Oleh: triy | September 3, 2008

Suyenti : Belajar Banyak Dari Pasar

Suyenti

Suyenti

Tri Yuwono | Global | Medan

Kota Pematang Siantar tidak akan pernah bisa terlupakan bagi Suyenti, selain merupakan tanah kelahirannya, dari kota ini jugalah ia bisa belajar banyak mengenai kebudayaan masyarakat lokal, termasuk itu dalam berbahasa. Seringnya ia mengikuti sang mama berbelanja di pasar-pasar yang ada di Kota Pematang Siantar, sedikit banyak ia juga mengerti bahasa batak.

“Dulu saat masih tinggal di Siantar, saya sering ikut mama berbelanja di pasar. Mama kan banyak mengerti bahasa batak. Dari situlah saya mulai belajar mengenai bahasa batak. Walaupun tidak semuanya mengerti, tapi paling tidak saya bisa sedikit-sedikit,” tutur Suyenti.

Puluhan tahun tinggal di Siantar, Suyenti mengaku banyak sekali belajar mengenai budaya lokal. Tak hanya dari bahasa saja, tetapi juga keragaman masyarakat di sekitarnya. Tak mengherankan kalau Suyenti terkenal luwes dan pandai bergaul dengan siapa saja, termasuk saat dirinya pindah ke Kota Medan selepas menamatkan sekolahnya.

“Kota Siantar sama Medan tentunya kan sangat berbeda, beruntung saya banyak belajar mengenai lingkungan, dari mulai bahasa dan tingkah laku masyarakat dari berbagai etnis saat masih berada di Siantar. Jadi, saat pertama kali kesini saya langsung bisa menyusaikan diri dengan lingkungan sekitar,” mahasiswi Profesional Management College Indonesia (PMCI).

Terjun ke Dunia Modelling

Sejak pindah ke Medan, Suyenti mencoba mengembangkan bakatnya di dunia entertainment dengan menekuni dunia modelling. Seringnya melihat ajang modelling yang diadakan di Medan dan beberapa media massa, baik itu media cetak dan elektronik. Membuat dirinya juga memiliki keinginan untuk bisa berkiprah di dunia fashion ini.

Kegiatan berlenggak-lenggok di atas catwalk pun kemudian di pelajarinya. Hebatnya, ia tidak pernah belajar secara profesional mengenai seluk beluk dunia modelling, melainkan belajar secara otodidak. Sebuah kaca berukuran besar di tempat kos nya yang terletak di kawasan Komplek Asia Mega Mas dijadikan sebagai media untuk berlatih.

“Saya tidak pernah belajar modelling, belajarnya ya secara otodidak saja. Paling hanya melihat di televisi, kemudian baru dipraktekkan di depan cermin kaca yang ada di kos. Kalau kira-kira gayanya sesuai denga hati, berarti itulah yang terbaik menurut saya,” terang anak ke empat dari lima bersaudara ini.

Semenjak saat itu, ia mulai banyak mengikuti ajang modelling dan berhasil menjadi yang terbaik. Juara I Model Citra Award dan Juara II Modelling ITMI pun pernah disandangnya. Merasa dirinya mampu untuk bersaing di ajang yang lebih tinggi. Suyenti mencoba mendaftar mengikuti kontes Miss Chinese Indonesia.

Perjuangannya tidak sia-sia, ia berhasil menyisihkan ratusan peserta dari Medan. Bersama dengan tiga peserta lainnya, ia pun kemudian berhak adu bakat dengan wakil kontestan dari daerah lain di Indonesia.”Waktu yang mendaftar sangat banyak, dan yang dipilih cuma tiga peserta saja untuk mewakili Medan, salah satunya adalah saya,” paparnya.

Bersaing dengan para modelling tingkat nasional, tak membuatnya takut. Termasuk saat harus bersaing di babak 3 besar. Suyenti maju bersaing dengan utusan DKI Jakarta Lily Day (juara III) dan Jawa Barat Yuli Surianty (juara II). Pertanyaan yang diberikan oleh dewan juri berhasil di jawab dengan lancar dan percaya diri. Dan kemudian membawanya meraih Miss Chinese Indonesia 2007.

Prestasi yang pernah diraihnya ini, menurut Suyenti, tidak terlepas dari pengalamannya saat masih berada di Pematang Siantar. Seringnya ikut belanja dengan sang mama, membuat dirinya banyak memiliki pengalaman, terutama dalam hal kebudayaan. Hal inilah yang menjadi modalnya dirinya saat melakukan presentasi di depan dewan juri.

“Selain di adu kemampuan Bahasa Mandarin dan asing, peserta kan juga harus punya ciri khas masing-masing. Bersyukur juga saya dulu sering ikut mama belanja di pasar, karena dari situ saya bisa mengerti bahasa batak dan kebudayaan lain yang ada. Termasuk beberapa lagu batak seperti Alusiau, Butet dan lagu lainnya,” seru putri pasangan Budiman dan Theyokming.



Responses

  1. hmmmm,,,, motivasi dalam jiwa…
    good jobs for you…
    always the best GBU


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: