Oleh: triy | September 3, 2008

Mika Astari Siregar : Berawal Dari Musik, Jadi Penyiar Radio

Mika

Mika

Tri Yuwono | Global | Medan

Musik, siapa yang tak suka dengan bidang seni satu ini. Berkecimpung di dunia musik tidak harus menjadi seorang penyanyi, menjadi seorang penyiar radio pun juga bisa. Hal ini di buktikan oleh Sahabat Global kita kali ini, Mika Astari Siregar. Hobi musik telah membawanya menjadi seorang penyiar Radio Star FM Medan.

Dara cantik yang biasa di panggil Mika ini mengaku, awalnya, menjadi seorang penyiar radio bukanlah cita-citanya sejak kecil. Namun, karena hobi dengan musik serta keinginannya untuk mencari banyak teman, membuat dara kelahiran 6 Desember 1988 ini tertarik untuk menjadi seorang penyiar radio.

“Cita-cita Saya sebenarnya bukan ingin menjadi penyiar, namun setelah dijalani, ternyata menjadi penyiar radio itu sangat asyik, karena kita bisa berkomunikasi dengan orang lain tanpa kenal sebelumnya, kemudian kita juga bisa tahu banyak informasi yang berkembang, dan yang penting kita bisa bersosialisasi dengan banyak orang. Apalagi itu sesuai dengan hobi Saya yang suka musik,” ungkap Mika saat ditemui Global kemarin

Selama menjadi seorang penyiar, tentu banyak kejadian yang unik dan menarik yang dialami, maklum mereka juga seorang publik figur, lalu bagaimana dengan Mika sendiri?. “Pastilah ada, misalnya begini kadang kalau Saya ada siaran, banyak pendengar yang ingin curhat. Sementara itu, waktu siaran kan ada batasnya, nggak mungkin pendengar yang curhat itu di ladeni terus. Jadi, terpaksa deh curhatnya di teruskan di luar jam siaran,” ucap dara yang memiliki motto Just Be You.

Seorang penyiar sebenarnya bukan profesi yang mudah untuk dijalani, karena penyiar harus mampu untuk dapat berkomunikasi dengan baik terhadap pendengar, karena inilah yang menjadi modal utama, apalagi bagi seorang penyiar radio. “Kalau kita mendengarkan radio, sepertinya penyiar itu kerjanya enak, cuma ngomong-ngomong saja, tetapi itu sebenarnya sulit, karena kita harus selalu bisa bercerita, kalau kita diam pasti tidak enak didengar pendengarnya,” Papar anggota Dafamousecret ini.

Mika melanjutkan, kepuasaan menjadi seorang penyiar adalah apabila pendengar bisa berinteraksi dan juga bisa masuk dalam acara yang kita bawakan, serta bisa membuat pendengar dapat enjoy menikmati acara yang kita bawakan. “Penyiar radio itu kan suaranya aja yang didengar sementara wajahnya kan tidak kelihatan, Saya merasa puas jika pendengar dapat masuk dalam acara yang Saya bawa dan menikmatinya,” terang saudara kandung Ichino dan Kenzi Siregar.

Dukungan dan motivasi dari keluarga dan kawan-kawan yang besar, membuat mahasiswi D-3 Jurusan Kesekretariatan USU ini tertantang dan termotivasi untuk terus berkecimpung di dunia entertainment. Jadwal kesehariannya yang lumayan padat, tak lantas membuat dirinya lupa akan pendidikan.

“Syukurlah dukungan dari keluarga sangat besar. Hal ini bagi saya sangat berpengaruh positif, karena dengan adanya dukungan tersebut saya semakin termotivasi untuk terus mengembangkan bakat saya di dunia entertainment. Ya…. Pastilah, pendidikan adalah yang paling utama. Paling-paling agar kuliah dengan pekerjaan saya ini tidak terganggu, sebelumnya saya sudah membuat jadwal terlebih dahulu,” papar putri pasangan Alm H. Muchtaruddin Siregar dan Hj. Aidawaty Harahap seraya menutup pembicaraan.


Responses

  1. oooo…
    di penyiar to.
    temen Fb aku.
    hehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: