Oleh: triy | September 14, 2008

Sepotong Kisah Ludwig II, Raja Bavaria yang Eksentrik

Eksentrik. Mungkin inilah pilihan kata yang tepat untuk menggambarkan citra Ludwig II, seorang raja penguasa Bavaria (Jerman) pada kurun waktu 1864-13 Juni 1886. Terkenal sebagai raja dengan “kegilaannya”, sehingga berjuluk Ludwig The Mad (Ludwig si Gila).

Bukan sekadar impian, Ludwig II yang mencetuskan ide untuk mendirikan kastil yang sebelumnya hanya ada dalam negeri dongeng. Fantasinya benar-benar terwujud dengan berdirinya Neuschwanstein Castle, kastil yang hingga kini menjadi objek wisata utama yang paling terkenal di wilayah Bavaria, Eropa.

Ludwig lahir di Nymphenberg (wilayah Munich) pada 25 Agustus 1845. Ia adalah anak Raja Maximilian II, penguasa Bavaria dan Ratu Marie dari Prussia. Sebagai anak yang besar di lingkungan kerajaan, masa kecil Ludwig dinilainya sangat membosankan. Mungkin karena banyaknya aturan kerajaan dan ketidakbebasannya bermain seperti anak-anak orang biasa, memicu Ludwig tumbuh sebagai pribadi yang eksentrik dan menyimpang.

Sejak kecil, Ludwig sudah tertarik dengan dunia arsitektur. Ia paling suka bermain dengan balok-balok batu atau kayu yang disusunnya menjadi sebuah bangunan menyerupai istana. Namun saat ia tumbuh remaja, Ludwig mulai tertarik dan menjalin hubungan persahabatan yang “aneh” dengan asisten pribadinya yang tampan, Paul ML.

Kedua pemuda ini sering menghabiskan waktu bersama. Sering berkuda atau mengendarai kereta kuda keliling Innsburg, sebuah lokasi berkuda di wilayah Austria (sekutu Bavaria). Atau membaca puisi bersama, bahkan menonton opera karya Richard Wagner.

Namun saat mulai semakin dewasa, hubungan mereka mulai retak saat Paul mulai tertarik dengan wanita. Ludwig segera melupakannya dan bergaul dengan sepupunya Elisabeth, Putri Kerajaan Austria. Keduanya memang sama-sama menyukai keindahan alam dan puisi. Saking akrabnya, mereka punya julukan Elang dan Camar.

Saat remaja inilah Ludwig begitu terkesan dengan pementasan opera romantis Lohengrin yang ditulis oleh seorang seniman bernama Richard Wagner. Kelak Ludwig II yang sangat mengidolakan Wagner mendukung penuh pembiayaan karya-karya seni Wagner dan menjalin hubungan harmonis dengannya. Wagner yang banyak menginspirasi impian-impian Ludwig dalam dunia khayalan.

Berhubung Raja Maximilian II wafat pada 10 Maret 1864, Ludwig II yang masih berusia 18 tahun dinobatkan menjadi raja. Saat itu Ludwig mengubah sistem pemerintahan Bavaria. Roda pemerintahan dijalankan oleh sejumlah menteri negara dan parlemen Bavaria. Sebuah bentuk monarki-demokratis. Peran raja hanya sebagai simbol kepemimpinan dan tidak banyak berperan dalam pemerintahan. Sistem ini memungkinkan Ludwig II untuk bebas mengembangkan ide, mimpi dan melakukan semua hobinya, tanpa dipusingkan urusan negara.

Sementara pada masa pemerintahannya, urusan politik dan diplomatik Bavaria mengalami masalah. Prussia dan Austria yang berperang melibatkan Bavaria. Bavaria berpihak pada Austria. Namun karena kalah perang, Bavaria lantas memihak Prussia (1867). Saat itu Prussia terlibat perang menentang Prancis dalam Franco-Prussian War (1870-1871). Atas permintaan Otto von Bismarck (bangsawan Prussia), Ludwig menyetujui usulan penyatuan wilayah Jerman sebagai Kekaisaran Jerman pada Desember 1870.

Di masa pemerintahan yang genting dan semakin tipisnya kas negara, Ludwig II justru ingin mewujudkan impiannya membangun kastil. Rencana itu dimulainya tahun 1868. Ia mendikte idenya pada sejumlah artis, agar bisa membuat rancangan kastil dan puri berbentuk aneh yang sangat bernuansa fantasi.

Dari beberapa rancangan, Ludwig II ingin memulai dari sebuah kastil yang dibangun di ketinggian gunung. Kastil yang tersaput awan dengan pemandangan lembah yang menawan. Rencananya, kastil itu akan dibangun di dekat air terjun Pollat di sebuah gunung berbatu kawasan Vordenhohenschwangau.

Lokasi yang dipilih adalah bekas lokasi kastil tua yang sudah rubuh. Ludwig II berencana untuk membangunkan kembali semangat legendaris kesatriaan bangsa Germanic kuno, namun juga semangat dalam drama Tannhauser yang penuh mimpi.

Kastil yang diberi nama Neuschwanstein Castle itu pun akhirnya dikerjakan dan selesai dibangun. Hingga kini masih berdiri kokoh dan megah di Pegunungan Alpen Bavaria (Bavarian Alps), Jerman dan menjadi salah satu daerah kunjungan wisata utama di Jerman.*

“Kegilaan” Ludwig II
[ image disabled ] Jatuhnya buah tak jauh dari pohonnya, begitu kata pepatah lama. Hal ini juga berlaku pada raja Ludwig II. Banyak perilaku eksentriknya yang membuat orang geleng kepala. Tetapi bukan hanya Ludwig II yang bertingkah aneh, ayah, kakek dan bibinya juga punya kebiasaan aneh.

Eksentriknya Ludwig II dimulai sejak ia remaja. Ludwig II suka beraktivitas di malam hari dan tidur di pagi hari. Kegemarannya adalah menunggang kuda berkeliling Inssbruck (Austria) menjelang tengah malam hingga subuh.

Anehnya, ia hanya berkeliling di sepanjang rute pelatihan menunggang kuda yang melingkari sebuah lapangan. Ia melakukan putaran berpuluh kali sampai berganti-ganti kuda. Dalam benaknya, ia berkhayal sedang melakukan perjalanan jauh ke negeri antah berantah.

Kebiasaan ini sangat sering dilakukannya. Menjadi semacam hobi khusus yang dilakukan selama sekian lama. Seusai menunggang kuda, ia biasanya memberikan hadiah-hadiah mewah kepada penjaga kudanya.

Kebiasaan lain, Ludwig II suka menonton opera dan pertunjukan seni. Usai menonton opera, biasanya ia meniru tingkah laku tokoh utama cerita, bagai seorang pangeran tampan dari negeri dongeng yang ingin menyelamatkan seorang putri.

Kecintaannya pada karya seni dan literatur juga diejawantahkannya dalam membaca puisi dengan suara sekuat-kuatnya. Jika pengawalnya tampak begitu gelisah dan tegang akibat ulahnya, Ludwig II merasa sang pengawal terlalu lelah. Ia pun menyiapkan sebuah kursi empuk dan menyuruh pengawalnya beristirahat di kursi itu.

Bukan hanya itu, Ludwig II juga diduga kuat mengidap kelainan seksual. Banyak yang percaya ia adalah pangeran tampan yang homoseksual.

Lalu saat menjadi raja, ia memerintahkan seniman idolanya Richard Wagner berkarya dengan biaya sepenuhnya dari kerajaan. Ia begitu tergila-gila pada Wagner, hingga sangat memujanya dan menganggapnya sebagai “dewa seni”.

Kegilaan lainnya, Ludwig II suka merencanakan pembangunan kastil dan puri dalam bentuk aneh (di masanya), menggambar rancangan bangunan yang hanya ada di dunia dongeng. Dari semua rancangannya, hanya satu yang terwujud, itupun saat Kerajaan Bavaria diambang kebangkrutan. Namun kastil itu hingga kini masih tetap berdiri, dikenal sebagai Neuschwanstein Castle.

Di penghujung hidupnya, Ludwig II mengurung diri di Neuschwanstein Castle. Bahkan ia pernah menunggang kereta kerajaan berkeliling hutan dan lereng gunung saat musim salju mendera. Ia membawa sejumlah pengawal bersenjata dengan kuda-kuda spesial. Namun seluruh pengawal dan pembantu yang dibawa tur tak tentu arah itu diperintahkannya mengenakan kostum yang mirip dengan pakaian Prancis kuno di masa jaya Raja Louis XIV (1638-1715). Louis XIV adalah raja idolanya. (berbagai sumber)*

Neuschwanstein Castle Inspirasi Kastil Negeri Dongeng
[ image disabled ] Ludwig II memang eksentrik. Di tengah kekacauan politik dalam dan luar negeri dan keuangan kerajaan yang bangkrut, ia justru memerintahkan pembangunan sebuah istana megah. Kastil yang sebelumnya hanya ada dalam khayalan semua orang, kini berdiri megah di Pegunungan Bavarian Alps di Selatan Jerman.

Kastil itu adalah satu dari puluhan rancangan kastil yang ingin diwujudkannya. Berada di dekat air terjun Pollat dengan panorama danau, kastil dibangun di puncak salah satu bukit di Pegunungan Alp, satu untaian pegunungan bersalju terbesar di kawasan Eropa, yang kini menjadi daerah tujuan wisata musim dingin.

Untuk mewujudkan pembangunan itu, Ludwig II menggunakan semua harta pribadinya, sampai akhirnya kastil itu pun selesai dibangun. Ia memberi nama kastil itu sebagai Neuschwanstein Castle. Nama ini sangat erat kaitannya dengan kisah Kepahlawanan Satria Angsa (swan knight hero) masa Germanic Kuno dalam opera Lohengrin karya seniman idolanya Richard Wagner.

Pembangunan kastil ini dimulai sejak tahun 1868, namun baru ditempatinya pada awal tahun 1880-an. Kastilnya ini memang luar biasa indah, megah, namun sedikit kekanak-kanakan, karena Ludwig II merancangnya berdasarkan khayalan masa kecilnya tentang sebuah puri di negeri dongeng.

Begitu pun, kastil ini kemudian menjadi terkenal di Eropa. Mulai dari berdirinya sampai kini, orang tetap saja kagum pada arsitekturnya yang berbeda dengan kastil-kastil di masanya. Bahkan Walt Disney memakai model kastil tersebut untuk menghidupkan dongeng Sleeping Beauty. Lalu model kastil ini pula yang didirikan Walt Disney di Disney Land, taman hiburan fantasi.

Masa Akhir Ludwig II
[ image disabled ] Di penghujung pemerintahannya (1880-an), setelah Neuschwanstein Castle selesai dibangun, Ludwig II menghabiskan waktunya di sana. Ia semakin jarang terlihat di luar kastil.

Walau pun ia eksentrik dan banyak menuai kritik dan cibiran, namun sebagian rakyat Bavaria sangat menyukainya. Ludwig II memberikan perubahan besar pada kehidupan rakyat. Ia menghindari perang, sehingga selalu membawa damai dan memberi kesempatan pada rakyat untuk bekerja dan membuka usaha. Ia juga tidak menggunakan anggaran kerajaan untuk membangun kastil pribadinya. Dan ia sangat ramah pada penduduk, tak menyukai protokoler istana yang formal dan suka berbincang dengan rakyat jelata. Ia juga sangat royal memberikan hadiah pada rakyat dan pembantunya.

Namun, Ludwig dinyatakan menderita sakit jiwa oleh keluarga kerajaan. Ia diasingkan ke Schloss Berg di pinggiran Munchen untuk menjalani perawatan (Juni 1886). ]
Salah seorang pamannya, Luitpod, mengambil alih pemerintahan sebagai Raja Bavaria, karena Ludwig hingga akhir hayatnya tidak pernah menikah dan menggauli wanita.

Pada 12 Juni 1886, ia dan dokter pribadinya Bernhard von Gudden terlihat berjalan-jalan di hutan sekitar Schloss Berg. Sejak itu keduanya tidak pernah kembali lagi. Pada 13 Juni 1886, jasad Ludwig II dan Gudden ditemukan mengambang di sebuah danau di Starnberger dekat Schloss Berg. Hingga kini kematian Ludwig II masih menyimpan misteri. Apakah ia tewas dibunuh, bunuh diri, atau kecelakaan? Tak ada yang tahu.*

Sekilas Bavaria
Bavaria adalah sebuah sebuah wilayah free state di Jerman. Terbentang seluas 70.553 km² dengan jumlah penduduk 12,4 juta jiwa.

Beribukota Munich di wilayah paling selatan Jerman. Wilayahnya meliputi sebagian gugus Pegunungan Alpen (Bavarian Alps). Wilayah Utaranya dihuni oleh bangsa Celtik dan ras sub suku Jerman lainnya sebagai bagian dari Kekaisaran Romawi kuno.

Secara internasional, Bavaria berbatasan dengan Austria dan Republik Czech serta Switzerland (di seberang Danau Constance). Wilayah tetangganya di Jerman antara lain Baden-Württemberg, Hesse, Thuringia dan Saxony. Dua sungai besar mengalir melalui daerah ini, Sungai Danube (Donau) dan Main.

Bavarian Alps berbagi perbatasan dengan Austria dan deretan puncak tertinggi di Jerman, Zugspitze.

Kota-kota besar di Bavaria adalah Munich (München), Nuremberg (Nürnberg), Augsburg, Regensburg, Würzburg, Ingolstadt, Fürth dan Erlangen.(Berbagai sumber)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: