Oleh: triy | September 4, 2008

Cash Crew : Hip-hop Habis

Cash Crew

Cash Crew

Tri Yuwono | Global | Medan

“Nggak ada musik, ngga ada kehidupan.Music hip hop in my live get to feel having fun.Medan 2007 terus melaju.Cash crew in the ground we still go in throw.”

Dengan gaya mirip orang sedang berbicara, bait lagu di atas terdengar asyik dan enak untuk di dengar. Lebih-lebih bagi penikmat hip hop mania, dentuman musik yang berirama hip hop nampak serasi dengan bait lagu yang di bawakan seperti orang sedang mengomel. Dengan pakaian yang agak kebesaran dan tangan melambai keatas dan kecawah para penyanyi hip hop seolah menghipnotis para penonton untuk mengikuti gayanya.

Menyanyi memang tidak harus menggunakan kata-kata puitis maupun romantis. Lantunan apapun bisa menjadi indah jika dibuat dalam sebuah syair lagu. Meskipun itu dinyanyikan dengan cara mengomel, yup ngomel inilah biasa disebut para hip hop mania dalam menyalurkan lagunya. “Hip hop itu kan nyanyinya seperti orang yang sedang mengomel, tapi dari situlah letak seninya,” ujar Ane, salah seorang personel Cash Crew.

Cash Crew adalah salah satu grup musik di Medan beraliran hip hop. Berdiri pada tahun 2002 silam, Cash Crew telah menorehkan prestasi yang cukup membanggakan. Bahkan Cash Crew menjadi group musik hip hop yang di segani di Medan, lihat saja prestasinya dari Juara II Batle Dancer pada tahun 2006, kemudian Juara I Telkom dan pernah di menjadi artis pendukung grup band NEO.

Dengan di gawangi empat orang personil, yakni Ane, Reza, Fiza dan Pipit. Beberapa lagu buah karyanya yang berjudul Medan 2007, Reggae Movin dan Sungguh Tak Bisa nampak indah di dengar di telinga. “Untuk lagu kita sudah menciptakan sekitar tiga buah. Namun, saat ini kita juda sedang dalam proses pembuatan lagu lainnya,” terang Ane saat di temui Global dalam acara Import Musik di pelataran parkir Plaza Millenium baru-baru ini.

Dibandingkan dengan aliran musik lainnya, aliran musik hip hop memang masih belum setenar aliran musik lain seperti mello, pop, rock maupun dangdut. Hal ini juga diakui oleh Ane dan kawan-kawan, bahkan menurutnya di Medan sendiri masih belum banyak dijumpai group musik yang mengusung hip hop.

“Untuk wilayah Medan, group yang beraliran hip-hop itu masih jarang. Kalah jauh dibandingkan dengan aliran musik lain, seperti pop, mello, emo maupun dangdut sekalipun,” ucap Ane mewakili personil lainnya. Namun, Ane menambahkan, bahwa grupnya tetap optimis jika ke depannya hip hop akan menjadi salah satu aliran musik yang di gemari oleh masyarakat. “Kita tetap optimis jika aliran musik yang selama ini masih belum booming di masyarakat, seperti hip hop kedepannya dapat terus berkembang,” ungkapnya kepada Global.


Responses

  1. tpii sJauh ini,, aQ ngeliat musik hip-hop di Medan uda jauh lebih berkembang..
    medan belakangan ini, selalu melibat anak-anak hiphop di setiap event,, terutama anak sekolahan di medan dalam merayakan pensi”,,kebanyakan juga sudah melirik anak” hiphop sebagai pengisi acara mereka…
    them like : 360,, Da whiteline, Jaypey, methosa, GSB, rodo, (sorry yg ga kesebut kRn kterbatasan kkuatan tangan…. Piss bRotha^^ )…

    tPii… 1 cOmment…
    hiphop’s neve die,,iaH…

    Pizzz^^

  2. POKOK NA CASH CREW MJU TROZzZ

    KMNA SMUA NUE GK NMPAK…???

    • udah bubar cash crew,,
      masing2 personil buat grup baru..
      reza dan fiza membentuk grup baru ..
      D APART A MEN..or klik website kami di.
      http://www.dapartamen.com

      thx b4

  3. bng reza k mna j n ue…..??

    bng fiza shady uga…???
    ]

    heheheh]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: