Oleh: triy | September 3, 2008

Novi Afriany : Tak menyangka menjadi Dara Kepribadian 2007

Novi

Novi

Tri Yuwono |Medan

Ibarat mendapat durian runtuh, inilah yang dialami oleh Novi. Keikutsertaannya dalam pemilihan Jaka dan Dara Kota Medan beberapa waktu lalu adalah sebuah pengalaman sekaligus prestasi yang cukup membanggakan. Bagaimana tidak, gadis yang memiliki nama lengkap Novi Afriany ini, sebelumnya tidak memiliki firasat bakal menjadi Dara Kepribadian Kota Medan.

“Jujur saja, saya sebelumnya tidak pernah terpikir bisa seperti ini. Apalagi saya bukanlah orang asli sini, jadi ini merupakan suatu pengalaman sekaligus prestasi yang sangat berharga bagi saya,” ungkap dara kelahiran Aceh, 19 April 1985 ini saat di temui Global di kediamannya Komplek Damai Indah Blok A No 4 Kelurahan Titi Kuning, Medan Johor kemarin.

Novi mengaku merasa bersyukur dirinya terpilih menjadi Dara Kepribadian Kota Medan, ternyata usaha kerasnya dengan mempelajari buku-buku sejarah Kota Medan yang ia peroleh dari berbagai sumber, termasuk itu di Kantor Lurah sangat berguna.”Saat ini saya sedang belajar mengenai seluk beluk Kota Medan, dari mulai sejarah hingga tempat wisata, termasuk buku-buku yang ada di kantor lurah,” terangnya sambil tersenyum.

Pantas saja jika novi sangat bahagia, pasalnya inilah keikutsertaan novi pertama kali mengikuti sebuah kontes.”Seperti ketiban durian, baru pertama kali ikut-ikut acara seperti ini tapi bisa langsung dapat juara, inilah yang membuat saya bahagia.Wah pada saat karantina dan final kemarin, saya sempat deg-degan karena peserta lainnya tampil cukup baik,” ucap Novi sambil mengingat.

Saat di tanya apa kunci sukses di balik keberhasilannya menjadi Dara Kepribadian Kota Medan, dengan suaranya yang lembut tetapi tegas Novi mengatakan selalu tampil percaya diri, berusaha dan berdoa. Ketiga hal inilah yang dijadikan Novi sebagai modal untuk bisa bersaing dengan peserta lainnya.

“Percaya diri(PD) itu penting, tetapi PD juga harus diimbangi dengan kemampuan yang kita miliki. Tanpa memiliki rasa percaya pada diri sendiri, bagaimana kita bisa mengeksepresikan kreativitas kita, ngga mungkin kita mencontoh orang lain terus menerus, padahal didalam diri kita memiliki kemampuan untuk menyalurkan kreativitas itu,” sebut mahasiswi angkatan 2003 Jurusan Akuntansi UISU ini.

Ditambahkan Novi, selain harus tampil PD, untuk mencapai sesuatu juga harus dibarengi antara usaha dan doa. Karena baginya, kalau hanya mengandalkan PD dan usaha tanpa di barengi Doa ataupun sebaliknya sesuatu yang kita lakukan itu akan sia-sia.

Gimana mau berhasil, kalau kita melakukannya setengah-setengah. Makanya, sebisa mungkin setiap saya melakukan sesuatu, ketiga hal tersebut harus saya lakukan. Memang ada sih orang yang berhasil hanya dengan modal PD dan usaha saja, tetapi menurut saya tanpa doa sepertinya ada yang kurang lengkap dengan apa yang kita peroleh tersebut,” papar Novi panjang lebar.

Novi tak lupa mengucapkan terimakasih pada kedua orangtua, teman-teman dan juga seluruh warga Kelurahan Titi Kuning. Karena, sebutnya, merekalah yang selalu mendukung dan memberi motivasi agar ia dapat berpestasi. “Dukungan dari mereka sangat berarti bagi saya, merekalah motivasi saya selama ini. Tanpa mereka sepertinya tidak mungkin saya bisa seperti ini,” ungkap putri pasangan Kompol Syafril Yusuf dan Mariani seraya menutup pembicaraan.


Responses

  1. benar banget tu

  2. hebat nov,

  3. jngn smbog y,jaga diri baek2

  4. jaga diri baek2,jgn jd sombong

  5. kamu pantas mendapatkannya, aku bangga…!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: