Oleh: triy | Desember 22, 2008

Ilmu Hitam Masuk Kurikulum Sekolah di India

Siapa yang mau daftar

Siapa yang mau daftar

Kementerian pendidikan di India berencana akan memasukkan ilmu hitam dalam kurikulum sekolah, demikian yang di laporkan weekly newsletter dan telegraph.

Menteri Pendidikan Kerala MA Baby menginformasikan, hal ini ditujukan baik untuk rancangan pendidikan di sekolah dasar maupun di perguruan tinggi India. Menteri ini menilai perlunya para siswa mengetahui soal ilmu hitam dengan tujuan tentu bukan untuk menyakiti orang lain. Akan tetapi sebagai upaya untuk melenyapkan takhayul-takhayul yang melatarbelakangi pembunuhan mengerikan karena seseorang diteluh.

“Para praktisi ilmu hitam mempunyai tugas berarti dalam membasmi takhayul. Sebagian tukang teluh mungkin berkeberatan, tapi saya pikir tidak ada salahnya jika beberapa trik umum dijelaskan kepada siswa sekolah agar menguatkan mereka terhadap hal-hal yang berbau takhayul”, jelas Baby.

Beberapa kalangan berpendapat penerapan kurikulum ilmu teluh itu penting karena kepercayaan-kepercayaan terkait takhayul harus dihapus jika India memang ingin perburuan terhadap tukang teluh berakhir. Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Masyarakat, Paloly Moham menilai ilmu hitam merupakan sebuah seni yang bisa efektif mencerminkan maslah-masalah sosial.

Praktik teluh memang bukan sesuatu yang asing bagi masyarakat India. Mereka percaya tukang teluh mampu menyakiti manusia dan hewan serta merusak hasil panen. Pada 2003, sekitar 750 orang yang sebagian besar perempuan, dibunuh dalam perburuan tukang teluh di Assam dan Bengali Barat. Bahkan satu keluarga yang terdiri dari empat orang dirajam lalu dikubur hidup-hidup akibat tuduhan telah meneluh keluarga kepala desa. Tak kalah mengerikan, dua orang dibunuh karena dituduh sebagai tukang teluh. Kepala mereka dipenggal lalu diarak di jalan-jalan di Assam.

Namun beberapa akademisi yakin perburuan tukang teluh tak bisa terlepas dari kondisi ekonomi. Kelompok ini mengklaim perbaikan penghasilan adalah cara terbaik untuk menghapus kepercayaan pada ilmu hitam dan bukan pendidikan.

Dalam sebuah seminar, dosen Universitas Columbia Raymond Fisman mengatakan, pembunuhan terhadap tukang teluh menjadi semacam wabah. Biasanya terjadi saat hasil panen buruk. “Mereka menyalahkan orang-orang yang disebut tukang teluh. Cara tercepat untuk menghilangkan praktik perburuan tukang teluh adalah memberi pensiun kepada perempuan tua. Dengan begitu nenek yang awalnya menjadi beban keluarga berubah menjadi pemilik harta. Cara ini pernah dijalankan di Provinsi Utara di Afrika Selatan pada tahun 1990-an. Dan berhasil,” jelasnya. (Sumber:global)


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: