Oleh: triy | Januari 9, 2009

The Rocket : Jadikan Bahasa Sehari-hari Sebagai Lirik Lagu

Tri Yuwono | Global | Medan

The Rocket

The Rocket

Memiliki ciri khas tersendiri adalah sebuah nilai plus bagi sebuah grup band. Lihat saja setiap penampilan dari The Rocket Band. Untuk menarik para Rocket Mania agar ikut bergoyang saat beraksi di atas panggung, pakaian rapi dengan mode tahun 1990-an dijadikan sebagai kostum kebesaran grup band yang terbentuk pada April 2004 silam ini.

“Kita ingin tampil beda dengan band lain, salah satunya adalah dengan cara memakai pakaian yang agak beda dengan pakaian yang dipakai oleh band-band sekarang ini. Dengan cara begini, para Rocket mania dapat langsung mengenali kita jika kita sedang bernyanyi di atas panggung,” ungkap Romeo, gitaris The Rocket saat di temui Global di acara Impor Musik di pelataran parkir Plaza Millenium baru-baru ini.

Lagu dengan lirik-lirik nyentrik khas bahasa sehari-hari, terlihat sangat di nikmati oleh para Rocket Mania yang hadir dalam acara tersebut. Melihat penampilan yang di sajikan oleh The Rocket, beberapa penonton sambil mengangguk-anggukan kepala mengikuti hentakan musik pop rock yang di bawakan dengan apik oleh grup band yang di gawangi empat orang anak muda ini.

Selain Romeo, The Rocket juga di perkuat oleh Ivan (bass/vokal), Erwin (drum) dan Indra (keyboard). Selama lebih kurang 3 tahun eksis di belantika musik Kota Medan. The Rocket mencatatkan prestasi yang cukup membanggakan. Hal ini di tandai dengan penjualan album perdananya yang tembus 2000 keping. Kepopulerannya juga sudah menyentuh daerah-daerah di hampir Kota di seluruh Sumatera Utara.

“Syukurlah album perdana kita kemarin laku di pasaran hampir sekitar 2000-an. Dengan mengandalkan gaya, bahasa dan lirik sehari-hari ternyata karya-karya yang kita buat mendapat sambutan positif dari para pecinta musik khususnya di Sumatera Utara,” terang Romeo yang di amini oleh personel lainnya.

Empat buah lagu dalam album perdananya, yakni Ngga Perawan, Anuku Anumu, Dia Satjie dan Hampir Subuh menjadi hits yang sukses mengantarkan The Rocket dalam bersaing dengan grup band lainnya. Dengan menggunakan bahasa dan lirik yang mudah di pahami Rocket Mania, membuat lagu ini laris di pasaran.

“Sebenarnya dalam album perdana kemarin itu ada 10 lagu, tetapi yang menjadi hits ada sekitar 4 buah lagu. Dari lagu-lagu itulah, kita ternyata bisa bersaing dengan grup band lainnya,” seru Romeo yang mengaku saat ini The Rocket sedang menyelesaikan pembuatan untuk album keduanya.”Untuk album ke dua sekarang ini sedang dalam proses rekaman,” tambah Romeo.

Selain di Medan, The Rocket juga pernah tampil dibeberapa Kota di Sumatera Utara, seperti Binjai, Lubuk Pakam, Tebing Tinggi, Padang Sidempuan, Rantau Prapat, Kisaran dan beberapa kota lainnya.”Untuk ke depannya, kita ingin mencoba menembus dunia permusikan di luar daerah Sumatera Utara. Syukur bisa bersaing dengan grup band dari daerah lain,” harap Romeo.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: