Oleh: triy | September 2, 2008

Gayu : Uang Bukanlah Segala-galanya dalam kehidupan

Tri Yuwono | Medan

si cantik Gayu

si cantik Gayu

Salah satu tujuan manusia hidup adalah mencari harta, bahkan banyak diantaranya harus dengan jalan negatif dalam mencarinya. Berbicara harta maka pikiran kita tidak akan jauh-jauh dari yang namanya uang. Begitu pentingnya arti uang, tak heran kalau banyak orang menganggap dalam menjalani kehidupan uang adalah segala-galanya. Semua di ukur dengan uang, termasuk itu kebahagiaan.

Uang memang saat ini sudah menjadi salah satu barang yang banyak di puja oleh sebagian orang, tetapi jika anda tanyakan kepada Komunitas Punkers, ternyata hal itu tidak berlaku sepenuhnya. Pasalnya, menurut mereka, hidup ini tidak melulu memikirkan tentang uang, ada yang lebih dari semua itu. Apa?

Ya.. Kebebasan. Kebebasan bagi komunitas Punkers ini memang menjadi harga mati dalam keseharian hidupnya. Uang hanya mereka gunakan untuk sekedar mengisi perut saja.”Tak ada yang lebih membahagiakan di sini bang, selain kebebasan. Kalau orang lain biasanya berlomba-lomba mencari uang, tetapi kami tidak. Kami hanya ingin mencari kebebasan,” seru Gayu, salah seorang anggota Punkers Aksara.

Meskipun cewek, Gayu sendiri bagi sebagian besar anggota Komunitas Punkers Aksara sudah dianggap sebagai salah satu orang penting. Oleh kawan-kawannya ia diangkat menjadi bendahara komunitas ini. Dan ini artinya, jika komunitas punk diwilayah ini tidak memiliki kepala atau ketua, otomatis kedudukan Gayu disini memiliki arti yang sangat penting bagi komunitasnya.

Kebebasan yang menjadi harga mati komunitas ini juga bukan kebebasan asal-asalan, tetapi lebih dari itu, yakni kebebasan yang bukan kebablasan. Hal inilah yang membedakan komunitas ini dengan komunitas lainnya yang juga menjalani hidup di jalanan, seperti pengamen dan anak jalanan.

“Mungkin orang yang belum tahu kehidupan kita menganggap apa yang kami lakukan ini tak memiliki arti penting, bahkan bisa dibilang orang gila. Tapi, sebenarnya bergabung dengan kawan-kawan di sini maka kita akan masuk dalam dunia baru, yang menurut saya adalah salah satu dunia nyata di dalam kehidupan ini. Kami pun bukan menganut kebebasan yang asal-asalan, tetapi kebebasan yang tidak kebablasan,” papar Gayu, yang mengaku masih duduk di bangku kuliah ini.

Di Sinilah Aku Menemukan Arti Hidu

Bergabung menjadi salah satu bagian komunitas punk, yang dianggap sebagai komunitas unik ini sebelumnya tak terpikir dalam benak Gayu. Jangankan untuk bergabung, keseharian anak punk yang jauh dari kemewahan juga tak pernah terbayangkan. Hal itu berubah, ketika dua tahun yang lalu dirinya berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan dan melihat sebagian komunitas ini sedang menjual-jual pernak-pernik khas anak Punk.

“Nggak ada terpikir sedikitpun tentang kehidupan kawan-kawan komunitas anak punk ini dulunya. Tetapi, ketika melihat mereka berjualan pernak-pernik di sebuah pusat perbelanjaan, saya kemudian mulai mencari informasi tentang mereka. Dan, ternyata kehidupan mereka menurut saya berbeda dengan apa yang dikatakan masyarakat selama ini,” ujar Gayu.

Sejak saat itulah, dirinya pun kemudian ikut bergabung dengan komunitas ini. Gayu mengaku banyak pelajaran hidup yang bisa di dapat selama dua tahun menjadi bagian komunitas ini. Dan pelajaran paling besar sekaligus dapat mengubah arti hidupnya adalah kebebasan dan uang.

“Bagi saya ini adalah dunia baru, dunia nyata dalam menjalani hidup. Inilah pelajaran utama yang saya dapat sejak bergabung dengan kawan-kawan. Pandangan masyarakat yang menganggap anak punk itu tak punya tujuan, itu salah besar. Karena disinilah tempat belajar nyata dalam kehidupan,” tutur gadis berambut panjang ini.

Menurut Gayu, komunitas ini bukan seperti pengamen dan anak jalanan yang menggantungkan nasibnya dari pekerjaan tersebut. Melainkan, komunitas yang juga dituntut untuk memiliki kreatifitas sendiri-sendiri guna menambah penghasilan, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk komunitasnya.

“Di sini kita juga di tuntut untuk berkreatifitas, makanya kami di sini juga ada program membuat pernak-pernik, tato dll. Kemudian, barang-barang ini dijual dan hasilnya dibagi-bagi, baik untuk kita sendiri juga untuk komunitasnya. Ini jugalah yang membuat saya semakin menghargai anak punk,” ujar Gayu.

Lebih jauh Gayu menuturkan, kehidupan anak punk sangat jauh berbeda dengan kehidupan dirinya dahulu. Gayu merupakan tamatan sekolah swasta ternama di Kota Medan. Karena termasuk sekolah elit, pergaulan di lingkungan sekolah yang terkesan eksklusif pun diikutinya, seperti seringnya menghambur-hamburkan uang tanpa tujuan yang pasti.

“Sangat jauh berbeda, dulu saat masih sekolah dan belum bergabung dengan komunitas ini, saya orangnya lebih royal. Mungkin karena lingkungan juga yang mempengaruhinya. Kalau ada uang, pasti saya beli ini beli itu. Tidak ada memikirkan hal yang lain lagi. Hidup seperti itu saja. Barulah saat saya bergabung di sini, saya mulai menemukan hal baru,” terangnya.

Seperti juga dengan nasib kawan-kawan lainnya yang sering mangkal di jalanan dan terkena razia oleh Satpol PP. Gayu pun juga pernah mengalami hal serupa, namun ada “jimat sakti” yang selalu melindunginya. Statusnya yang masih mahasiswi, dijadikan perjuangan Gayu untuk membebaskan dirinya sendiri dan juga kawan-kawan lainnya.

“Prinsip kita di sini ingin mencari kebebasan, tetapi kebebasan yang bukan kebablasan. Jadi, sepertinya tidak ada hak Satpol PP untuk menangkap kami tanpa alasan yang jelas. Mereka tidak mengerti apa yang kita lakukan. Pernah sih terkena razia, tapi karena saya punya identitas mahasiswa, saya kemudian dilepas kembali,” kata Gayu tersenyum.

Dunia punk telah memberikan Gayu gambaran hidup sesungguhnya, bergabung disinilah ia mengerti segala hal mengenai kerasnya perjalan hidup. Uang yang selama ini dicari oleh sebagian orang, memang bukanlah tujuan utama dalam hidup, uang juga bukan alat untuk mendatangkan kebahagiaan. Tetapi, uang hanyalah media penyambung hidup. Kebebasan untuk berekspresi dari hati yang dalam lah, kebahagiaan itu bisa muncul.

Iklan

Responses

  1. s7 bgt uang bukan lh sgalanya ntuk mndpatkn kbhagian , mank sih dgn uang kta besa mmbli sesuatu eank kta prlukan ,tpi kbhgian eank sbnrnya adlah ketenangan dlm hidup dan kbbsan dalam jiwa ,ttpi bkn bbas aut – autan eank bikin rusak (negatip), salam damai ja buat anak punk di medan dari dewi asal medan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: