Oleh: triy | November 5, 2008

Dilema “Sarjana Bodoh” Indonesia, Termasuk Aku…

Kapan Yah...Jadi Orang Cerdas

Kapan Yah...Jadi Orang Cerdas

Dilema juga melihat fakta di bawah ini. Karena, ternyata setelah kulihat dan kucermati aku juga termasuk di dalamnya. Baru sadar kalau ternyata aku juga dalam golongan orang “Bodoh”. Betapa tidak, gelar S.Sos dari Universitas Sumatera Utara yang kusandang bukan jaminan aku masuk dalam golongan orang pintar, apalagi cerdas.

Lebih parahnya, ternyata bukan aku seorang yang masuk dalam kategori Sarjana “bodoh”, tapi ribuan Sarjana dari lulusan perguruan nasibnya tak lebih seperti aku. Kita lihat fakta di bawah ini.

1. Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dia bisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.
2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
3. Orang pintar belajar agar mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja.
Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
4. Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka disuruh orang pintar untuk membuatnya.
5. Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH), oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
6. Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.
7. Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.
8. Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar demo, Walhasil orang-orang pintar ‘meratap-ratap’ kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.
9. Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
10. Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa dijadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

11. Bill Gates (Microsoft), Dell, Henry (Ford), Thomas Alfa Edison, Liem Siu Liong (BCA Group), Ali Markus (Maspion) adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada ‘orang bodoh’.

Nah, kapan aku bisa menjadi Sarjana yang pintar atau bahkan cerdas…… Pertanyaan yang masih belum bisa kujawab hingga kini.


Responses

  1. wah, anda pintar sekali membuat artikel seperti ini, tapi kesimpulannya apa ya, tolong donk disimpulkan…. maka akhirnya: 12. orang pinter membuat tulisan, orang bodoh menyuruhnya menjelaskan maknanya, orang bodoh mendapatkan makna sesungguhnya dari tulisan itu… hi..hi..hi..

    salam kenal..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: