Oleh: triy | September 2, 2008

Melissa Oh Melissa

oh melisa

oh melisa

Berbeda dengan kondisi satu minggu yang lalu, siang kemarin, Kamis (6/11), senyum dan tawa mengembang di wajah Melissa, bocah balita usia 6 bulan, korban penyiksaan yang sekarang ini di rawat di Rumah Sakit Pirngadi Medan. Sesekali menangis, Melissa nampak tegar menahan rasa sakit di wajahnya akibat di aniaya oleh ibu tirinya.

Menurut cerita dari ibu kandungnya, Sri Ani (34 tahun), latar belakang ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat Melissa terpaksa di titipkan dan di asuh kepada orang lain. Harapan dan janji-janji yang di berikan oleh Juli br Sihotang (40 tahun) warga Jalan Perguruan Gang Sama Kelurahan Bantan Hilir Kecamatan Medan Tembung, yang merupakan ibu tiri Melissa kala itu, membuatnya rela melepaskan sang buah hati di rawat oleh orang lain.

“Ini berawal dari masalah ekonomi keluarga yang pas-pasan, waktu itu saat saya mau melahirkan, ada seseorang bernama Juli yang ingin mengasuh anak saya. Katanya, dia akan merawat anak saya sampai besar nanti, biar bisa menjadi orang yang berguna, keluargapun percaya saja, kalau anak saya di asuh sama Juli” ungkap Ani.

Ani mengaku, sebelumnya ia tidak pernah mengenal orang yang bernama Juli. Perkenalannya dengan Juli pun, menurut Ani baru beberapa bulan belakangan. Namun, meski baru kenal, Ani menaruh kepercayaan yang tinggi terhadap Juli yang bekerja sebagai seorang rentenir untuk mangasuh bayinya.

“Setelah saya melahirkan di bidan, si Melissa ini langsung di bawa oleh Juli ke rumahnya. Karena dia janji untuk merawat bayi saya, kami dari pihak keluarga ya percaya-percaya saja,” ucap Ani saat di temui Global di Rumah Sakit Pirngadi kemarin.

Sejak saat itu, ia tidak pernah lagi mengetahui keberadaan Melissa. Selama enam bulan Melissa tidak pernah tahu siapa ibu kandungnya. Keadaan berubah, ketika ia di beri tahu oleh pembantu Juli, Maryati, yang baru bekerja selama satu hari di rumah Juli bahwa anaknya sekarang di titipkan kepadanya. Melihat kondisi Melissa yang parah akibat luka aniaya, akhirnya Melissa di bawa ke Rumah Sakit.

“Kemarin pas malam minggu sekitar jam delapan, pembantu Juli (Maryati-red) datang ke rumah kontrakan saya. Dia memberi tahu kalau sekarang anak saya dititipkan oleh Juli kepadanya. Namun, kata dia, kondisi anak saya sangat memprihatinkan. Wajahnya luka seperti habis di aniaya,” tutur Ani.

Mendengar informasi seperti itu, Ani langsung menuju ke rumah Maryati. Ia tidak menemukan Melissa. Karena, berdasarkan keputusan warga yang melihat kondisi Melissa sudah sangat memprihatinkan, oleh Kepling Melissa di bawa ke Rumah Sakit Pirngadi.”Di rumah sakit inilah akhirnya saya berjumpa dengan anak saya,” seru ibu dua orang anak ini.

Ia mengaku shock dan trauma setelah melihat kondisi yang di alami oleh Melissa. Orang tua mana yang tega melihat anaknya menderita cacat dibagian wajahanya, terlebih-lebih orang yang melakukannya adalah orang yang sudah dipercayainya.”Pertama kali melihat kondisi anak saya, saya sangat shock. Masak, dulu begitu sehat tetapi sekarang sangat kurus dan yang lebih miris melihat bagian hidungnya yang terluka. Saya tidak menyangka kalau Juli melakukan hal seperti itu,” sebut Ani dengan nada geram.

Karena begitu percayanya kepada Juli, baik dirinya maupun Suhar suaminya, tidak menaruh curiga sedikitpun dengan Juli. Oleh karena itulah, saat Juli mengambil bayinya ia tidak membuat pernjanjian tertulis. Ani hanya di berik kwitansi kosong lengkap dengan materai, yang berisi uang sebesar satu juta dikurangi lima ratus ribu.

“Karena ada orang yang baik mau merawat, kita percaya saja. Itu kami lakukan memang tanpa ada sebuah perjanjian. Hanya kwitansi yang ada materainya serta uang saja yang diberikan kepada saya,” terang Ani.

Dari Kristi ke Melissa

Untuk menghilangkan rasa trauma, sejak masuk di rumah sakit Ani langsung mengganti nama anaknya.”Dulu sama Juli, ia diberi nama Kristi. Tapi, setelah itu saya ganti dengan nama Melissa. Nama inipun pemberian dari dokter sini, karena kemarin saat ditanya sama dokter, saya bingung menyebut namanya. Namun yang paling penting, nama ini tidak mengingatkan saya lagi terhadap kejadian yang menimpa Melissa,” papar YANI.

Gara-gara nama anak-anakny ini, ia sempat terkena marah oleh dokter, karena sering merubah-rubahnya. Namun, setelah dokter melarang mengganti-ganti nama anaknya, akhirnya Ani menerima pemberian nama anaknya dengan sebutan Melissa.”Sempat juga kena marah-marah sama dokter, karena saya sering mengganti nama Melissa,” terangnya.

Ani mengaku sebisa mungkin untuk tidak mendengar sebutan Kristi lagi, nama itu menurutnya akan mengingatkan kembali kejadian yang telah membuat diri Melissa tersiksa. Ia juga belum memiliki rencana untuk mengubah nama Melissa, ataupun menambahkannya.

“Janganlah menyebut-nyebut nama Kristi lagi, karena saya bisa ingat kejadian itu. Sebut saja dengan Melissa. Saya dan suami masih belum memiliki rencana untuk mengubah nama melissa, biar nanti ajalah saat kondisinya sudah mulai membaik. Apakah nama tersebut di ganti atau di tambahi,” paparnya.

Tinggal Tak Tetap

Kondisi ekonomi keluarga yang serba pas-pasan, membuat kehidupan sehari-hari yang di jalani oleh keluarga Ani tidak menentu. Dalam setahun ia dan keluarganya bisa pindah-pindah tempat tinggal sampai tiga kali. Karena tidak sanggup untuk membayar cicilan kontrakan rumah, beberapa kali ia dan keluarganya di usir dari kontrakan.

“Suami saya kerjanya tidak menentu, jadi kalau ada uang kita kontrak rumah yang cicilannya murah. Nanti, kalau udah tidak sanggup bayar pindah lagi ke kontrakan lain. Jadi setahun bisa sampai tinggal di tiga rumah kontrakan yang berbeda-beda. Bisa untuk bayar rumah saja sebulan saja sudah syukur,” ujar Ani.

Bahkan, sambung Ani, tak jarang keluarganya di usir oleh sang pemilik rumah karena sudah tidak sanggup lagi membayar biaya kontrakan rumah.”Pernah beberapa kali saya dan keluarga di minta untuk meninggalkan rumah kontrakan, karena biaya rumah tersebut sudah nunggal sampai tiga bulan,” sambungnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: