan tajam matanya, menghipnotis diriku untuk masuk sebentar. Sebelum dekat dengannya, langkahku terhenti. Sebuah boneka sapi kecil yang berada di bawah boneka singa mengintaiku diam-diam. Aku senyum melihatnya. Eh… ternyata dia senyum juga.

Niat untuk mendekati sang beruang kuurungkan, perhatianku beralih pada si kecil yang imut ini.

Senyumnya membawa anganku melayang-layang. Tertuju kepada seseorang. Sapi… kenapa jadi ingat “dia” lagi. “Koleksi sapiku sudah satu kamar. Cowi dan micow baik-baik aza kok,” ujarnya saat aku datang ke kota itu.

Kuambil boneka itu, terpikir olehku apa sih yang menarik darinya. Kok “dia” suka sekali sama sapi. Nggak tahu persis apa alasannya. Sapi kecil ini telah menarikku untuk terus memerhatikannya. Hingga ponselku berbunyi, barulah aku sadar. Niat untuk ke toko buku akhirnya kubatalkan. Setelah terlibat negosiasi yang alot, akhirnya kuambil boneka itu. Kumasukkan dalam tas. Akupun beranjak pergi.

Dalam perjalanan balik ke kantor, si Micow dan Cowi, dua boneka sapi yang pernah kuterbangkan dari Medan ke Malang seolah terdengar memanggil-manggil diriku. Saat aku kesana bulan ketujuh tahun kemarin, ternyata si Micow dan Cowi sudah punya anak. Seingatku, ia kuberinama Miwicow. Nah, kalau yang satu ini siapa ya kira-kira akan kuberi nama. Praktis selama perjalanan, hanya ini yang kupikirkan.

Sambil menulis aku hari ini, sebuah pesan sms masuk ke ponselku. Bunyinya, “Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.”

Aku balas sms itu, “Maaf ya Mas atau Mbak, kalau mau kirim sms lucu yang mau dikirim ke Global, tolong sms-nya yang lucu. Bukan yang seperti ini. Thank,” jawabku.

Sebelum meneruskan kembali tulisan aku hari ini. Aku baca kembali bunyi pesan itu. Dalam… banget ternyata artinya. Bertemu dengan seseorang yang pernah kucintai, ternyata harus berujung pada sebuah cerita yang tak menggembirakan. Nyaris pun nggak, kandas sudah. Dan hanya sapi-sapi itulah yang menjadi perekatnya. Sapi yang manis nan mungil.

Iklan

Responses

  1. maaf menganggu seblumnya, saya ingin bertanya apakah ada punya boneka seperti itu, dan kalo iya waktu anda membelinya apakah ada banyak boneka seperti itu n brpakah harganya, krn kalo blh saya mau mohon pertolongannya? nohon di balas kalo anda telah online

  2. qr2 brpa hrga boneka sapi yang seperti ito ya???

  3. di mana aada boneka sapi sperti itu… aku ingin memilikinya… tolong kasih tau aku ya……

  4. bonekaaa sapiinyaa beli dimana kkk???

    mauuuuu….

    kirim email donk.. klo onlineeee…. pleaseeee…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: