Oleh: triy | September 3, 2008

Anton BHS : Sukses go nasional

Anton BHS

Anton BHS

Tri Yuwono | Global | Medan

Keberhasilan anak-anak Medan dalam bermusik patut diacungi jempol, setelah Tengku Shafick berhasil menembus dan bersaing dengan musisi-musisi nasional sekaliber Melly Goeslaw, Glenn Fredly dan Erwin Gutawa (Global, 28/10). Anton BHS, cowok kelahiran Medan ini juga berhasil menembus ketatnya persaingan dalam indutri musik nasional.

Berbeda dengan Tengku Shafick yang lebih serius terjun langsung di jalur musik sebagai pencipta lagu, Anton lebih ke komposer dan produser musik untuk sinetron dan film.”Saya merangkap kedua-duanya, baik menjadi komposer maupun produser. Tetapi untuk saat ini saya lagi sibuk menjadi produser musik sinetron atau film,” terang Anton BHS saat ditemui Global dalam kunjungannya ke Medan.

Anton menuturkan jika musik yang dipakai dalam sinetron atau film harus lebih memperhatikan vokal dan tema dari sinetron maupun film yang sedang di buat. Beda dengan musik yang dijadikan sebagai bisnis industri yang mengikuti selera pasar.

”Biasanya dalam sebuah film atau sinetron, paling tidak diperlukan tiga sampai empat lagu. Satu lagu sebagai soundtrack, selebihnya dijadikan inside song. Dan tidak sembarang lagu cocok dipakai, tetapi harus memperhatikan tema dan vokalnya,” papar pencipta lagu ‘Aku tetap milikmu’ yang dibawakan oleh Rini Idol ini.

Dari Cinderella Hingga Suster Ngesot

Prestasi musisi satu ini memang cukup membanggakan, berbagai lagu-lagu baik yang ada di sinetron maupun film adalah hasil kreasinya. Sebut saja, soundtrack lagu-lagu di sinetron Cinderella, Cinta Fitri dan juga Cinta Mutiara yang saat ini sedang tayang di salah satu stasiun tv swasta. Tak hanya di sinetron, hal-hal yang berbau musik di beberapa film, seperti Suster Ngesot (sedang tayang) dan Ayat-ayat Cinta yang akan tayang di bioskop adalah buah kreasi dari Anton.

“Sampai saat ini sudah puluhan sinetron dan film yang saya tangani. Yang sekarang lagi tayang seperti sinetron Cinta Mutiara dan juga film Suster Ngesot,” sebut Anton yang saat ini juga sibuk mempersiapkan album rohani dengan mempercayakan dua kakak beradik, Wendi dan Selli penyanyi dari Medan sebagai vokalnya.

Anton menambahkan, jika sebenarnya ada dua peluang bagi para musisi untuk menampilkan hasil karya-karya kepada para pecinta musik di tanah air. Yang pertama katanya, dari industri musik dalam hal ini dengan meluncurkan albumnya. Dan yang kedua, lewat jalur sinetron maupun film seperti yang ia tangani sekarang ini.

“Kalau ingin karya-karya musik kita bisa dinikmati oleh orang lain, ada dua cara yang dapat kita lakukan. Satu jelas dengan melakukan demo album ke produser musik, kedua adalah dengan demo ke produser sinetron. Misalnya saja, band Letto, karya-karya mereka pertama kali di kenal lewat soundtrack sinetron, baru kemudian ke albumnya,” terang Anton.

Saat ditanya Global mengenai kondisi musisi yang ada di Medan, Anton dengan tegas menyatakan salut kepada anak-anak medan. Namun, ia menilai masih banyak kelemahan yang harus di benahi agar dapat bersaing dengan musisi dari daerah lainnya, terutama yang berasal dari Jawa.

“Secara kualitas anak-anak medan sebenarnya bisa bersaing dengan musisi dari daerah lain, tetapi mereka harus lebih banyak belajar lagi dan harus selalu mencari informasi-informasi terbaru mengenai perkembangan dunia musik di tanah air. Dan satu lagi, mereka(musisi medan-red) harus memiliki ciri khas tersendiri dalam bermusik, jangan banyak meniru,” saran Anton.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: