Oleh: triy | September 12, 2008

Nikmatnya Rujak Cingur Sedati Surabaya

Tri Yuwono | Global | Medan

Rujak Cingur Surabaya

Rujak Cingur Surabaya

Jika Anda berkunjung ke Surabaya belum afdol jika tak menikmati menu masakan satu ini. Rasanya yang lezat dengan tambahan buah-buahan yang ada di dalamnya menjadikan makanan yang biasa di sebut rujak cingur ini begitu digemari.

Rujak cingur merupakan makanan tradisional Surabaya. Makanya kalau ada turis asing atau lokal yang datang ke Surabaya tapi belum mencoba Rujak Cingur, sepertinya ada yang kurang,” ungkap Hj. Dra Nur Aini Yakin saat ditemui Global disela-sela acara Festival Jajanan Bango di Medan baru-baru ini.

Nur Aini menambahkan, kedatangan mereka ke Medan merupakan undangan dari Kecap Bango dalam memeriahkan acara festival jajanan yang di gelar Kecap Bango di Surabaya, Bandung, Jakarta dan Medan. Nur Aini mengaku pernah mendapat penghargaan Juara I Terfavorit pada Festival Jajanan Bango Tahun 2005.

Di Surabaya sendiri, rujak cingur buatan Nur Aini sudah terkenal karena mereka bekerjasama dengan pihak maskapai penerbangan dalam penyediaan katering untuk para penumpang. Jadi, bila Anda sedang bepergian dengan menggunakan jasa penerbangan ke Surabaya dan mendapatkan menu makanan rujak cingur, menu inilah buatan Aini.

Selain menyajikan rujak cingur, para penikmat kuliner juga bisa menikmati beberapa menu lain yang disediakan Nur Aini di warungnya, Jalan Raya Sedati Gede No 66 Sedati-Juanda Surabaya. Antara lain adalah aneka rujak, gule kikil, krengsengan kambing, lontong mie, ayam goreng penyet, bebek goreng penyet dan gado-gado.

Gurihnya Kacang Tanah Rujak Cingur

Sekali menyantap menu masakan ini, dipastikan lidah penikmat kuliner tak bisa berhenti menikmatinya. Pasalnya, selain rasanya enak nan lezat, rujak cingur buatan Aini ini dipastikan dapat membuai lidah Anda.

Rujak cingur biasanya terdiri dari irisan beberapa jenis buah-buahan seperti ketimun, krai (sejenis ketimun khas Jawa Timur), bengkoang, mangga muda, nanas, kedondong dan ditambah lontong, tahu, tempe, bendoyo dan cingur serta sayuran-sayuran seperti kecambah/tauge, kangkung dan kacang panjang.

“Setelah semua bahan terkumpul lalu dicampur dengan saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, cabai, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng dan garam,” jelas Aini. Kacang tanah inilah yang menambah kesempurnaan menu satu ini, karena rasanya bisa bertambah gurih.

Makanan ini disebut rujak cingur karena bumbu olahan yang digunakan adalah petis udang dan irisan cingur. Hal ini yang membedakan dengan makanan rujak pada umumnya yang biasanya tanpa menggunakan bahan cingur tersebut. Rujak cingur biasa disajikan dengan tambahan kerupuk, dan dengan alas pincuk (daun pisang) atau piring.

“Cingur itu adalah tulang rawan hidung sapi, inilah alasan kenapa makanan ini dinamakan rujak cingur. Rasanya agak kenyal-kenyal tapi enak untuk dimakanan, apalagi kalau dicampur dengan bumbu-bumbunya,” jelas Aini lagi.

Jadi, jika Anda sedang jalan-jalan ke Surabaya, tak ada salahnya sekali-kali mampir untuk menikmati masakan khas arek-arek Suroboyo ini di warung Nur Aini. Dengan hanya mengeluarkan kocek dari mulai sepuluh ribu rupiah, dijamin para penikmat kuliner sudah bisa menikmati lezatnya masakan tradisional Surabaya ini.

Iklan

Responses

  1. mba senang berwisata kuliner ruapanya??
    kalo saya ga terlalu suka rujak apalagi kalo beli, tp kalo dikasih sih senang2 aja, wekekeke

    • iya aq jg

  2. he…he…

  3. hi fatir

  4. hi dino
    pakabar

  5. hi…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: