Oleh: triy | September 26, 2008

Kelompok Primata Langka Ditemukan di Kamboja

Siamang

Siamang

Dua populasi baru dari spesies primata yang langka di mana keduanya berjumlah ribuan ekor ditemukan di sebuah cagar alam Kamboja. Survei terkini memperkirakan 42.000 ekor siamang doucs hitam dan 2.500 siamang berpipi kuning berhabitat di Seima Biodiversity Conservation Area, Kamboja. “Primata Kamboja ini tidak diragukan lagi mewakili populasi dunia dari spesies lain yang ada,” jelas penulis sekaligus poemimpin laporan ini Tom Clements, peneliti di Wildlife Conservation Society (WCS).

Sebelum survei ini, populasi spesies siamang doucs hitam berjumlah 600 ekor dan 200 ekor siamang berpipi kuning di sekitar Vietnam. Primata-primata ini masuk dalam daftar hewan terancam punah di International Union for Conservation of Nature (IUCN). Mereka juga termasuk dalam 70 persen spesies primata Asia yang mengalami penurunan drastis.

Kedua jenis siamang ini termasuk primata yang menetap di pepohonan yang tinggi. Antara tahun 2005 hingga 2008, Clements bersama timnya melakukan survei tahunan di radius 300 mil persegi kawasan di Kamboja guna memperoleh taksiran populasi yang akurat.

Perburuan dan penebangan hutan adalah sekian dari ancaman terbesar bagi primata yang baru ditemukan ini, ujar para ahli. Survei ini juga menyoroti keberhasilan sejumlah program konservasi seperti cagar alam Seima. “Hewan-hewan ini kemungkinan tetap berada di Kamboja disebabkan kombinasi beberapa faktor seperti kawasan yang tak terjangkau, keberhasilan perlindungan habitat dari konsesi penebangan hutan tahun 1990-an, dan program konservasi terkini yang didukung pemerintah setempat,” kata Clements.

Patricia Wright adalah direktur Institute untuk Konservasi Lingkungan Alam Tropis di Stony Brook University di New York. Dia percaya temuan ini merupakan indikasi keanekaragaman hayati yang berpotensi di kawasan itu, di mana sumber alamnya benar-benar dilindungi.

“Kawasan di mana dua spesies ini dijumpai merupakan daerah yang belum dikaji dimana ia dipenuhi dengan hutan berpegunungan batu gamping. Dan itu adalah habitatnya primata khusus pemakan daun. Masih banyak tugas kita ke depan untuk memastikan habitat dan populasi primata baru ini agar terlindungi di masa mendatang,” tegas Wright yang menjabat sebagai penasihat di National Geographic Conservation Trust.

Sumber : Global

Iklan

Responses

  1. Wah jadi tamabah temen… :mrgreen:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: