Oleh: triy | Januari 9, 2009

Tengku Shafick : Penggubah Lagu Yang Tak Bisa di Pandang Sebelah Mata Dari Medan (Dari Syahrul Gunawan Hingga Siti Nurhaliza)

Tri Yuwono | Global | Medan

Menghadiri Pernikahan Siti Nurhaliza

Menghadiri Pernikahan Siti Nurhaliza

Tak salah jika pemuda ini di berikan gelar Maestro Musik dari Medan, dengan karya-karyanya ia berhasil bersaing dengan musisi papan atas Indonesia. Meskipun, bagi sebagian masyarakat Medan sendiri, mungkin masih belum mengenal sosok satu ini. Tetapi, tidak bagi kalangan musisi nasional, kemampuannya menciptakan lagu sudah bisa di sejajarkan dengan musisi-musisi ternama seperti Melly Goeslaw, Glenn Fredly hingga Erwin Gutawa.

Cowok yang biasa disapa Shafick ini menceritakan, awal mula terjun ke dunia musik dimulai sejak usianya masih lima tahun. Orang tuanya yang juga berprofesi sebagai seorang musisi menjadi jembatan bagi Shafick meniti karir di bidang musik.

”Keluarga saya termasuk keluarga seni, ibu saya adalah seorang penyanyi melayu. Dari ibu jugalah saya mengenal musik, terutama musik melayu. Bahkan dulu saya pernah menyanyikan lagu melayu yang berjudul bulan tidak terang selalu dan mekar sepanjang zaman, dimana lagu ini bernuansa pop dan R & B,” ungkap Shafick.

Untuk lebih mengetahui seluk beluk dunia musik, Shafick memutuskan mengambil pendidikan musik di Box Hill Institute Melbouern Australia. Sekembalinya dari Australia, ia kembali ke Indonesia. Dunia akting menjadi sasarannya, ia diminta untuk membintangi sebuah film berjudul ‘Andai Ia Tahu’ bersama Marcell.

”Karena mungkin dunia saya bukan di dunia akting, jadi cuma satu buah film saja yang saya ikuti. Tetapi, dari situlah saya banyak mendapatkan pengalaman, termasuk berkenalan dengan Indra Bekti, Marcell dan Syahrul Gunawan. Dan dikemudian hari mereka inilah yang membuka jalan bagi saya menjadi seperti ini,” terang alumni SMU 1 Medan.

Syahrul Gunawan yang pada saat itu sedang merintis karirnya di dunia musik tertarik dengan sebuah lagu yang diciptakan oleh Shafick. Namun, karena menurut pihak Aquarius yang menjadi perusahaan rekaman, lagu tersebut tidak sesuai dengan vokal Syahrul, justru lebih cocok jika dinyanyikan oleh Marcell.

”Kalau boleh bilang, Syahrul lah yang membawa saya ke dunia musik. Meskipun lagu pertama yang ia minta tidak sesuai dengan vokalnya. Barulah di lagu ketiga, saya bisa menciptakan lagu untuknya,” terang Shafick yang saat ini bergabung di publishing PT Aquarius Pustaka Musik.

Lagu Untuk Siti Nurhaliza

Sukses dengan dua buah lagu berjudul ‘Mendendam’ dan ‘Ku Tak Mendua’ yang dinyanyikan oleh Marcell, membuat nama Shafick mulai diperhitungkan di kalangan para musisi nasional. Tak terkecuali oleh diva Malaysia, siapa lagi kalau bukan Siti Nurhaliza. Permintaan lagu dari sang diva menurut Shafick bagaikan mimpi di siang bolong.

”Antara percaya dan tidak, seorang Siti Nurhaliza minta dibuatkan lagu. Walaupun untuk mendapatkan kepastian tersebut, saya harus menunggu sampai berbulan-bulan. Dan lebih bersyukurnya lagi, dari beberapa pencipta lagu di Indonesia, hanya empat pencipta lagu yang lagunya dibawakan oleh Siti. Selain saya, di album tersebut ada lagu buatan Melly Goeslaw, Glend Fredly dan Erwin Gutawa,” papar Shafick yang mengaku juga menciptakan lagu buat Anwar Z penyanyi dari Malaysia.

Selain Marcel, Siti Nurhaliza dan Anwar Z, beberapa lagu ciptaanya juga menjadi andalan beberapa penyanyi papan atas Indonesia. Sebut saja ‘Cinta Kan Kau Benci’ oleh AB Three, ‘Cukup Hanya Kamu’ oleh Siti KDI dan yang teranyar adalah ‘Cintaku Tak terbatas Untukmu’ yang dinyanyikan oleh Syahrul Gunawan.

”Untuk saat ini saya dan Syahrul sedang mempromosikan lagu tersebut di MTV. Kebetulan di lagu itu aransemenya saya yang membuat,” sebut Shafick yang ditemui Global di rumahnya Jalan Babura Lama No 13 Medan kemarin.Keberhasilan Shafick menembus dunia musik dengan lagu-lagu ciptaannya tentu menjadi kebanggaan, tidak hanya bagi Shafick sendiri tetapi juga bagi masyarakat Kota Medan.

Iklan

Responses

  1. Sudah lama saya cari-cari artikel tentang Tengku Syafik ini. Sebenarnya yang say acari adalah kaset yang pernah saya beli di mana beliau ini menyanyikan lagu-lagu Melayu. Kalau tidak salah, kasetnya bertajuk ‘Bulan Tidak terang Selalu’. Saya sangat suka cara Tengku Syafik membawakan cengkok Melayu di kaset ini. Sayangs ekali, kaset saya sekarang sudah hilang, dipinjam, dipinjam, dipinjam, akhirnya hilang.

    Sekarang saya ingin membeli kaset itu lagi atau lebig bagus lagi CD, tetapi sulit sekali menemukannya. Ada yang bisa bantu saya?

  2. saya ingin sekali mendengarkan lagu dri bng shafick yang judulnya “cinta kedua”yang di nyayikan sama bang shafick,terakhir saya mendengarkan lagu itu sewaktu di rumahnya,lagu ini benar2 menyentuh hati saya,tapi saat ini saya sudah tidak tau lagi kabar bng shafick,mudah2an dia baik2 saja.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: