Oleh: triy | Oktober 6, 2008

Edwin Afrianto : Eksis di Balik Layar

Edwin

Edwin

Tri Yuwono | Global | Medan

Keberhasilan sebuah grup band ataupun musisi dalam berkarya tentu tidak terlepas dari tangan dingin orang-orang yang berada di balik layar, dalam hal bisa sutradara, music director hingga operator. Pekerjaan menjadi orang yang berada di balik layar seperti ini, bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, dibutuhkan kerja keras agar grup band maupun musisi yang ditanganinya berhasil.

“Kalau kita bicara kesuksesan sebuah grup band ataupun musisi solo maka tidak bisa lepas dari tangan dingin orang yang ada dibelakangnya. Bukan pekerjaan mudah menangani hal-hal teknis seperti ini, karena dibutuhkan kerja keras, baik itu masalah musik dan juga kemampuan mengenal karakter orang-orang yang ditangani,” ungkap Edwin Afrianto, seorang operator sekaligus music director asal kota Binjai, saat di temui Global di Musica Studio kemarin.

Mantan bassis Felling Blue Band, Sentra Band dan juga Bioz Band ini mengatakan, menangani grup band dengan musisi solo memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Menurutnya, proses pembuatan sebuah lagu khusus untuk musisi solo lebih banyak memakan waktu, karena harus dikerjakan dari awal hingga akhir, berbeda dengan grup band yang tidak banyak memakan waktu karena prosesnya lebih singkat.

“Kalau menangani grup band, paling kita hanya mengikuti konsep yang telah mereka(grup band-red) buat, tetapi kalau yang penyanyi solo harus dibuat sendiri dengan sang musisi dari awal hingga akhir. Inilah yang membuat lama, karena hanya dipikirkan berdua,” seru Edwin yang sudah melalang buana hingga ke Bandung ini.

Nama Edwin sendiri bagi grup band dan musisi solo di Kota Binjai sudah tak asing lagi. Sentuhan tangan dingin Edwin, membuat puluhan grup band asal Binjai mempercayainya untuk menangani karya-karyanya.”Selama ini yang saya tangani sudah cukup banyak, terutama untuk grup band,” seru pria kelahiran Aceh Timur ini.

Saat di singgung apa yang harus dilakukan oleh grup-grup band lokal dalam menghadapi persaingan di industri musik. Dengan tegas Edwin pun mengatakan kreatifitas. Menurutnya, band-band lokal harus memiliki kreatifitas sendiri dalam membentuk sebuah grup band sebagai ciri khasnya.”Kalau anak-anak band ini punya kreatifitas, dengan punya ciri khas sendiri, saya yakin mereka mampu bersaing,” jelas Edwin.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: