Oleh: triy | Januari 7, 2009

Orang bodoh yang menganggap jika pengalaman adalah guru yang terbaik.

Renungan Hari ini

Renungan Hari ini

“Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.”

Belajar, belajar dan terus belajar. Jangan pernah berpijak pada pengalaman, jadikan pengalaman sebagai cermin, bukan sebagai guru. Orang bodoh yang menganggap jika pengalaman adalah guru yang terbaik.

Pagi ini, badanku agak kurang enak. Cuaca di Kota Medan belakangan ini benar-benar membuatku drop. Syukurlah nggak sampai jatuh. Tidak seperti biasanya, perjalananku menuju kantor tadi agak berbeda dengan biasanya. Kalau biasanya rute yang aku lalui dari mulai Jalan Pelajar Timur, Teladan, SM.Raja, Juanda, Bundaran HI, S.Parman.

Namun, tadi pagi aku ingin mencari suasana baru. Keluar dari Jalan Pelajar Timur, ke SM.Raja, Katamso, Jalan bebas lampu merah belakang Bandara Polonia, Monginsidi baru lanjut S.Parman.

Yah, lumayanlah ternyata dengan begini. Aku bisa lebih agak bisa refresh sedikit. Di tengah jalan tepatnya jalan bebas lampu merah yang letaknya persis di belakang Bandara Polonia Medan, pikiranku melayang sebentar setelah mendengar deru pesawat yang bergetar membahana. Sejenak mengumpulkan tenaganya, pesawat yang akan take off tersebut sepertinya masih melihat posisi untuk langsung tinggal landas. Sepersekian detik selanjutnya, raungannya telah menerbangkan burung baja terbang ini.

Tikungan tajam yang berada di depanku membimbingku. Seolah ikut ke dalam rombongan burung baja yang sedang mengembara ke angkasa itu. Ingat juga kejadian beberapa bulan yang lalu. Saat Garuda membawaku melintasi indahnya Aurora pagi menuju Cengkareng, Jakarta.Pikiranku cuma satu, Malang. Ya, kota cantik nan menyimpan kerinduan yang dalam.

Saat masuk ke Jalan Monginsidi, barulah aku tersadar kembali. Aku ingin kembali. Ya kembali menuju kota yang memberikan ketenangan dan cinta sesaat. Kapanpun kakiku berpijak, di kota manapun, aku tak kan pernah mau untuk mengatakan selamat tinggal buatnya.

Cerminan pengalaman lalu memberiku inspirasi untuk bisa belajar. Aku tak pernah menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik. Hanya sebagai cermin. Tak lebih dari itu. Karena hati nurani akan menuntunku ke hal yang lebih baik, bukan belajar dari pengalaman. Kita boleh membohongi pengalaman, tapi tidak untuk hati nurani.

Banyak jalan menuju ke Roma. Ya betul, jangan pernah mengatakan tak sanggup atau juga tidak mencintainya. Pintu maaf selalu akan terbuka. Begitupun saat aku jalan ke kantor, ada suasana baru tatkala kulewati jalan lain untuk menujunya. Tak salah untuk mencoba sesuatu yang baru, jika Anda mau ke sekolah, kampus atau kantor. Cobalah cari sensasi baru. Pengalaman baru akan Anda dapatkan, tapi ingat jangan jadikan guru, jadikan cermin. Agar terbuka hati nurani kita, dan membawa kita ke yang lebih baik lagi. Luar biasa.


Responses

  1. Sorry bang gua gak setuju….. (TITIK)

    Gak asik nih artikel lu…

  2. he..he..he..he..he..

  3. hehehehe betul bung

  4. Masak orang bodoh sih, #%#&^$*&%&*%*

  5. Hm… Maaf Mas dan Mbak sebelumnya, artikel ini hanyalah menggambarkan bagaimana Aku Hari Ini.
    Tidak menjudge sesuatu hal yang mungkin selama sudah terpaku. Dan itulah aku.Tapi, saya mengucapkan terimakasih atas kritik dan sarannya. Selalu ditunggu kritiknya.

  6. thanks,,,bwt artikel ini ,,jadi membara semangatku menjalani hari-hariku…belajar terus dan berjuang…

  7. setuju.

    pengalaman mana mungkin jadi guru.

  8. ga setuju,,, bila umurmu lebih dari 100 tahun baru aku bisa terima,,,

    orang yang pernah mengatakan “pengalaman adalah guru terbaik” pertama kali adalah orang yang tidak semata2 mengatakannya sebagai angin lalu semata, tetapi berdasarkan pengalaman hidup, setidak-tidaknya berpuluh-puluh tahun, jika tidak bagaimana bisa istilah itu di gunakan di seluruh dunia

    bagaimana seseorang bisa berbuat benar,, bila dimasa lalu dia belum pernah berbuat salah,,,
    itulah gunanya pengalaman,, sebagai instropeksi diri dari pengalaman2 masa lalu

    kata anda jadikanlah pengalaman sebagai cermin, dimana bedanya cermin dengan guru, menurutku itu masih tetap sama “guru” dalam ejaan yang lain bentuknya

  9. Ya memang tidak sepenuhnya benar menjadikan pengalaman sebagai guru, cuman kita memang bisa belajar dari Pengalaman alis bercermin seperti kata teteh ini..

    Gini ajah kok dipersoalkan sich, kaga ngerti aku../???

  10. Owh salah Ya ..

    Setelah baca “sekilas tentang aku” jadinya ralat comment di atas menjadi :Seperti kata Maz ini..
    he he, saya 6 tahun di Bojonegoro Mas dan asli saya dari Tuban..

    Salam kenal wae soko bocahbancar he he he..

  11. Ya, itu tergantung sieh..
    Tergantung pada Orangnya, bagaimana cara berfikirnya & bagaimana Efek dari cara bersikapnya…

    Jadi, semua tu RELATIF.. Mungkin pada seseorang berimbas baik dimasa mendatang ataupun sebaliknya 😀

    Kunjungi juga: http://palupix.blogspot.com

  12. ” KEAJAIBAN TERLAHIR DARI AYAH YANG BERNAMA ‘KESULITAN’ DAN IBU YANG BERNAMA ‘UPAYA’,

    JIKA ANDA MELIBATKAN NAMA TUHAN MAKA JANGAN PERNAH MENGATAKAN TIDAK MUNGKIN!!! ”

    http://PALUPIX.BLOGSPOT.COM

  13. PEngalaman tetep yang terbaik menurut gw

  14. Kebodohan terbesar adalah saat orang tersebut tidak sadar kalau dirinya bodoh dan menganggap orang lain bodoh serta tidak mau belajar dari pengalaman…

  15. ddethbgbn


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: