Oleh: triy | Desember 22, 2008

200 Tahun Diburu, Akhirnya Makam Copernicus Ditemukan

Sejumlah studi DNA pada dua helai helai rambut dan gigi mengakhiri misteri perburuan selama berabad-abad terhadap makam Nicolas Copernicus, astronom abad ke-16 yang mengejutkan dunia dengan pernyataannya bahwa Bumi bukanlah pusat alam semesta, demikian kata para paka sebagaimana dilansir Discovery Channel.

Serangkaian tes menegaskan bahwa tulang belulang yang ditemukan di Katederal Frombork di Polandia utara pada 2005 adalah milik pria yang dianggap sebagai bapak astronomi modern, kata arkeolog Polandia Jerzy Gassowski.

Para ilmuwan membandingkan materi genetik dari dua helai rambut yang ditemukan di Calendarium Romanum Magnum dengan sebuah gigi dari tengkorak kepala yang ditemukan di Frombork. Dua helai rambut tersebut diperoleh dari sebuah buku yang ditulis Johannes Stoeffler yang diterbitkan tahun 1518 dan dimiliki oleh Copernicus selama bertahun-tahun.

“Kedua helai rambut yang ditemukan di buku tersebut mempunyai urutan genom yang sama dengan gigi dari tengkorak dan tulang belulang yang ditemukan di Frombork,” jelas ilmuwan Marie Allen dari Universitas Uppsala di Swedia.

Buku Calendarium Romanum Magnum dan buku-buku lainnya yang pernah dimiliki Copernicus diserahkan ke Swedia selama perang Polandia-Swedia di abad ke-17 dan kini dipegang oleh Universitas Uppsala.

Tempat peristirahatan terakhir Copernicus hingga kini masih menjadi misteri. Para peneliti dari Polandia, Prancis dan Jerman selama dua abad sudah mencoba menemukan kuburannya, kata Gassowski. “Ketika uskup Frombork meminta saya memulai pencarian, saya merasa skeptis sebab itu tugas yang mustahil. Terdapat ratusan tulang belulang yang dikubur di katederal itu,” katanya.

Copernicus adalah penggerak katederal Frombork dan oleh karena itu kemungkinan sudah dikubur di bawah lantai bangunan itu. Pada 2005, para arkeolog menemukan tulang belulang seorang pria berumur 70 tahun di altar Salib Suci katederal Gothic di pantai Laut Baltik Polandia.

Tengkorak tersebut diserahkan ke Laboratorium Pusat Forensik di Markas Besar Kepolisian Nasional Polandia yang menggunakan grafis komputer untuk menciptakan rekonstruksi wajah pria yang lebih tua yang setelah diteliti memiliki kemiripan dengan potret muda Copernicus termasuk bekas luka di atas alis mata kanannya. Nicolas Copernicus lahir di Torun, Polandia utara 1473 yang dikenal sebagai pakar matematika sekaligus pendeta dan wafat pada 1543. (Sumber:global)

Iklan

Responses

  1. Ya…hebatnya orang2 asing (barat), meski seringkali kita “memusuhi” mereka ternyata kepada mereka juga kita berguru. Ada baiknya kita jujur dan mengakui mereka sbg guru (drpd kita bohong alias mengaku pintar), tetapi nyatanya semua referensi kuliah kita mengambil dari sono, iya apa iya?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: