Oleh: triy | Desember 16, 2008

“Kisah Kasih di Sekolah” Hipnotis Ribuan Penonton Desember Ceria

Tri Yuwono |Global|Medan

Penampilan Cantik Dian Pisesha

Penampilan Cantik Dian Pisesha

Pertunjukkan para legendaris musisi Indonesia kemarin menjadi salah satu konser musik yang sangat aku nikmati dan bisa kukatakan salut atas penampilannya, setelah konser Diva Amerika, Alicia Keys di Jakarta beberapa bulan lalu.

Jika Alicia Keys benar-benar menyuguhkan performa terbaiknya. Para legendaris musik indonesia kemarin tampil dengan segudang karya yang sangat menakjubkan. karya yang sampai sekarang ini, menurutku masih belum ada tandingannya. meskipun sudah tak muda lagi, namun penampilan mereka benar-benar luar biasa.

Endang Estaurina tampil memukau

Endang Estaurina tampil memukau

Sudah sering aku menonton sambil meliput konser musik, terutama di Kota Medan. Namun, pagelaran “Desember Ceria” di Medan, dan aksi panggung si cantik Alicia di Jakarta tetap masih memiliki “Taste” dibandingkan dengan konser yang lainnnya.

Alunan musik melo plus orkestra membawa hanyut ribuan masyarakat Kota Medan yang hadir di Tiara Convention Hall Medan, Jumat (12/12) malam kemarin. Pagelaran “Desember Ceria” yang dimeriahkan oleh para penyanyi legendaris Indonesia ini mampu menghipnotis ribuan penonton yang hadir.

Pak Kapoldasu Pun Tak Ingin Kalah

Pak Kapoldasu Pun Tak Ingin Kalah

Acara yang digelar Nostalgia Fans Club (NFC) dengan tajuk “Desember Ceria” menampilkan Obbie Messakh, Endang S Taurina, Rafika Duri, Dian Piesesha, Benny Panjaitan dan Hamdan ATT mampu memberikan suguhan lagu-lagu romantis yang mengingatkan kenangan para penonton yang hadir.

Tampil dengan rambut pendek, Dian Piesesha yang malam itu didapuk menjadi pembawa acara langsung melantunkan lagu-lagu yang populer di tahun 80-an.”Kota Medan merupakan salah satu kota yang memiliki musisi-musisi handal. Apalagi pada dekade tahun lalu,” ujarnya.

Tak ingin kalah dengan penampilan yang dibawakan apik Dian Piesesha, Endang S Taurina pun unjuk gigi. Tua-tua keladi, mungkin itulah ungkapan yang cocok disematkan kepadanya. Pasalnya, Endang malam itu membawakan lagu yang sedikit agak ngebeat. Tak heran membuat para penonton yang hadir pun bergoyang mengikuti suara merdunya.

Anggunnya Rafika Duri

Anggunnya Rafika Duri

Jika Dian dan Endang melantunkan lagu-lagu melo kenangan, lain pula dengan Hamdan ATT. Dengan lagu andalannya berjudul ‘Termiskin di Dunia’, Hamdan mengajak penonton berjoget dengan musik dangdut yang dibawakannya.”Ayo semuanya ikut bergoyang dan bernyanyi bersama,” ujarnya mengajak penonton yang hadir.

Sementara itu, Kapoldasu Irjen Pol Nanan Soekarna dalam kata sambutannya mengatakan, jika acara yang diformat “Dari Anda Untuk Anda” merupakan bentuk karya seni anak bangsa yang turut mewarisi perjalanan musik Indonesia serta menjadi media dalam mempererat tali persaudaraan antara polisi dengan masyarakat.

”Dengan adanya ini, semoga hubungan yang harmonis, antara masyarakat dan polisi selama ini terjalin dengan baik dapat dipertahankan di masa yang akan datang,” ungkap Kapoldasu yang malam itu juga diminta untuk menyanyikan lagu kenangan di hadapan para pengunjung yang hadir.

Merajut Kenangan

Kenangan memang tak mudah untuk dilupakan. Mungkin itulah salah satu kelebihan dalam pagelaran ini. Lihat saja bagaimana sang legendaris musik Indonesia, Obbie Messakh menyanyikan lagu yang berjudul “Kisah Kasih di Sekolah.” Lagu ini berhasil membawa kenangan penonton. Ribuan penonton pun sontak bernyanyi bersama dengan Obbie.

"Kisah Kasih di Sekolah" Bersama Obbie Messakh

"Kisah Kasih di Sekolah" Bersama Obbie Messakh

Malam itu, Obbie Messakh berhasil membawa penonton dengan suara dan lagu-lagu yang khas penuh kenangan. Tak salah jika lagu berjudul ‘Kisah Kasih di Sekolah’ menjadi bintang dalam pagelaran tersebut.

Tak ada sedikitpun yang berubah dari penampilan Obbie Messakh. Tetap seperti ia masih muda. Performa inilah yang benar-benar membuat penampilannya luar biasa. Tak heran banyak penonton yang hadir menantikannya.

“Saya hadir di sini karena ingin melihat langsung Mas Obbie menyanyi. Lagu-lagunya tak hanya membangunkan kembali kenangan lama, tapi lebih dari itu. Dan ternyata tak sia-sia. Penampilan para penyanyi legendaris, terutama Mas Obbie tak ada yang berubah. Suaranya masih seperti dulu, sama dengan yang ada di CD atau kasetnya,” ujar Reni, salah seorang pengunjung yang hadir malam itu.

Hm… pingin juga sih nonton konser musiknya GNR, Panbers, Dlloyd, Aerosmith, D’Kroos, Arema Voice, Ebiet G Ade, Franky n Jane, Geroge Benson, Kop Choir, MLTR, Siti Nurhaliza, The Panas Dalam, White Lion dll.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: