Oleh: triy | Desember 16, 2008

Ilmuwan Menguak Bagaimana Benua Gondwana Hilang

Benua Yang Hilang

Benua Yang Hilang

Dr Graeme Eagles dari Departemen Ilmu Sains Royal Holloway, Universitas London, mengungkapkan bagaimana sebuah benua yang paling besar pernah ada, mengalami kepunahannya melalui laporannya di Jurnal Geofisika International yang diterbitkan bulan ini sebagaimana yang dilansir Livescience kemarin.

Gondwana merupakan superkontinen (benua raksasa) yang pernah ada di sekitar 500 hingga 180 juta tahun silam. Selama masa empat dekade lalu, para ahli geologi telah mengkaji bagaimana Gondwana mengalami kehancuran.

Terdapat dua teori yang muncul, pertama benua tersebut terpisah menjadi beberapa lempeng kecil, dan teori kedua mengklaim bahwa pecahnya benua tersebut menjadi beberapa lempeng besar. Dr Eagles yang bekerjasama dengan Dr Matthais Konig dari Institut Alfred Wegener untuk Riset Kutub dan Angkatan Laut di Bremerhaven, Jerman, telah menggunakan sebuah model komputer terkini yang mampu menunjukkan bahwa superkontinen tersebut pecah ke dalam dua potongan sebab ia terlalu berat untuk menopangnya secara bersamaan.

Gondwana terdiri dari sebagian luas wilayah di bagian selatan belahan Bumi masa kini yang meliputi Antartika, Amerika Selatan, Afrika, Madagaskar, Australia, Papua Nugini dan Selandia Baru, sedangkan Arab dan India merupakan anak benua dari bagian utara belahan bumi tersebut. Sekitar 250 hingga 180 juta tahun silam, semua itu membentuk superkontinen tunggal yang disebut “Pangea”.

Dari hasil bukti yang diperoleh Gondwana mulai berpisah sekitar 183 juta tahun silam. Model komputer mengungkapkan bahwa superkontinen tersebut terpisah menjadi hanya dua plat besar yaitu barat dan timur. Kira-Kira 30 juta tahun kemudian, dua plat ini mulai berpisah membentuk benua yang kita kenal seperti pada bagian selatan belahan bumi masa kini.

Menurut Dr Eagle dan studi Dr Konig dikatakan dikarenakan Gondwana memiliki gaya gravitasi yang tidak stabil dengan samudera dan mempunyai kulit keras dan tebal pada bagian dalam, maka dengan cepat Gondwana mulai roboh ke bawah karena beban mereka sendiri.(Sumber:Global)

Iklan

Responses

  1. yang saya dengar benua gondwana itu hilang karena tenggelam?!bener nggak sih?

  2. Planet bumi ini dinamis, hal yang lumrah seandainya permukaan bumi ini senan tiasa bergerak. maka saya yakin Gondwana itu terpecah-pecah menjadi muka bumi sekarang ini.

  3. Benua gonwana tidak hilang melainkan pecah menjadi bagian – bagian kecil benua yang ada sekarang ,ini bisa dilihat dari topgrafi kesamaan antara amerika selatan dengan afrika timur .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: