Oleh: triy | Oktober 26, 2008

Ravel Band : Ambil Jalur Pop Grunge

Ravel Band

Ravel Band

Tri Yuwono | Global | Medan

Membentuk sebuah grup band memang gampang-gampang susah. Namun sepertinya, persepsi ini kurang berlaku bagi grup band satu ini. Ravel Band, pasalnya dibandingkan dengan grup-grup band lainnya yang memiliki personil minimal lima orang, Ravel Band hanya beranggotakan tiga orang. Meskipun begitu, Ravel band tetap bisa eksis dan bahkan sudah menelurkan beberapa buah lagu sendiri.

“Dari sejak berdiri pada tahun 2004 silam, anggota kita memang hanya tiga orang personil saja. Kebetulan kita memang dari semenjak sekolah sudah mengenal masing-masing individu, jadi sudah tahu bagaimana karakter kita sendiri-sendiri. Jadi, walaupun hanya tiga orang sampai sekarang Ravel band masih tetap eksis,” ungkap Frangky, salah seorang personil Ravel Band.

Besutan gitar dan lengkingan suara Frangky, yang di padu dengan petikkan bass dari Adlin serta tabuhan drum dari Akmal. Ravel band mencoba tampil menunjukkan hasil kreatifitasnya dalam bermusik kepada para pecinta musik di Medan. Beberapa pagelaran acara musik pun sering diikutinya, baik itu di kampus-kampus maupun di sekolah-sekolah.

“Untuk saat ini target kita adalah ingin memperkenalkan Ravel Band kepada para pecinta musik lokal, yakni di Kota Medan. Tapi untuk kedepannya, kita ingin mencoba untuk bisa menembus persaingan di belantika musik nasional. Untuk itulah dari mulai sekarang ini, latihan adalah menjadi menu wajib kita bertiga untuk mengasah kemampuan sebelum menuju kesana,” harap Frangky saat di temui Global di Studio JG Musik, Padang Bulan kemarin.

Paling tidak, kerja keras dari tiga pemuda ini patut di acungi jempol. Meskipun personilnya sedikit, meraih Juara III dalam festival antar pelajar adalah salah satu bukti dari hasil keras tersebut. Belum lagi empat buah lagu yang sudah di track dan dapat di dengarkan di beberapa stasiun radio di Medan.

“Sampai saat ini, Ravel sudah memiliki sekitar empat buah lagu, yakni pertama berjudul Pinokio, kemudian Monica, terus Believe dan yang terakhir adalah Than. Ke empat lagu ini sudah bisa di dengarkan di beberapa radio yang ada di Medan. Dari beberapa lagu ini memang hampir sebagian besar liriknya memakai bahasa inggris,” jelas Frangky yang di amini personil lainnya.

Frangky menambahkan, salah satu hal yang membuat grup bandnya tetap bisa eksis serta berkarya rasa memiliki dan kekompakkan yang ditunjukkan oleh para personilnya.Jika ada masalah, para personil grup band yang beraliran Pop Grunge ini mencoba saling berkomunikasi dan saling mengisi kelemahan-kelemahan diantara para personilnya.

“Kalau ada permasalahan diantara para personil yang menyangkut masalah grup band, kita saling terbuka. Hal ini bagi kita sangat penting, karena dengan begini kita berharap Ravel masih tetap bisa eksis dan berkarya. Kalaupun ada kekurangan kita juga tetap akan saling mengisi,” seru Frangky menutup pembicaraan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: