Oleh: triy | September 25, 2008

Ditemukan, 113 Spesies Hiu dan Pari Baru di Australia

hiu

hiu

Hasil bukti DNA sudah membantu mengidentifikasi sebanyak 113 ekor hiu dan pari baru termasuk seekor hiu gergaji kurus dan seekor hiu sungai, demikian yang diumumkan para ilmuwan, Kamis pekan lalu. Hampir setengah ikan hiu dan pari yang baru diberinama itu ditemukan di Australia.

Salah seekor yang unik adalah ikan hiu berkerah dan berkulit permadani yang belum pernah ditemukan sebelumnya sebab ia kerap mati di dalam perut hiu lainnya. Beberapa ekor hiu ini sebagiannya terancam punah dan kata para ilmuwan masih banyak lagi ikan hiu jenis lainnya yang belum diberinama.

Selama studi 18 bulan, para peneliti menggunakan berbagai teknik genetik guna membantu menguak spesies tersebut secara ilmiah yang beberapanya sudah berada dalam koleksi museum Australia, Selandia Baru dan Eropa.

Sekilas, sebagian ikan-ikan tersebut nampak sama dan sulit dibedakan. Mereka bahkan berbagi habitat yang sama. “Kami mengulas keseluruhan hiu dan pari di sana. Mereka bahkan berenang saling berdekatan. Namun, sedikit sekali yang kita ketahui tentang mereka” jelas pakar taksonomi ikan, Peter Last yang memimpin proyek untuk Australia’s Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO).

Tetapi dengan meneliti DNA, para ilmuwan mampu menguak perbedaan yang tak terlihat. “Dalam beberapa kasus, apa yang dianggap spesies hiu tunggal ternyata terdiri dari lima spesies,” tambahnya.

Sebelum berpisah sekitar 160 juta tahun silam, Australia dan Amerika Selatan bersatu di supercontinent Gondwana. Persamaan kedua spesies hiu tersebut menjelaskan bahwa mereka dulunya berasal dari satu spesies yang berhabitat di perairan pantai Gondwana. Sejak terpisah, hiu-hiu itu berkeliaran di pantai-pantai Australia dan Amerika Selatan, tambah Last.

Clive Roberts, kurator ikan di Museum of New Zealand mengungkapkan, “Banyak ikan-ikan hiu ini berkembang dengan lambat. Mereka berumur panjang dan termasuk pengembak biak yang lambat mungkin sekali setiap dua tahun. Di samping itu mereka rentan dengan penangkapan dan dengan cepat mengalami kepunahan. Itu semua sudah terdokumentasi di sekitar perairan Australia.”

Ditambahkannya, “Kami masih mencoba menguak beberapa spesies lainnya di kedalaman 10 atau 13 kaki (3 atau 4 meter) dan kami ingin menghetahui apa yang sudah dan bakal kami peroleh.”

Sumber : Global

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: