Oleh: triy | Desember 23, 2008

Guru “Sucikan” Murid dengan Air Kencing Sapi

Para guru di sekolah di suatu desa di negara bagian Maharashtra, mencipratkan air kencing sapi ke murid berkasta rendah untuk “menyucikan” mereka, tulis berita pada Sabtu.

Kepala sekolah Sharad Kaitade, dituduh melakukan doa ritual lalu menyuruh seorang guru mencipratkan air kencing sapi ke kelas-kelas untuk “menyucikan” tempat itu dan mengusir setan, tulis koran “Times of India.”

Kaitade, dari kasta tinggi, melakukan hal itu segera setelah serah terima jabatan awal bulan ini dari pendahulunya yang berkasta rendah.

Sapi adalah hewan yang dianggap suci di agama Hindu sedangkan sistem kasta yang berumur 3.000 tahun asalnya berdasarkan pekerjaan, namun kemudian menjadi garis silsilah.

Guru Madhavi Raut berkeliling kelas menyemburkan air kencing sapi dan minta sekelompok anak berkasta rendah, datang untuk suatu ulangan, lalu mengguyur mereka dengan air tersebut dengan mengatakan hal itu akan menyucikan mereka. Urine itu membasahi sebagian wajah mereka maupun kertas jawaban, kata para murid.

Mereka merasa dipermalukan dan memasukkan pengaduan, lapor saluran berita CNN-IBN. “Dia (Raut) mengatakan, kamu akan belajar dengan baik setelah disucikan,” kata seorang murid, Rajnik Washnik.

Pemerintah setempat telah memerintahkan pemeriksaan dan polisi telah menanyai kepala sekolah.(Sumber:ant)


Responses

  1. mensucikan diri gak kayak gitu kali…..orang mensucikan diri tuch harus banyak2 beribadah,beramal,dan berbuat baik.Bukannya pake air kencing sapi……..!!!!!DASAR NEGARA GILLLAAA……!!!!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: