Oleh: triy | September 27, 2008

Dua Mumi Janin di Makam Raja Tutankhamun Adalah Anak Kembarnya

mummi

mummi

Dua janin yang ditemukan di makam Raja Firaun, Tutankhamun menurut para ahli adalah bayi kembar wanita dan anak-anak dari sang Firaun yang masih berusia belasan tahun itu.

Profesor Robert Connolly yang merupakan pakar anatomi yang bekerja bagi pemerintah Mesir, menganalisa mumi Tutankhamun itu dan juga dua anak-anaknya yang baru lahir. Dia akan membahas masalah penemuannya ini dalam tajuk Farmasi dan Medis di Konferensi Mesir Kuno di Universitas Manchester. Salah satu janin yang sudah menjadi mumi itu (gambar kanan) ditemukan di makam Firaun bersamaan dengan harta karun bernilai lainnya.

Professor Connolly mengungkapkan, “Kedua janin yang berada di makamnya Tutankhamun itu bisa jadi masing-masing kembar meski ukuran mereka berbeda dan kemungkinan akibat gagalnya kehamilan ibu yang masih muda.”

Ditambahkannya, “‘Saya sudah mempelajari mumi-mumi itu, khususnya yang lebih besar di tahun 1979 dan mengumpulkan data kelompok darah dari bayi mumi ini serta membandingkannya dengan yang ditemukan tahun 1969 kelompok darah Tutankhamun. Hasilnya menegaskan bahwa janin bayi yang yang lebih besar itu bisa jadi anak perempuannya Tutankhamun. Kini kita memercayai bahwa kedua janin itu adalah kembar dan mereka adalah anak-anaknya.’

Tutankhamun lahir sekitar tahun 1341 SM dan wafat kurang satu dekade usai menaiki tahta di usia delapan atau sembilan tahun. Keluarga raja yang masih muda itu sudah lama menjadi misteri bagi para ahli.

Arkelolog Inggris Howard Carter tahun 1922 berhasil menemukan janin-janin yang sudah menjadi mumi itu tatkala ia juga menemukan penemuan terbesar pada makam Firaun muda ini.

Banyak para cendikiawan meyakini ibu kedua janin ini adalah Ankhesenamun, satu-satunya istri Firaun yang diketahui sejarah. Kendati demikian, sejumlah ilmuwan mengatakan kedua janin itu ditempatkan di makam Raja Tut untuk ‘hidup sebagai bayi baru seusai kematiannya’.

Lebih dari 100 delegasi dari 10 negara termasuk Direktur Biro Budaya Kedubes Mesir di Inggris dan para peneliti dari Konservasi Tanaman Medis Mesir di Sinai dan British Museum turut hadir dalam konferensi tersebut.

Konferensi ini merupakan yang pertama kalinya bagi internasional yang bertujuan untuk membawa bersama praktik perawatan kesehatan ala Mesir Kuno, baik itu farmasi dan medis, dan juga mempelajari 70 persen ramuan farmasi yang digunakan dalam medis oleh orang-orang Mesir kuno yang hinga kini masih tetap digunakan.

Sumber : Global


Responses

  1. iya ya aneh sekali


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: