Oleh: triy | Oktober 6, 2008

Detig Band : Terobos Jalur Musik dengan Aliran Pop Alternatif

Detig Band

Detig Band

Tri Yuwono | Global | Medan

Tema cinta dengan nuansa musik sedikit melo menjadi modal bagi band satu ini untuk tampil di atas panggung. Mendengarkan lagu-lagu yang dibawakan oleh band yang menamakan dirinya Detig band ini, sejenak terpikir oleh kita akan hal-hal yang berbau dengan remaja dan cinta.

“Para pecinta musik kita saat ini, terutama di kalangan remaja kan masih senang dengan musik-musik yang bertema cinta. Apakah itu ceritanya menyedihkan maupun menyenangkan. Dan biasanya dengan musiklah hal-hal seperti itu bisa di terjemahkan,” ungkap Wahyuta, Gitaris Detig Band saat di temui Global di Studio JG Musik kemarin.

Alasan ini jugalah yang membuat Detig Band mencoba membawakan lagu-lagunya dengan irama pop alternatif. Gaya dan lirik Pas Band, grup band papan atas Indonesia pun akhirnya dijadikan sebagai panutan dalam bermusik.”Hampir sebagian besar musik yang kita bawakan mirip dengan yang dilakukan olah Pas Band. Ini tak terlepas dari kesamaan aliran yang memang sudah kita pikirkan saat mau membuat grup band ini,” papar Wahyuta.

Selain Wahyuta, grup band yang terbentuk pada tahun 2005 lalu ini juga diperkuat oleh empat personil lainnya, yakni Dodi (drummer), Angga(gitaris), Zulham(Bassis) serta Seno (vokalis).”Personil kita ada lima orang dan saat ini sama-sama kuliah di jurusan yang sama yakni di D-3 Manajemen Informatika Komputer AMIK. Oleh karena itulah, band inipun kita namakan Detig, singkatan dari D-3,” ujar Wahyuta menjelaskan.

Hampir tiga tahun berkiprah di belantika musik lokal, dua buah lagu sudah berhasil di telurkan oleh Detig Band, yaitu pertama berjudul “Jangan Tinggalkan” ciptaan dari Seno serta “Cepat Bertemu” ciptaan dari Wahyuta. Saat ini, ke dua lagu ini sedang dalam proses track yang selanjutnya akan di kirimkan ke berbagai industri musik.

“Dua lagi ini sedang dalam proses nge-track. Rencananya sih kalau sudah jadi, hasilnya akan kita kirimkan ke beberapa prosuder musik dan juga beberapa radio yang ada di Kota Medan. Sebenarnya tidak dua lagu itu saja, karena kita juga sedang mempersiapkan lagu lainnya,” tambah Wahyuta.

Sebelum terjun dan bersaing ke level nasional, berbagai ajang festival dan juga event musik lokal dijadikan Detig Band sebagai ajang untuk menambah pengalaman dan juga mengasah mental para personilnya. Dari ajang festival, Detig Band pernah menyabet Juara III Umum dalam festival musik Kampus Medan.

Pesatnya persaingan di dunia musik baik tingkat lokal dan terlebih-lebih di tingkat nasional juga di akui oleh para personil Detig Band. Selain masalah kualitas, menurut Detig Band, kekompakan antar personil menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dalam bersaing dengan grup band lainnya.Oleh karena itulah, dari sejak terbentuk, Detig Band mencoba untuk bisa menjaga kekompakan antara personil satu dengan yang lainnya.

“Yang pasti, ke depannya kita ingin lebih baik lagi dari sekarang. Apalagi persaingan di dunia musik sekarang ini juga bukan hal yang mudah. Makanya, sejak terbentuk kita sudah berkomitmen untuk saling menjaga kekompakan. Ini menurut kami yang sangat penting dalam mempersiapkan persaingan tersebut. Ya… paling tidak kekompakan itu, saat ini kita lakukan dengan latihan rutin bersama,” seru Wahyuta mewakili personil lainnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: