Oleh: triy | September 18, 2008

Kapal Hantu Mary Celeste

Sunday 04 February 2007
Kapal Hantu Mary Celeste

[ image disabled ] Kapal itu terapung-apung di tengah Samudera Atlantik. Tanpa awak, terombang-ambing mengikuti arah angin. Ditemukan masih berlayar tak jauh dari gugus Kepulauan Azores Portugal, sekitar 500 mil dari Pulau St Maria. Inilah kisah kapal hantu Mary Celeste yang menggemparkan dunia.

November, seratus tiga puluh empat tahun lalu, kapal jenis brigantine (kapal layar bertiang dua) terdaftar berlabuh di Pelabuhan Staten Island, New York. Kapal yang dikomando Kapten Benjamin Briggs itu dilaporkan memuat sejumlah produk alkohol dari perusahaan Meissner Ackermann & Coin. Dijadwalkan berangkat dari New York, Amerika Serikat menuju Genoa, Italia dengan tujuh kru plus sang kapten, istrinya Sarah E Briggs dan putri mereka yang berusia dua tahun Sophia Matilda.

Pada 7 November 1872, Mary Celeste berlayar di hari yang cerah melintasi rute pelayaran normal menuju Samudera Atlantik. Tak satu pun yang menyangka bahwa itulah pelayaran terakhir Mary Celeste. Tidak diketahui penyebabnya, namun kapal itu diduga melintasi perairan paling menakutkan di Atlantik, yaitu Segitiga Bermuda dan menyisakan misteri. Mary Celeste dikabarkan hilang dan seluruh krunya tak pernah ditemukan.

Tujuh hari setelah Mary Celeste berlayar, sebuah kapal layar Inggris “Dei Gratia” yang dikomando Kapten David Reed Morehouse melintasi rute yang sama dengan Mary Celeste. Dalam pelayaran melintasi gugus Kepulauan Azores, Portugal, Dei Gratia melihat noktah aneh di perairan lepas.

Kosong Tanpa Awak
[ image disabled ] Tercatat pada 4 Desember 1872, kru Dei Gratia mengidentifikasi bahwa noktah itu adalah sebuah kapal jenis brigantine bertiang dua. Setelah memantau melalui teropong selama dua jam, mereka menyimpulkan bahwa kapal itu terapung-apung tak tentu arah.

Kapten David Reed Morehouse memerintahkan membuka kontak signal dengan kapal tersebut, siapa tahu kapal asing itu memerlukan bantuan. Namun tak ada balasan signal dari kapal yang terapung tersebut.

Perwira kapal Dei Gratia Oliver Deveau atas perintah Kapten Reed, menurunkan sekoci dan mengayuh mendekati kapal yang bernama lambung Mary Celeste itu. Ketika ia dan beberapa kru menaiki Mary Celeste, mereka tak mendapat sambutan di dek kapal.

Setelah melakukan pemeriksaan keliling di dek luar, mereka tidak menemukan seorang pun manusia di kapal itu.

Oliver Deveau dan kru memeriksa seluruh bagian kapal. Mereka melaporkan bahwa kapal tersebut dalam kondisi sangat laik untuk melaut, dengan muatan kargo 1.700 barel alkohol dalam drum.
Seluruh kabin tampak pernah dihuni, bahkan di pantri (dapur kapal) masih terlihat sepanci sayuran di atas kompor yang sudah mati.

Beberapa pintu kapal memang terbuka dan dek kapal dekat ruang pompa air tergenang air laut dengan sebuah pompa air yang masih beroperasi. Sementara di dalam gudang perbekalan, masih tersisa banyak makanan dan bergalon-galon suplai air putih untuk perbekalan enam bulan.

Tampaknya kapal Mary Celesta ditinggalkan seluruh kru dan penumpangnya secara terburu-buru. Dibiarkan kosong dan tetap berlayar menuju pelabuhan terakhir. Mengapa demikian?.

Global | Medan


Responses

  1. Elwin HG

  2. hhati hati lah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: