Oleh: triy | September 14, 2008

Episode Kekaisaran Norton1 Di San Fransisco

“I’m the Emperor of the United States!”
Begitu pernyataan tegasnya saat menyerahkan sebuah deklarasi pada redaksi San Francisco Bulletin oleh seorang lelaki berseragam biru tua dengan hiasan renda emas khas perwira angkatan darat Amerika Serikat (AS) tahun 1800-an. Seragam itu tampak tua lusuh dan pudar, namun lelaki itu tampil sangat bersahaja penuh percaya diri dan bersikap penuh wibawa.

San Francisco Bulletin kemudian memuat deklarasi itu di halaman pertama pada September 1859–sebuah deklarasi yang menggemparkan dan memancing perhatian seluruh warga Kota San Frasisko.

Sejak itu, lelaki bernama Joshua Abraham Norton itu pun dikenal sebagai “Kaisar Norton I”. Walau perintahnya tidak pernah dianggap serius, tetapi seluruh warga San Francisco memperlakukannya dengan hormat dan ramah, seolah ia memang seorang kaisar.

Tingkah laku lelaki berkumis dan berjambang lebat itu selalu menarik minat banyak warga San Fransisko. Sifat dan sikapnya yang eksentrik seolah memang benar ia sebagai kaisar yang berkuasa. Ia menghidupkan dunia khayal dan obsesi, mencampuradukkan kehidupan nyata dan maya. Hingga akhir hayatnya, ia tetap dikenang sebagai seorang “kaisar”!

“Kekaisaran” Norton I
Tak ada yang tahu pasti siapa Joshua A Norton yang berjuluk Kaisar Norton I itu sebelum deklarasi dan kisahnya dimuat San Francisco Bulletin. Pada deklarasi bertanggal 17 September 1859 itu, Norton menyerukan telah terjadi penyimpangan, sehingga ia merasa perlu untuk menyelamatkan eksistensi seluruh negara bagian di Amerika Serikat demi stabilitas dan integritasnya sebagai sebuah negara di bawah kepemimpinannya, Norton I, Kaisar Amerika Serikat.

Dalam upaya menyelamatkan AS dari pejabat yang korup, ia mengundang parlemen untuk bertemu di Musical Hall San Francisco pada awal Februari 1860. Ia juga kemudian menyerukan agar Meksiko membatalkan status otonomi khususnya dan berada di bawah perlindungan AS dengan kepemimpinannya. Maka ia melengkapi gelarnya menjadi Norton I, Kaisar AS dan Pelindung Meksiko (Emperor of the United States and Protector of Mexico).

Sejak deklarasi dipublikasikan, masyarakat San Fransisko pun menganggap Norton I sebagai “kaisar” bagi mereka. Meski bukan dalam kepemerintahan sesungguhnya, tetapi mereka “menghargai sikapnya yang berani” menentang ketidakberesan dalam pemerintahan AS masa itu.

Sementara bayangan pecahnya Perang Sipil mulai nyata, kehadiran Norton menjadi semacam “penyegaran” dalam ketidakpastian politik yang mencekam, dan ketidakstabilan ekonomi masa itu.

Maka Norton menjadi simbol “pemberontakan” dalam arti yang bersifat anekdot!
Norton pun kerap berlaku sebagai pemimpin yang baik. Ia senantiasa melakukan inspeksi di jalanan Kota San Fransisko dengan seragam biru resmi tentara AS yang dipadunya dengan hiasan rumbai khas kerajaan yang menjadi pakaian kekaisarannya. Ia juga melengkapi penampilannya dengan topi tinggi yang dihias bulu merak. Terkadang juga membawa sebuah tongkat atau payung.

Dalam inspeksinya, ia memeriksa kondisi trotoar jalan, fasilitas publik, dan kehadiran petugas polisi di posnya. Ia juga senang memberikan komentar dan menilai sesuatu yang dianggapnya tidak benar atau sekadar beramah tamah dengan warga, persis seperti seorang pejabat kepada rakyatnya. Ia melakukan hal itu dengan sikap anggun dan bersahaja.

Pada masa demonstrasi anti-China di beberapa tempat di San Fransisko menggejala (antara 1860- 1870), yang bahkan sampai menimbulkan kerusuhan, peran Norton ternyata mampu meredakan situasi.

Suatu hari, saat demonstrasi mulai memanas menjadi kerusuhan, Norton muncul di tengah dua massa yang berhadapan. Ia tetap berdiri tegak dan berupaya memenangkan massa. Lalu ia berdoa secara terus-menerus hingga kedua kubu massa akhirnya terharu pada sikapnya dan
membubarkan diri. Tindakan luar biasa ini menimbulkan kekaguman warga yang kini semakin mencintainya.

Walau ia tak memiliki uang sepeser pun, Norton selalu diterima dengan baik makan di restoran terbaik San Fransisko. Bahkan akhirnya ia disediakan meja khusus yang bertuliskan “Disediakan untuk Kaisar Norton I”. Lalu warga kota memberi penghormatan khusus bagi Norton. Setiap pertunjukan di San Fransisko, pasti menyediakan balkon khusus (VIP) untuk Norton. Pada 1867, seorang polisi bernama Armand Barbier menangkap Norton karena dianggap gila. Penangkapan itu ternyata memicu kemarahan warga San Fransisko. Mereka menuntut agar Norton dibebaskan.

Akhirnya karena kuatnya tekanan warga, Kepala Polisi Patrik Crowley membebaskan Norton dan menyampaikan pernyatan maaf atas nama Kepolisian San Fransisko. Setelah kejadian itu, semua petugas polisi kota akan memberi hormat ala militer saat berpapasan dengan Norton di jalanan.
Dalam sebuah sensus resmi AS bertahun 1870, ia tercatat sebagai warga kawasan Commercial Street 654 dan pada tabel keterangan dicantumkan status “Kaisar (Emperor). Ia juga mengeluarkan mata uang kekaisaran yang dibuatnya sendiri sebagai bukti pembayaran yang dilakukannya. Anehnya, mata uang buatan Norton yang rapi ini diterima sebagai mata uang yang berlaku secara lokal di San Fransisko untuk menghormatinya!*

Sosok Sang Kaisar
Untuk Indonesia, nama Joshua Abraham Norton mungkin hampir tidak dikenal. Tetapi bagi rakyat Amerika Serikat, khususnya San Fransisko, ia adalah sebuah legenda. Bahkan Norton diabadikan dalam literatur yang ditulis pengarang terkenal, Mark Twain dan Robert Louis Stevenson. Pengarang ini mengadopsi karakternya dalam salah satu karya mereka.

Pada Desember 2004, sebuah resolusi dibuat untuk memberi nama San Francisco-Oakland Bay Bridge untuk sebuah jembatan terkenal di San Fransisko sebagai penghormatan pada eksistensinya sebagai “simbol kebaikan”. Tetapi ide tersebut belum ditindaklanjuti hingga kini.

Joshua Abraham Norton lahir di London, Inggris pada 4 Februari 1819 (ada sumber yang menyatakan tahun 1814). Saat masih balita, keluarganya pindah ke Afrika Selatan ke sebuah daerah di Algoa Bay, Tanjung Harapan.

Pemilihan lokasi di dekat tanjung yang menjadi pelabuhan sibuk di ujung selatan Afrika itu mampu mengangkat ekonomi keluarganya. Ayahnya, John Norton, seorang genealog (peneliti akar dan sejarah keluarga/manusia) Afrika Selatan. Sarah, ibunya, putri seorang pedagang Jahudi yang sukses, Abraham Norden.

Berdagang adalah mata pencaharian utama keluarga tersebut. Mereka memiliki toko barang kebutuhan sehari-hari yang menjadi pemasok kebutuhan logistik kapal di Pelabuhan Tanjung Harapan.

Norton kecil sudah akrab dengan lingkungan tepi laut dan pedesaan di Afrika Selatan. Ia sering membantu ayahnya atau berjualan di toko kecil mereka. Di usia 29 tahunan, sang ayah wafat (1848).

Setahun kemudian, dengan modal warisan senilai 40.000 dolar AS, ia berangkat ke Amerika Serikat. Pilihannya adalah California yang saat itu mulai dirasuki “demam” emas. Di San Fransisko, ia mulai membuka toko kelontong dan bisnis real estate. Norton sukses berbisnis dengan keuntungan mencapai 250 ribu dolar pada 1852.

Ia kemudian mengalihkan bisnisnya ke urusan perdagangan beras bagi orang-orang China yang membanjir di San Fransisko. Kebijakan pelarangan ekspor beras membuat harga beras meroket dan bisnis Norton maju. Namun ia kemudian terlibat “bisnis hitam” beras (1853-1857).

Ia pun mendapat hukuman dan penyitaan sejumlah asetnya. Tak lama kemudian, ia dinyatakan bangkrut pada 1858. Sejak itu, Norton pun pergi meninggalkan San Fransisko dalam kondisi sangat stres dan kehilangan semua hartanya. Ia sempat mengalami gejala gangguan kejiwaan yang dikenal sebagai delusions of grandeur.

Setahun kemudian, Norton muncul di redaksi San Francisco Bulletin dengan sebuah deklarasi kekaisaran Amerika Serikat! Dari sini, nama Joshua Abraham Norton kemudian lebih dikenal sebagai Norton I Sang kaisar Amerika Serikat dan Pelindung Meksiko.

Tingkah lakunya yang nyentrik dan seolah merasa dirinya memang kaisar menjadi semacam “simbol” bagi warga San Fransisko di zamannya. Sebuah fenomena “perlawanan” terhadap ketidakberesan tatanan pemerintahan. Ia menjadi selebriti dan tokoh masyarakat yang paling terkenal masa itu.

Ia memproklamirkan kekaisarannya dan bertahan selama 20 tahun, sampai akhirnya Joshua A Norton meninggal dunia pada 8 Januari 1880. Ia ditemukan roboh di sudut jalan California Street dan Dupont Street (sekarang Grand Avenue) di depan Gereja Old St Mary, saat ia menuju Akademi Sains California.

Ia dikebumikan di Masonic Cemetery dengan upacara pemakaman yang sangat luar biasa. Lebih dari 30.000 pelayat memenuhi seremoni tersebut. Pada tahun 1934, jenazahnya dipindahkan ke Woodlawn Cemetry di Colma. Makamnya ditandai dengan nisan dari marmer terbaik dengan pahatan:

Norton I
Emperor
of the United States
and
Protector of Mexico
Joshua A. Norton
1819 – 1880”
(Norton I, Kaisar Amerika Serikat dan Pelindung Meksiko, Joshua A Norton1819 – 1880).*

Norton yang Fenomenal
Norton I memang fenomenal. Ia adalah bagian legenda di San Fransisko, California, seorang lelaki yang merasa dirinya benar-benar seorang kaisar. Walau seluruh warga Kota San Fransisko tadinya menganggapnya hanya sebuah anekdot dan hiburan segar, mereka akhirnya menghargai Joshua A Norton karena sikapnya yang tegas, sangat vokal, dan bisa memberi contoh kebaikan pada semua orang!

Saat melintas di jalan utama kota, setiap orang akan memberi penghormatan, bertingkah sopan, dan menganggap ia benar-benar kaisar. Warga San Fransisko selalu memberikan tempat khusus padanya. Norton punya kartu pas di sebuah hotel mewah, meja khusus di restoran lux, disediakan balkon VIP pada setiap pertunjukan seni dan musik, diberi akses memantau kegiatan Universitas California, disediakan podium kehormatan pada perayaan dan festival, dan diperlakukan layaknya kaisar di semua tempat di San Fransisko.

Ia memiliki dua ekor anjing kerajaan yangmengawalnya ke mana pun ia pergi–anjing yang sangat terawat baik dan sehat.

Norton juga selalu melakukan inspeksi ke semua fasilitas publik di San Fransisko. Dan jika ditemuinya ketidakberesan, ia akan mengeluarkan maklumat dengan “stempel” kekaisarannya dalam dokumen resmi buatannya, menegur pejabat atau lembaga atau institusi yang bertanggung jawab mengurus masalah tersebut.

Lucunya, kantor pemerintah, departemen, dan pejabat di San Fransisko mematuhi nasihat dan kritiknya. Bahkan media di kota tersebut selalu mempublikasikan setiap kebijakan Norton I, kritiknya, dan buah pikirannya yang “terlalu maju”. Walau tadinya orang menganggap ia gila, tetapi Norton ternyata bisa memberi contoh yang baik bagi seluruh warga kota. Ia menyentuh perasaan dan menyadarkan orang tentang arti “nurani dan moral”, kembali ke jalan kebenaran, dan tidak boleh lupa bersyukur pada Tuhan Sang Pencipta, di samping sangat membenci perilaku korup, tamak, dan ketidakberesan birokrasi.

Norton I menetapkan pajak, dan warga mematuhinya. Saat ia melakukan komplain pada rumitnya prosedur, maka pejabat publik dan pejabat pemerintah di San Fransisko membuat kebijakan yang memberi kemudahan pelayanan publik atas advice-nya. Dari sebuah lelucon, penduduk San Fransisko akhirnya mengakui “Kekaisaran” Norton I.

Ia juga mengeluarkan statemen tentang anti-rasis, ia mengumandangkan asas pemerataan hak dan kewajiban, ia mendukung emansipasi wanita, ia juga menyuarakan persamaan hak manusia. Walau ia menyebut dirinya kaisar, tingkah dan kebijakannya sangat manusiawi dan tidak berbau monarki yang umumnya diktator. Norton I memang berbeda, hanya tingkahnya saja seperti layaknya bangsawan, tetapi pemikirannya sangat sosial dan pro rakyat jelata.

Hal konyol memang pernah dilakukannya, tetapi banyak contoh perbuatan baik dan kebijakan merakyat (yang sering diabaikan pemerintah berdaulat) dikumandangkannya. Ia benar-benar bisa mengambil hati warga San Fransisko.

Maka selama 20 tahun ia mendapat “Hak Istimewa” sebagai kaisar di San Fransisko. Sampai akhir hayatnya, Norton I tetap dicintai rakyat. Terlihat dari jumlah pelayat yang menyemut di pemakamannya. Ia benar-benar mendapat penghormatan yang setinggi-tingginya. Banyak orang yang menangis haru dan merasa benar-benar kehilangan.

Kekaisaran Norton I agaknya telah menjadi “ikon” dari impian akan sebuah pemerintahan yang adil, baik, menyentuh kepentingan semua rakyat, dan benar-benar bersih berwibawa. Seluruh media meliput berita kematiannya dan menjadi headline suratkabar yang dibaca ratusan ribu orang!

Pada 1934, lima puluh empat tahun setelah kematiannya, saat makamnya dipindah, imej Norton I tetap dikenang warga San Fransisko. Pada seremoni pemakaman ulang itu, bendera dikibarkan setengah tiang, aktivitas bisnis dihentikan pada hari itu. Sedikitnya 60.000 orang menghadiri pemakaman tersebut, yang dilakukan dengan upacara militer penuh! Betapa dunia merindukan sosok pemimpin seperti dia!*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: