Oleh: triy | September 2, 2008

Muhamad Hanafi : Sebagian Penghasilan Saya Tabung

di tabung sebagian

di tabung sebagian

Berbeda dengan Andi yang kerjanya hanya menjaga sepatu, Muhamad Hanafi mencari pekerjaan lain, Ia menjual koran bekas dan menyemir sepatu. Beberapa lembar koran di hargainya 1000 rupiah, begitupun untuk sekali semir sepatu. Dengan kerja sambilan ini, Hanafi bisa meraup penghasilan sekitar 20 ribu rupiah.

Jumlah yang kecil memang, tapi tidak untuk Hanafi. Uang itu baginya sangat besar nilainya. Ekonomi keluarga yang serba pas-pasan membuatnya ingin mencari sendiri penghasilan. Minimal untuk biaya jajan sehari-hari. Dari pada harus meminta kepada kedua orang tuanya.

“Dengan kerja seperti ini, Saya jarang meminta uang jajan sama orang tua. Jangankan untuk uang jajan, untuk biaya makan sehari-hari saja kadang pas-pasan Bang. Belum lagi untuk biaya sekolah saya dan adik saya. Lumayanlah, meski tidak banyak tapi ada,“ ungkap Hanafi

Hanafi sendiri sudah sejak kelas 4 SD bekerja seperti ini. Ayah dan ibunya sempat marah saat mengetahui dirinya bekerja seperti ini. Sebagian besar penghasilan Hanafi untuk uang jajan sehari-hari. Hanya beberapa ribu saja yang di tabung untuk keperluan biaya sekolah. Meskipun hanya sedikit, ternyata dari uang ini dia bisa membayar dan membeli buku-buku sekolah.

“Di tabung ada, tapi nggak banyak. Dari sini juga Saya bisa membayar uang sekolah sendiri. Saya ingin melanjutkan sekolah yang tinggi dan bisa bekerja di kantoran. Kalau melihat kakak, Saya kasihan karena harus putus sekolah. Karena, orang tua nggak sanggup untuk membiayai sekolah,“ papar anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Sang kakak, setelah putus sekolah bekerja menjadi kuli bangunan. Ayahnya adalah seorang penarik becak, untuk menambah penghasilan dan pendapatan sehari-hari agar dapur keluarga tetap ngepul, ibunya di rumah membuat kue-kue untuk di jual.

“Semuanya kami bekerja, kecuali adik yang masih kecil. Kalau Saya sendiri bekerja bukan karena paksaan. Tapi, karena inisiatif sendiri,“ jelas Hanafi yang masih memakai seragam sekolah ini.

Ingin Beli Sepatu Sepak Bola

Saat di tanya Global apa cita-citanya jika sudah besar nanti. Dengan tegas Hanafi menjawab ingin menjadi pemain sepak bola. Meski masih anak-anak, Hanafi tahu betul bagaimana perkembangan olah raga satu ini. Bahkan, hancurnya dunia persepakbolaan negeri sendiri pun Ia tahu.

“Saya ingin menjadi pemain sepak bola. Suatu saat nanti Saya ingin membawa Indonesia di Piala Dunia. Indonesia punya penduduk yang sangat banyak, masa mencari 11 pemain saja tidak bisa. Itulah cita-cita Saya kalau sudah besar,“ ungkapnya.

Untuk itulah kalau ada waktu kosong saat pulang sekolah atau lagi tidak membantu kedua orang tuanya. Hanafi selalu menyempatkan diri bersama dengan kawan-kawannya untuk latihan sepak bola di dekat rumahnya.

“Tidak setiap hari latihan bola, kalau ada waktu kosong saja. Pas pulang sekolah, atau pasl lagi nggak kerja. Soalnya, Saya kerja di sini kan hanya untuk tambahan saja. Tapi, di rumah Saya juga membantu ibu untuk berjualan kue,“ serunya lagi.

Hanafi beralasan, keinginanya untuk menjadi pemain bola itu adalah selain bisa mengharumkan nama bangsa juga bisa di kenal oleh banyak orang. Tapi, Ia mengaku sedih, jika melihat anak-anak sebayanya bermain bola dengan menggunakan sepatu bola. Pasalnya, selama ini kalau bermain bola Ia tidak pernah memakai sepatu bole, justru sepatu sekolah yang dipakainya.

“Inilah Bang sekalian ngumpulkan uang untuk beli sepatu bola. Soalnya, kalau main bola, kalau nggak pakai sepatu sekolah ya tidak pakai apa-apa alias nyeker. Kemarin nanya di tukang jual sepatu, harganya mahal sekali. Belum sampai uang yang Saya kumpulkan untuk membeli sepatunya,“ terang Hanafi yang berkeinginan seperti Lionel Messi, bintang sepak bola Argentina ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: