Oleh: triy | September 7, 2008

Koleksi Perangko Berawal dari Korespondensi

Rara

Rara

Tri Yuwono | Global | Medan

Suka membaca tidak hanya mendatangkan kecerdasan, tetapi juga bisa mendatangkan hobi. Lho kok bisa…! Paling tidak, hal inilah yang dirasakan oleh Rafika Aulia Hasibuan, pasalnya gadis manis yang akrab dipanggil Rara ini mengaku, dari kegemarannya membaca sejak kecil, selanjutnya ia memiliki hobi baru. Apa itu…?

Mungkin karena terpengaruh dengan keluarga yang suka membaca, waktu kecil saya juga ikut-ikutan. Hampir semua bacaan baik majalah dan koran, tapi saya saat itu punya langganan majalah anak-anak, namanya saya lupa. Kebetulan di dalamnya ada rubrik korespondensi, dari situlah saya mulai kirim-kirim surat dengan teman-teman dari daerah lain,” cerita Rara saat ditemui Global di rumahnya, Jalan Pasar Nippon No 7, Kelurahan Paya Pasir Medan kemarin.

Dari pengalaman kirim-kiriman surat inilah Rara memiliki ide untuk mengumpulkan perangko yang biasa tertempel di amplop surat. Satu per satu surat balasan dikumpulkannya untuk diambil perangkonya yang kemudian di simpan pada buku khusus album perangko.

“Kebetulan tidak hanya saya, tetapi kakak saya juga suka dengan korespondensi, setiap datang surat balasannya, perangkonya saya minta. Satu demi satu perangko kemudian saya kumpulkan, hingga kemudian jumlahnya hampir ratusan lebih,” sebut gadis berjilbab ini.

Rara menambahkan, jika petugas pos yang sering datang ke rumahnya juga ia mintai perangko-perangko suratnya.”Kalau pak pos datang, saya biasanya selalu meminta perangkonya. Kadang kalau suratnya sudah agak lusuh, perangkonya dikasihkan sama saya,” terangnya sambil tersenyum.

Dari dalam hingga luar negeri

Tak puas dengan perangko yang berasal dari Indonesia, Rara kemudian punya ide untuk tukar menukar perangko dengan teman-teman dari daerah lain, terutama perangko-perangko dari luar negeri. ”Untuk mendapatkan perangko unik ataupun perangko dari luar negeri saya punya ide untuk saling tukar-tukaran dengan teman-teman dari daerah lain,” kenang Rara.

Beberapa tahun mengumpulkan kertas kecil bergambar ini, koleksi perangko Rara sudah mencapai ratusan lembar. Tidak hanya perangko buatan dalam negeri saja yang tersimpan rapi di buku koleksinya. Perangko buatan luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, India, New Zealand, Polandia, Hongkong serta Belanda tersusun rapi menghiasai koleksinya.

Dari ratusan perangko yang dikoleksinya ada satu perangko yang menjadi favoritnya, yaitu perangko yang bertema cerita rakyat.”Ini dia yang paling saya suka, perangko yang mengisahkan cerita rakyat. Perangko bergambar Malingkundang, Sangkuriang dan Rorojonggrang inilah yang jadi favorit saya,” ucapnya sambil menunjukkan perangko kesukaannya.

Untuk menjaga dan merawat agar perangko-perangkonya tetap bersih dan tidak luntur, Rara mengaku memiliki kiat-kiat khusus. Beberapa hal yang ia lakukan adalah dengan menyimpan perangko tersebut ke dalam sebuah album khusus perangko.

“Merawatnya tidak terlalu susah, paling-paling disimpan di album khusus, kemudian di bersihkan dengan kain atau kertas tisu saja. Sebelum dimasukkan ke dalam album perangko tersebut, terlebih dahulu saya rendam dalam air khusus, agar warna dan kertasnya bisa tahan lama,” ujar alumni Ilmu Komunikasi FISIP USU ini.

Sayangnya menurut Rara, tehnologi komunikasi yang semakin canggih menyebabkan perangko sudah kurang populer lagi. Hal ini cukup beralasan, pasalnya saat ini orang lebih memilih alat komunikasi seperti handphone maupun internet untuk berkomunikasi ketimbang melalui surat.

“Wah sekarang internet dan handphone membuat surat yang menjadi media bagi perangko sudah tidak di gemari lagi. Masyarakat lebih memilih alat komunikasi yang modern, akibatnya perangko pun semakin terpinggirkan,” sesal Rara menutup pembicaraan.


Responses

  1. mau dong barteran prangko?aq lumayan bnyk yg dobl…
    zainal 081366755765

  2. barter prangko mau? thanks

  3. SILAHKAN KALO MOBELI ATAU TUKAR PERANGKO DITUNGGU DI SADANG SERANG
    KARANG ASIH 314/151 BANDUNG.

  4. Hello Rara, I read your story about poststamps. Very interesting. Now i like to exchange Indonesia stamps against dutch stamps. Do you like that.? My collection is not so large like you have i think. I collect Indonesia, Ned Indie, (tidak di cetak lagi), Ned Nieuwguinea ( tidak dicetak lagi), Dutch stamps, England, Germany,France, and other european countries.Also Australia, Canada,south Africa,New Sealand,, No poland ,no bulgaria and no Mongolia. When you are interesting mail me chrisvdmark@hotmail.com .
    Saya harap koleksi perangko indonesiaku bisa dilengkapkan. I speak a little bit indonesian. Best rgards Chris v d mark


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: