Oleh: triy | September 18, 2008

Hantu-hantu di Borley Rectory

Sunday 28 January 2007
Hantu-hantu di Borley Rectory

[ image disabled ] Laporan pertama tentang adanya hantu di Borley Rectory yang terungkap oleh paranormal tercatat sekitar 1863. Di masa itu, beberapa penduduk lokal sering mendengar suara langkah kaki di dalam bangunan kosong tersebut.

Pada 28 Juli 1900, empat putri Henry DE Bull melaporkan telah menyaksikan hantu seorang biarawati berjarak 40 yard dekat rumah tersebut. Mereka mencoba berbicara dengan hantu tersebut, namun ia menghilang saat didekati.

Beberapa orang juga sempat menyaksikan berbagai kejadian yang aneh, seperti penampakan kereta kuda siluman yang dikemudikan oleh dua penunggang kuda tak berkepala selama empat dekade. Henry DE Bull sendiri wafat pada 1892, sementara putranya Pendeta Harry Bull mengambil alih kepengurusannya.

Pada 1911, Harry Bull menikahi seorang janda muda bernama Ivy dan pasangan ini pindah bersama putri Ivy ke Borley Rectory hingga 1920, di mana dia mengambil alih rumah dinas tersebut, sementara saudari-saudarinya yang belum menikah pindah ke Chilton Lodge beberapa mil jauhnya. Sebelumnya, adik-adiknya melaporkan sering melihat bayangan biarawati yang gentayangan di rumah tersebut. Pada 9 Juni 1927, Harry Bull wafat dan rumah dinas ini menjadi terbengkalai.

Tengkorak Kepala
Pada tahun berikutnya, 2 Oktober 1928, Pendeta Guy Eric Smith bersama istrinya pindah ke rumah itu. Tak lama setelah mereka pindah, saat Nyonya Smith membersihkan sebuah lemari, secara tak sengaja ia menemukan sebuah bungkusan kertas. Ketika dibuka, di dalamnya terdapat tengkorak kepala wanita.

Keluarga ini melaporkan berbagai kejadian aneh, seperti terdengarnya dentingan lonceng, cahaya di jendela, langkah-langkah kaki, jendela-jendela terbanting dan putri mereka terkunci dalam sebuah ruangan tanpa ada kunci. Sebagai tambahan, Nyonya Smith melihat sebuah kereta yang ditarik oleh seekor kuda di malam hari.

Keluarga Smith ini lantas menghubungi Suratkabar Daily Mirror untuk meminta mereka dimasukkan dalam Society for Psychical Research. Pada 10 Juni 1929, surat kabar ini mengutus seorang wartawan yang kemudian menulis serangkaian artikel pertama seputar misteri Borley.

Suratkabar ini juga menghubungi Harry Price, seorang peneliti paranormal yang mengadakan kunjungan pertamanya ke tempat itu, sehingga langsung melejitkan namanya. Dia tiba pada 12 Juni. Dengan serta-merta muncul fenomena pelemparan batu, vas bunga dan benda-benda lainnya. “Pesan-pesan makhluk halus” berhasil direkam dari bingkai sebuah cermin.

Akhirnya, karena kondisi rumah yang makin mulai parah, keluarga Smith meningalkan Borley pada 14 Juli 1929.

Pesan Misterius
Pendeta Lionel Foyster, sepupu Bulls bersama istrinya akhirnya bersedia pindah ke Borley Rectory bersama putri angkat mereka Adelaide pada 16 Oktober 1930. Lionel Foyster menulis berbagai kejadian aneh yang dialaminya, yang kemudian dikirimkan ke Harry Price. Price memperkirakan bahwa antara kepindahan Foyster pada Oktober 1930-Oktober 1935, sekitar dua ribu kejadian aneh telah terjadi di sana, termasuk deringan lonceng pintu, batu-batu dan botol beterbangan dan goresan di dinding. Istri Lionel Foyster bernama Marianne melaporkan kepada suaminya seluruh fenomena aneh tersebut, termasuk tubuhnya yang kerasukan dan sejumlah pesan misterius di dinding.

Pada suatu kejadian, Adelaide bahkan diserang oleh “sesosok yang mengerikan”. Dua kali Pendeta Foyster mencoba melakukan pengusiran setan, namun upayanya gagal. Di tengah-tengah upaya pertamanya, pendeta ini terkena lemparan sebuah batu seukuran kepalan tangan di pundaknya.

Akibat publikasi di Daily Mirror, kejadian-kejadian aneh tersebut menarik perhatian orang banyak, mulai dari para peneliti fisika yang bersedia menyelidikinya dan beberapa relawan lainnya. Marianne Foyster kemudian menyatakan bahwa dia merasakan adanya fenomena paranormal lainnya.

Keluarga Foyster lantas meninggalkan Borley disebabkan kesehatan Lionel yang memburuk. Harry Price setelah lima tahun vakum, berniat menyewa gedung tersebut selama setahun pada Mei 1937-Mei 1938. Melalui sebuah iklan di Suratkabar The Times pada 25 Mei 1937 dan wawancara pribadi, dia merekrut Korps 48 “Official Observers” yang sebagian besar mahasiswa dan menghabiskan masanya di rumah dinas tersebut untuk melaporkan sejumlah kejadian aneh yang mereka alami.

“Perburuan” Hantu
Maret 1938, Helen Glanville yang bertugas di Badan Ouija di Streatham, London mencoba mengadakan kontak dengan para makhluk halus atas permohonan Price. Pertama-tama, ada seorang biarawati yang menyebutkan dirinya sebagai Marie Lairre. Dikatakannya, dia sudah dibunuh di rumah Dinas Borley tersebut. Jawaban-jawabannya sangat erat berkaitan dengan legenda yang ada.

Nama Prancisnya sangat membingungkan. Dia adalah seorang biarawati asal Prancis yang meninggalkan ordo religiusnya dan hidup di Inggris. Sementara sang kekasihnya adalah Henry Waldengrave, si pemilik rumah besar abad ke-17. Price merasa yakin bahwa hantu biarawati tersebut adalah Marie Lairre yang sudah bergentayangan dari generasi ke generasi.

Ia gentayangan karena mencari jasadnya agar mendapat upacara dan kuburan yang selayaknya.
Coretan di dinding adalah ungkapan permintaannya kepada siapa saja yang menghuni rumah Borley Rectory. Ini mungkin bisa menjelaskan kejadiannya.

Pada Februari 1939, si pemilik rumah dinas yang baru tersebut melaporkan bahwa sebuah lampu minyak terjatuh menimpa sejumlah kotak yang belum terbuka. Kebakaran pun terjadi dengan cepat dan rumah dinas Borley pun hancur terbakar. Seseorang mengungkapkan bahwa dia melihat sesosok hantu biarawati di jendela lantai atas.

Harry Price lantas melakukan penggalian di pilar-pilar reruntuhan rumah itu dan ia menemukan dua tulang wanita muda. Hasil penggalian lebih lanjut tidak membuahkan hasil apa-apa.

GLOBAL | Berbagai sumber


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: