Oleh: triy | Desember 26, 2008

Maaf-maafkan Aku Yah….

Ada rasa sesal saat seorang teman dekatku mengundangku untuk datang ke acara Open House rumahnya kemarin. Pekerjaanku yang menumpuk di akhir tahun telah merenggut keinginanku untuk datang. Padahal, momen itu mungkin dapat menjadi sebuah penawar luka yang sudah mulai kembali sembuh.

Maaf...Yah...

Maaf...Yah...

Maaf…Maafkan…Aku yah… memilih diantara dua pilihan adalah suatu dilema. Antara kerja dan hasrat. Tapi, aku yakin dirimu memahaminya. Sebenarnya bisa saja aku datang. Namun, malam tak bisa diajak untuk kompromi. Malam tak mau lagi memundurkan sedikit waktunya.

Menyesal juga nggak bisa datang. Padahal, hari ini dirimu sudah tak di sini lagi. Tapi, Aku tetap senang. Paling tidak “tsunami” selama empat bulan ini sudah pudar, dan berganti dengan rintikan air hujan yang bernyanyi-nyanyi membasahi tanah.

Kita tutup lembaran buram yang menghiasi perasaan selama beberapa bulan ini. Kita ubah menjadi sesuatu yang bersih. dan menorehkan kembali goresan berbeda. goresan seni, goresan keindahan akan sebuah perjalanan hidup.

Sekali lagi, Maaf… Yah…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: