Oleh: triy | September 3, 2008

Anggreka Michello Bulan Lubis :Balet Itu Indah

Michello

Michello

Tri Yuwono | Medan

Balet memang belum sepopuler break dance maupun cheerleaders. Tak heran kalau kaum remaja belum mempavoritkan balet dalam pergaulannya. Namun tidak begitu bagi Anggreka Michello Bulan Lubis. Balet adalah bagian dari hidupnya.

Gadis yang akrab dipanggil Michello ini mengaku bangga bisa menari balet. “Jelas dong saya bangga. Soalnya semua orang kan belum tentu bisa menari balet. Balet itu indah, butuh tehnik-tehnik sendiri dalam tariannya,” ungkap Michello.

Dari balet ini pula, Anak keempat dari pasangan Boerhanuddin Lubis dan Sri Setia Ningsih pernah tampil di Jakarta dan Singapura.

Michello mulai jatuh hati kepada tarian balet ketika ia duduk di bangku sekolah dasar. “Sebenarnya dulu saya kurang suka dengan tarian balet. Cuma karena kebetulan sering nemenin kakak ikut les balet, lama-lama kok saya jadi tertarik.Ternyata setelah ikutan nari-nari, jadi ketagihan,” jelas Michello yang sejak kelas 3 SD mulai menekuni tari balet.

Sebagai balerina—sebutan untuk wanita penari balet, Michello mengaku sangat berhati-hati dalam menjaga tubuh, utamanya kaki. Karena menurut gadis yang masih duduk di bangku sekolah ini, kaki sangat berperan dalam menari balet. “ Dalam balet, kaki adalah anggota tubuh yang sangat berharga, Hampir 50 persennya bertumpu pada kaki. karena itu kaki harus tetap diperhatikan kesehatannya,” sebut Michello.

Ia punya pengalaman saat kakinya mengalami cidera. Ketika itu, kaki Michello mengalami terkilir. Padahal ia harus tampil dalam acara untuk memperingati hari ulang tahun di sanggar baletnya, Wulan Dance Academy. Ia sedih dan takut kalau-kalau tidak bisa ikut menari. Tapi setelah diobati secara intensif, akhirnya ia bisa tampil dalam acara tersebut.

Meski sibuk dengan les balet, bukan berarti Michello melupakan aktivitas di sekolahnya. “Sekolah tetap menjadi prioritas yang utama. Memang sih dulu pernah bingung membagi waktu antara sekolah dengan les balet. Belum lagi dengan kegiatan les bahasa Inggris. Tapi sekarang sudah tidak masalah. Saya sudah terbiasa membagi waktu antara belajar dan menari,” terang gadis kelahiran Bandung ini.

Banyak orang yang menganggap menari balet itu sulit, namun bagi Michello anggapan ini tidak sepenuhnya benar. “Memang sih banyak yang bilang menari balet itu susah, tapi itulah tantangannya. Dalam menari balet kita juga sekalian belajar akting. Selain itu kita juga harus bisa bermain dengan perasaan. Bila musiknya sedih, dalam menari kita juga harus sedih. Ketika musiknya nge-jazz, kita juga harus bisa menyesuaikannya,” terang  Michello.

Sebelum menutup pembicaraan, Michello berpesan kepada  teman-teman Kreasi jangan menganggap tari balet itu tarian yang kuno dan susah. Karena sesungguhnya balet itu indah. Kita bisa menari diiringi dengan musik apa pun. Apalagi kalau musik jazz, pop dan musik lainnya dikolaborasikan, akan semakin indah tarian balet.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: