Oleh: triy | September 4, 2008

Britoters Band : Andalkan Nuansa Musik Melayu Indonesia

Britoter Band

Britoter Band

Tri Yuwono | Global | Medan

Kurangnya event dan juga beberapa kegiatan dalam berkreatifitas, terutama bermusik di daerah-daerah, seperti yang terjadi di Kota Banda Aceh, membuat perkembangan di dunia musik sedikit banyak juga terganggu. Pasalnya, dengan minimnya gelaran musik baik event musik maupun festival musik, membuat grup-grup band yang ada di kota ini kurang memiliki motivasi untuk terus berkarya.

“Salah satu yang menyebabkan grup band di daerah kalah dengan daerah lain adalah minimnya ajang musik yang diselenggarakan. Contohnya saja seperti yang ada di daerah kami, di Aceh. Event-event musik seperti ini sangat jarang sekali diadakan, padahal kita kan juga ingin mengasah kreatifitas kita dalam bermusik,” ungkap Amal, vokalis Britoters saat di temui Global di sela-sela Acara A Mild Live Wanted 2008 di Pendopo USU kemarin.

Britoters sendiri merupakan satu diantara tiga grup band yang mewakili Kota Aceh yang berhak ambil bagian merebutkan tiga besar dalam ajang A Mild Live Wanted 2008. Lengkingan suara dari Amal yang di iringi besutan gitar Daus dan Akur, kemudian ditambah dengan petikan bass dari Novid serta gebukan drum yang dimainkan oleh Wahyu, membuat grup band yang terbentuk pada Januari 2007 ini semakin percaya diri menembus belantika musik nasional.

“Setiap grup band pasti ingin meraih hasil dan prestasi yang terbaik, dengan masuknya Britoters ke dalam sembilan besar yang mewakili wilayah Sumbagut, menunjukkan bahwa kami serius untuk bersaing di belantika musik nasional,” seru Amal yang mengaku Pop Alternatif sebagai aliran musik Britoters.

Bersama dengan personil lainnya, Amal menyadari minimnya fasilitas dan juga informasi mengenai dunia musik yang ada di Aceh, membuat grup-grup band yang ada di Aceh, termasuk Britoters harus banting tulang dan kerja keras, agar kreatifitasnya di hargai dan juga diterima oeh para pecinta musik.

“Sulit memang bagi kita-kita(grup band daerah-red), untuk bersaing dengan kawan-kawan grup band yang tinggal di kota-kota besar di Indonesia. Karena, di Aceh sendiri, berkreatifitas di jalur musik masih sangat kendalanya. Namun, meskipun kita tetap optimis kita mampu untuk bersaing dengan mereka,” papar Amal.

Lima anak muda yang sama-sama berstatus sebagai mahasiswa Universitas Syahkuala ini patut diacungi jempol, meskipun masih banyak kekurangan dan juga kendala dalam berkreatifitas, namun Britoters sudah mampu menciptakan lima buah lagu sendiri.

“Untuk saat ini lagu yang sudah kita hasilkan ada lima buah yakni, ‘Ibu’, ‘Kasihmu Pujaanku’, ‘Tania’, ‘Sempurnakan Aku’ dan ‘Setia Padamu’. Dan ini masih akan bertambah lagi, karena kita juga sedang mempersiapkan beberapa yang mana saat ini sedang memasuki masa proses,” sebut Amal.

Setiap grup band tentu memiliki karakter dan ciri khas tersendir, tak terkecuali Britoters.Ada satu keunikan yang coba dibuat oleh para personil Britoters agar grup bandnya mudah untuk diingat dan dikenal oleh para penggemar musik. Apa itu… ya dengan menggunakan gaya life style yang berbeda dengan grup band lainnya.

“Yang membedakan Britoters dengan grup band lainnya adalah cara berpakaian yang kita kenakan. Yakni dengan menggunakan busana yang mana untuk bagian atas rapi, namun bagian bawah agak berantakan. Hal seperti ini kan dapat menjasi identitas sekaligus ciri grup band, sehingga mudah di kenali dan diingat,” terang Amal seraya menutup pembicaraan.


Responses

  1. harus banyak pensi2 di sekolah biar nunjukin karya2 music mereka sendiri…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: