<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Triy's Weblog &#187; Hobi</title>
	<atom:link href="http://triy.wordpress.com/category/hobi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://triy.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Aug 2009 13:34:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='triy.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/296ba7a63706f9e89a87594e1b973570?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Triy's Weblog &#187; Hobi</title>
		<link>http://triy.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Menikmati Sensasi Menyegarkan di Danau Linting</title>
		<link>http://triy.wordpress.com/2009/04/28/menikmati-sensasi-menyegarkan-di-danau-linting/</link>
		<comments>http://triy.wordpress.com/2009/04/28/menikmati-sensasi-menyegarkan-di-danau-linting/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 13:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triy.wordpress.com/?p=1604</guid>
		<description><![CDATA[
Selama tinggal sekitar 9 tahun lebih di Medan. Belum sekalipun saya mendengar nama danau ini. Kesohoran dan keindahan Danau Toba saja yang ada di benak pikiran saya. Hingga kemudian, seorang kawan di kantor menunjukkan foto-foto eksotis berlatar belakang pemandangan yang menakjubkan.
“Nama danau ini adalah Danau Linting,” sebutnya. Penasaran dengan keindahannya, Saya pun tergoda untuk melihatnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triy.wordpress.com&blog=1576987&post=1604&subd=triy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span lang="SV"></p>
<div id="attachment_1605" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1605" title="segaraaaaaaaar" src="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/segaraaaaaaaar.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Segaaarrrrr" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Segaaarrrrr</p></div>
<p>Selama tinggal sekitar 9 tahun lebih di Medan. Belum sekalipun saya mendengar nama danau ini. Kesohoran dan keindahan Danau Toba saja yang ada di benak pikiran saya. Hingga kemudian, seorang kawan di kantor menunjukkan foto-foto eksotis berlatar belakang pemandangan yang menakjubkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">“Nama danau ini adalah Danau Linting,” sebutnya. Penasaran dengan keindahannya, Saya pun tergoda untuk melihatnya secara langsung danau mungil nan eksotis ini. Berbekal peta singkat, bersama dengan kawan-kawan dari Kampus USU, saya pun sepakat untuk mengunjungi danau ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Cuaca panas Kota Medan bukan halangan untuk terus memacu sepedamotor dengan kencang. Butuh waktu sekitar dua jam untuk sampai ke Danau Linting. Mengambil titik kumpul dari Kampus USU, kami pun bergerak menuju Titi Kuning, melewati Delitua, Patumbak, Desa Siguci, hingga sampai ke Desa Sibunga-bunga Hilir. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Karena ini baru pertama kalinya kami datang kesini. Beberapa kali kami harus bertanya kepada warga sekitar. Ironisnya, beberapa warga di seputaran Delitua justru kurang mengetahui keberadaan danau ini. Padahal daerah ini menjadi salah satu akses jalan masuk menuju Danau Linting. Rasa penasaran untuk mengetahui keindahan Danau Linting sempat memudar dalam khayalanku.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Berhubung keinginan untuk melihat keindahan danau ini begitu menggoda, perjalanan pun kami lanjutkan kembali.”Mau ke danau ya dik. Jalannya ke kiri, kalau ke kanan terus itu jalan menuju objek wisata Si Biru-biru,” ujar salah seorang pengendara sepedamotor yang melihat kami kebingungan mencari jalan menuju rute danau.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT"></p>
<div id="attachment_1606" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1606" title="ini-sih-narsis-banget" src="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/ini-sih-narsis-banget.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Para gadis-gadis narsis.........." width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Para gadis-gadis narsis..........</p></div>
<p>Rasa penasaran itu kini mulai terjawab. </span><span lang="SV">Yang terbayang dalam benak saya saat itu adalah cepat sampai dan cepat-cepat berendam dalam danau. Namun, hampir 45 menit perjalanan, tempat yang kami tuju tak kunjung sampai. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Yang tak<span> </span>membuat saya bosan, rute antar desa di kawasan ini cukup menyenangkan. Meski di beberapa titik jalan masih terdapat aspal berlubang, namun hamparan hijau pepohonan yang menghiasi sisi jalan ini memberikan suasana segar dan nyaman.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Belum lagi dengan kondisi jalan yang naik-turun, kemudian berkelok tajam menyuguhkan aksi menantang bagi siapa saja yang melewatinya. Bahkan tak jarang adrenalin langsung terpacu untuk mempercepat laju sepedamotor di saat jalanan sepi. Di beberapa rute jalan ini, saya sempat menikmati sejenak menjadi ’Raja Jalanan’. Memacu sepedamotor dengan kencang, sambil sesekali memencet klakson keras-keras, sebelum tikungan kembali menghadang perjalanan kami.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Setelah berjalan hampir 45 menit, akhirnya sampai juga di Desa Tiga Juhar. Desa yang sekaligus menjadi pasar pekanan. Menurut warga di sekitar daerah ini, hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai di Danau Linting.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Jalanan setelah pasar ini makin tidak stabil, menurun dan menanjak. Hamparan kebun-kebun penduduk silih berganti dengan hutan-hutan sekunder menjadi pemandangan selama perjalanan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Lapisan Bukit Barisan yang terbentang makin terlihat jelas di depan. Daerah ini merupakan salah satu kawasan yang dilalui oleh gugusan dataran tinggi yang menyatukan Pulau Sumatera. Meski terbentang dengan kokohnya, sesekali bukit tersebut menghilang ditelan jalan yang berkelok. Karena itulah, klakson kendaraan menjadi hal wajib saat melintasi jalanan ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"></span><strong><span lang="SV">Jalan Menuju Simalungun</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Karena berpedoman pada waktu, kami tak menyadari jika perjalanan sudah terlampau jauh. Rasa kaget dan sedikit ”ngeri” langsung menyeruak dalam hati, ketika jalan yang kami lalui tiba-tiba berubah menjadi jalan batuan. Parahnya lagi, di bawah sana terlihat jembatan/titi yang bergoyang-goyang diapit pegunungan. Firasat jika perjalanan ke danau salah jalan, ternyata benar. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">”Udah kelewatan dik. Sekitar 10 menit lagi, balik dari sini. Kalau yang di bawah itu jembatan Titi Gantung STM Hulu,” ujar Parlindungan, seorang pengemudi kendaraan pengangkut batu. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Parlindungan menjelaskan, jembatan itu memiliki panjang sekitar 150 meter dan melewati lembah. Dalamnya sekitar 200 meter. Sementara itu di bawahnya terdapat sungai yang mengalir deras dengan batu-batu besar di dalamnya. Jika kita menyeberang jembatan ini kita akan menuju ke arah Simalungun. Jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Sumut yang menghubungkan Deliserdang dan Simalungun.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--></span><span lang="SV"> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Kami pun kemudian memutuskan untuk kembali. Akhirnya, setelah kurang dari 10 menit perjalanan, <span> </span>sampai juga saya melihat keeksotisan danau ini. Danau ini terletak di puncak bukit di Desa Sibunga-bunga Hilir, Sinembah Tanjung Muda (STM) Hulu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Danau Linting sendiri hanya berjarak 49 km dari Medan. Konon, jalan ini termasuk dalam proyeksi pelebaran untuk menghubungkan Seribu Dolok dengan Lubukpakam dalam rangka proyek agropolitan di Sumatera Utara.<br />
</span><span lang="SV"> <strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><strong>Menyimpan Misteri</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"></p>
<div id="attachment_1607" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1607" title="danau-mungill-yang-menyimpan-misteri" src="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/danau-mungill-yang-menyimpan-misteri.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Danau Mungil yang Masih Menyimpan Misteri" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Danau Mungil yang Masih Menyimpan Misteri</p></div>
<p>Jalan tanjakan berjarak sekitar 10 meter menjadi penghubung antara jalan besar dengan danau yang kami tuju. Hm… itulah yang kami cari. Sebuah danau mungil yang ukurannya hanya sekitar satu hektar. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Luarbiasa! Setelah sejenak memandang sebentar, saya mencoba untuk mendekat di bibir danau. Nyanyian burung-burung kecil yang hinggap di pohon beringin, menambah syahdu suasana danau ini. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Itu masih belum seberapa. Saat kaki ini masuk ke dalam air, tidak ada rasa dingin, kendati area ini merupakan kawasan pegunungan. Yang ada justru rasa hangat yang menjalar ke seluruh tubuh. Kesegarannya benar-benar menjadi obat rasa lelah setelah melakukan perjalanan cukup jauh. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Satu hal yang bisa saya tangkap saat melihat suasana di danau ini adalah nuansa romantis. Ya… dengan keindahan warna airnya yang berwarna biru pekat (berbeda dengan warna air danau lain), plus pegunungan yang menghiasi sisi sebelah kanan-kirinya, tempat ini menawarkan keromantisan bagi para pengunjung yang datang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Dari puncak bukit di pinggir danau ini, saya bisa leluasa melepaskan pandangan ke berbagai arah. Saya pun tak puas-puas memandangi permukaan Danau Linting ini. </span><span lang="IT">Meskipun ukurannya mungil, namun para penduduk di sini belum ada yang berani mengatakan secara pasti berapa kedalaman danau ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">“Dulu pernah ada yang mengukur kedalaman danau ini, tapi hasilnya nggak bisa ditentukan berapa dalamnya. </span><span lang="SV">Sepertinya dalam sekali danau ini,” ujar seorang penduduk, saat dimintai keterangannya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Karena itulah, warga sekitar selalu mengingatkan para pengunjung yang datang untuk berhati-hati jika berenang di danau ini. Pasalnya, sudah beberapa kali danau ini menelan korban.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--></span><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Melihat dari karakteristik Danau Linting, sepertinya danau ini dulunya adalah kawah atau juga sebuah retakan dari peristiwa vulkanik. Hal ini melihat dari beberapa hal yang bisa ditemui di danau ini. Seperti kandungan belerangnya yang cukup tinggi, serta kedalamannya yang masih menjadi misteri hingga saat ini.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--></span><span lang="SV"> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Matahari yang sudah mulai terbenam, membuat kami memutuskan untuk kembali ke Medan. Selain perjalanan cukup jauh, kami menghindari perjalanan di tengah kegelapan malam. Sebelum kaki ini melangkah pulang, saya sempatkan sekali lagi untuk memandang sekaligus membasuh muka air Danau Linting berwarna biru pekat yang menyegarkan.</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triy.wordpress.com/1604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triy.wordpress.com/1604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triy.wordpress.com/1604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triy.wordpress.com/1604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triy.wordpress.com/1604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triy.wordpress.com/1604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triy.wordpress.com/1604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triy.wordpress.com/1604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triy.wordpress.com/1604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triy.wordpress.com/1604/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triy.wordpress.com&blog=1576987&post=1604&subd=triy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triy.wordpress.com/2009/04/28/menikmati-sensasi-menyegarkan-di-danau-linting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e380040e3ad28fe9ee63051d5a819ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">triy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/segaraaaaaaaar.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">segaraaaaaaaar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/ini-sih-narsis-banget.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ini-sih-narsis-banget</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/danau-mungill-yang-menyimpan-misteri.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">danau-mungill-yang-menyimpan-misteri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada Kuburan Panjang di Pulau Kampai</title>
		<link>http://triy.wordpress.com/2009/04/28/ada-kuburan-panjang-di-pulau-kampai/</link>
		<comments>http://triy.wordpress.com/2009/04/28/ada-kuburan-panjang-di-pulau-kampai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 13:16:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triy.wordpress.com/?p=1598</guid>
		<description><![CDATA[Jam baru menunjuk di angka 8 pagi. Namun sengatan matahari sudah menembus kulit. Dengan mengendarai sepedamotor, saya bersama dengan Waristo (Redaktur Global) meluncur kencang di keramaian pagi menuju Kabupaten Langkat.
Butuh waktu sekitar dua jam menuju kabupaten ini. Tujuan kami adalah kuburan panjang di Pulau Kampai. Kuburan yang menyimpan beragam nilai sejarah, misteri dan juga budaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triy.wordpress.com&blog=1576987&post=1598&subd=triy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_1599" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1599" title="kuburan-panjang" src="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/kuburan-panjang.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Kuburan ini memiliki panjang 8 meter" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Kuburan ini memiliki panjang 8 meter</p></div>
<p>Jam baru menunjuk di angka 8 pagi. Namun sengatan matahari sudah menembus kulit. <span lang="SV">Dengan mengendarai sepedamotor, saya bersama dengan Waristo (Redaktur Global) meluncur kencang di keramaian pagi menuju Kabupaten Langkat.</span></p>
<p><span lang="SV">Butuh waktu sekitar dua jam menuju kabupaten ini. Tujuan kami adalah kuburan panjang di Pulau Kampai. Kuburan yang menyimpan beragam nilai sejarah, misteri dan juga budaya bagi masyarakat Pulau Kampai.</span></p>
<p><span lang="SV">Bagi sebagian masyarakat di Sumatera Utara, Pulau Kampai identik dengan terasi. </span><span lang="IT">Ya… Pulau ini adalah salah satu penghasil terasi terbaik di Indonesia. </span><span lang="SV">Bahkan, konon terasi Pulau Kampai sudah sampai ke negeri jiran.</span></p>
<p><span lang="SV">Kepopuleran terasi ini jugalah yang mengangkat nama pulau ini. Apakah Pulau Kampai hanya populer karena<span> </span>terasi saja? Ternyata tidak. Pasalnya jika Anda mengunjungi pulau ini, Anda juga akan melihat beberapa peninggalan budaya yang menyimpan beragam nilai sejarah yang masih misterius.</span></p>
<p><span lang="SV">Sampai di Stabat, kami berdua bergabung dengan dua wartawan Global lain yang sudah menunggu, yakni Badruddin dan Arfan. Selanjutnya perjalanan pun dilanjutkan menuju dermaga Pangkalansusu untuk menyeberang ke Pulau Kampai.</span></p>
<p><span lang="SV">Pulau Kampai adalah nama sebuah pulau yang terletak di Kabupaten tingkat II Langkat, Kecamatan Pangkalansusu. Sebelum kaki ini menginjak di tanah Pulau Kampai, kita harus menyeberang lautan dengan menggunakan speed boat. Ongkosnya cukup murah. Sekali naik para penumpang hanya ditarik 8 ribu rupiah. Jika kita membawa sepeda motor dikenakan tambahan biaya 3 ribu rupiah. </span></p>
<p><span lang="SV">”Setiap hari kita melayani rute perjalanan dari dermaga ini ke Pulau Kampai. Ada juga penumpang yang menuju ke Pulau Sembilan,” ujar Buyung salah seorang pemilik boat.</span></p>
<p><strong>Kuburan “Misterius”</strong></p>
<p><span lang="SV"></p>
<div id="attachment_1600" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1600" title="kuburan-panjangg" src="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/kuburan-panjangg.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Kuburan Panjang" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Kuburan Panjang</p></div>
<p>Setelah kurang lebih 40 menit menikmati pemandangan lautan. Kami pun akhirnya sampai ke Pulau Kampai. Sambutan hangat penduduk Pulau Kampai membuat kami merasa nyaman. Sebelum melanjutkan petualangan di pulau ini, kami sempatkan bertemu dengan M Buyung Amir, Kepala Desa Pulau Kampai.</span></p>
<p><span lang="SV">Menurut Buyung, masyarakat Pulau Kampai didiami oleh beberapa suku. </span><span lang="IT">Di antaranya Jawa, Aceh, Melayu, perantau dari Malaysia dan Karo. </span><span lang="SV">Warga Tionghoa juga ada walaupun jumlahnya tidak sebanyak dulu.”Saat ini yang tinggal adalah orangtua dan anak-anak. Kalau yang remaja sudah banyak yang mencari kerja ke luar,” terang Buyung.</span></p>
<p><span lang="SV">Ditemani dengan M Yusuf dan juga Abu Bakar, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju kuburan “misterius”. Orang-orang di sini menyebutnya dengan Kuburan Keramat Panjang. Dari dermaga Pulau Kampai, kuburan tersebut hanya berjarak sekitar 300 meter. </span></p>
<p><span lang="SV">Sebuah bangunan berpagar kayu menyergap langkah kami. Rasa penasaran pun langsung menyeruak dalam hati. Apakah betul kuburan itu memiliki ukuran yang berbeda dengan kuburan lain. Ternyata benar, di dalam bangunan berjejer dua buah nisan. Yang satu memiliki ukuran sekitar<span> </span>6 meter dan yan satunya lagi 8 meter. Di kedua nisan tersebut tidak ada satu pun identitas yang bisa dijadikan bukti kuburan siapa sebenarnya.</span></p>
<p><span lang="SV">Masyarakat di sini percaya jika kuburan ini sudah ada sebelum zaman penjajahan Belanda. Hingga saat ini, kuburan keramat panjang ini masih sering dikunjungi oleh masyarakat untuk berdoa.”Sebagai salah seorang yang sejak kecil tinggal di sin, saya tidak pernah tahu kuburan siapa sebenarnya. Orang tertua di sini saja juga tidak tahu,” ungkap M.Yusuf menjelaskan.</span></p>
<p><span lang="SV">Menurut M Yusuf, kuburan ini sebelumnya pernah diteliti ilmuan dari Belanda. Namun hasilnya nihil. Ukiran di batu nisan yang mirip dengan tulisan China, sempat diyakini masyarakat jika kuburan ini adalah kuburan etnik Tionghoa. Tapi lagi-lagi, teori tersebut masih belum bisa dipercayai seratus persen masyarakat sini.</span></p>
<p><span lang="SV">Kemisteriusan Kuburan Panjang ini <span> </span>bukan hanya ini saja. Pasalnya, kuburan ini menurut warga memiliki penjaga khusus, yakni seekor harimau berwarna putih.”Dulu harimau putih itu sering dilihat oleh warga sini. Selain itu, dulunya di sini juga pernah ada orang yang meninggal, gara-gara memindahkan batu pusara yang ada di atas kuburan ini,” papar Yusuf menambahkan.</span></p>
<p><span lang="SV">Hingga saat ini kuburan ini tetap masih menyimpan misteri. Namun meski begitu, dari beberapa data didapat penjelasan bahwa sesuai dengan namanya, Kuburan Keramat Panjang. Kuburan ini mengacu pada nama Teuku Keramat Panjang dan nama tersebut sudah dilafal sejak dari tiga generasi sebelum mereka. Sebuah nama yang juga memiliki hubungan erat dengan ulama besar dari Langsa.</span></p>
<p><span lang="SV">Nama asli dari Teuku Keramat Panjang adalah Teuku Sulthan Muhammad. Ia berasal dari Pakistan dan seorang ulama besar. Saat tiba di Pulau Kampai, ia berusia 13 tahun dan menetap di Pulau Kampai sampai akhir hayatnya. Di Pulau Kampai ia bekerja menjadi pedagang, seperti jual-beli emas, kain dll. </span></p>
<p><span lang="SV">Di samping sebagai pedagang, ia juga membuka perpustakaan seraya menulis buku-buku agama, bahan-bahannya beliau ambil dari Mesir. Mengingat ilmu agama beliau sangat luas, beliau juga berdakwah di Pulau Kampai. </span></p>
<p><span lang="SV">Teuku Sulthan Muhammad menikah dengan seorang wanita berumur 14 tahun di Pulau Kampai, istri beliau bernama “Siti Bahara Silalahi”. Ayah Siti Bahara Silalahi berasal dari Kabanjahe yang semasa hidupnya ayah Siti Bahara Silalahi juga seorang pedagang Sedangkan ibu Siti Bahara Silalahi, berasal dari tanah Deli.</span></p>
<p><strong>Kuburan Sang Pendekar Biola</strong></p>
<p><span></p>
<div id="attachment_1601" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1601" title="kuburan-pendekar-biola" src="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/kuburan-pendekar-biola.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Kuburan Pendekar Biola" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Kuburan Pendekar Biola</p></div>
<p>Selain Kuburan Keramat Panjang, di pulau ini Anda juga bisa melihat kuburan lain yang memiliki nilai budaya. </span><span lang="SV">Kuburan tersebut adalah Mas Merah. Bedanya, jika kuburan Keramat Panjang masih menimbulkan “misteri”, kuburan Mas Merah sudah bisa diidentifikasi asalnya.</span><span lang="SV"></span></p>
<p>M Yusuf dan Abu Bakar yang menemani kami selama melakukan perjalanan di Pulau Kampai mengisahkan sejarah kuburan Mas Merah. Menurut mereka, kuburan ini adalah kuburan Salam, lelaki yang tinggal di Serawak Malaysia dan lahir sekitar tahun 1890.</p>
<p><span lang="SV">Salam memiliki abang bernama Amran. Pada saat itu, Salam menjalin hubungan diam-diam dengan gadis bernama Rukiah. Hubungan ini tidak diketahui oleh orangtua Salam. Rukiah adalah seorang gadis baik dan berparas cantik, yang dijodohkan oleh kedua orangtuanya dengan abangnya. </span><span style="font-size:7.5pt;" lang="SV"></span></p>
<p><span lang="SV">Dinikahkanlah Amran dengan Rukiah. Saat pernikahan mereka, Salam putus asa. Konon Salam melemparkan batu sebanyak tiga buah di tanah Serawak sebelum ia pergi. &#8220;Kalau timbul tiga buah batu yang ku lempar di tanah Serawak ini, barulah aku akan pulang,&#8221; ujar Abu Bakar menirukan ucapan Salam.</span><span style="font-size:7.5pt;" lang="SV"></span></p>
<p><span lang="SV">Saat pergi, Salam bertemu dengan Salmah. Salmah adalah kembang di Medan Labuhan-Belawan. Ayah Salmah bernama H Kasim. Ibu Salmah berutang pada seorang keturunan India bernama Tambi. Namun ia tidak mampu membayar utangnya. Oleh orangtuanya, Salmah dikawinkan dengan Tambi.</span><span style="font-size:7.5pt;" lang="SV"></span></p>
<p><span lang="SV">Di saat acara perkawinan Salmah dengan Tambi.Salam yang dijuluki pendekar biola memainkan biolanya sambil menyanyikan sebuah lagu yang berjudul &#8220;Kau adalah Mas Merahku&#8221;.Mendengar lag ini, Salmah langsung jatuh pingsan. Masyarakat sekitar tidak mengetahui bahwa Salmah adalah Mas Merah yang disebut Salam dalam lagunya. Salam kembali berputus asa dan kemudian pergi ke laut untuk menjadi nelayan di daerah Brandan.</span><span style="font-size:7.5pt;" lang="SV"></span></p>
<p><span lang="SV">Singkat cerita, saat ia dan seorang temannya Husein berkelana di lautan. Salam mendengar teriakan seorang wanita.Salam hendak menolong namun dihalangi oleh Husein. Husein berkata pada Salam, &#8220;Aku tidak berani kesana. Daerahnya sangat angker. Biasanya orang yang pergi kesana pasti tidak bisa kembali pulang,&#8221;.</span><span style="font-size:7.5pt;" lang="SV"></span></p>
<p><span lang="IT">Ternyata wanita itu adalah Salmah. </span><span lang="SV">Terjadilah perkelahian antara Pendekar Nayan dengan Salam. Akhirnya Pendekar Nayan yang menculik Salmah kalah dan bertemulah Salam dengan Salmah. </span></p>
<p><span lang="SV">Mereka pun menikah selama sepuluh tahun dan tidak mempunyai keturunan. Suatu hari keduanya terkena penyakit cacar. Pada tahun 1920 tepatnya pada hari Jumat pukul 05.00 pagi Salam meninggal, dan disusul oleh Salmah pada pukul 06.00 pagi. Sebelum meninggal Salam berpesan kepada Husein, temannya, &#8220;Kalau nanti aku meninggal tolong kuburkan aku berdekatan dengan kuburan istriku, dan tanamkan bunga tanjung di atas nisan kuburan kami berdua,&#8221;. Bunga tanjung yang ditanam adalah kisah perjalanan cinta Salam sebagai tanda antara Semenanjung Malaysia, Medan Labuhan dan Pulau Kampai.</span><span style="font-size:7.5pt;" lang="SV"></span></p>
<p><span lang="SV">“Hal itu kemudian diceritakan Husein kepada teman-temannya, dan cerita ini secara turun-temurun dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai sejarah terjadinya Pulau Kampai,” terang Abu Bakar.</span><span style="font-size:7.5pt;" lang="SV"></span></p>
<p><strong>Pantai Beraweh </strong></p>
<div id="attachment_1602" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1602" title="pantai-beraweh" src="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/pantai-beraweh.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Pantai Beraweh" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Pantai Beraweh</p></div>
<p>Satu tempat lagi yang layak dikunjungi saat ke Pulau Kampai adalah Pantai Beraweh.Pantai yang sering disebut Pantai Pasir Putih ini adalah perbatasan Ujung Tamiang. <span lang="SV">Wilayahnya terentang sepanjang 5 kilometer. &#8220;Biasanya pada hari libur bisa mencapai 300 orang yang datang ke sini,&#8221; ujar Abu Bakar.</span></p>
<p><span lang="SV">Pengunjung yang datang tidak hanya masyarakat sekitar. Ada yang berasal dari Pangkalansusu, Brandan dan kebanyakan masyarakat Aceh Timur. Untuk menuju tempat ini digunakan <span>getek</span> sebagai alat transportasi untuk menyeberang. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sepoi angin laut di malam hari Pantai Beraweh benar-benar menggoda mata untuk melihat ke atas. Gemerlap bintang dengan sinarnya yang terang memberikan rasa tenang dalam hati. Menikmati alam semesta dengan hamparan deburan ombak Pantai Beraweh. Pada hari libur, pantai ini juga sering digunakan untuk acara anak sekolah seperti kegiatan kemah pramuka.</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triy.wordpress.com/1598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triy.wordpress.com/1598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triy.wordpress.com/1598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triy.wordpress.com/1598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triy.wordpress.com/1598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triy.wordpress.com/1598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triy.wordpress.com/1598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triy.wordpress.com/1598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triy.wordpress.com/1598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triy.wordpress.com/1598/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triy.wordpress.com&blog=1576987&post=1598&subd=triy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triy.wordpress.com/2009/04/28/ada-kuburan-panjang-di-pulau-kampai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e380040e3ad28fe9ee63051d5a819ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">triy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/kuburan-panjang.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kuburan-panjang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/kuburan-panjangg.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kuburan-panjangg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/kuburan-pendekar-biola.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kuburan-pendekar-biola</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/pantai-beraweh.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pantai-beraweh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menikmati Indahnya Kota Kuala Lumpur dengan Ho-Ho</title>
		<link>http://triy.wordpress.com/2009/04/28/menikmati-indahnya-kota-kuala-lumpur-dengan-ho-ho/</link>
		<comments>http://triy.wordpress.com/2009/04/28/menikmati-indahnya-kota-kuala-lumpur-dengan-ho-ho/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 12:26:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triy.wordpress.com/?p=1593</guid>
		<description><![CDATA[
Malaysia Tourism Centre menjadi titik awal bagi kami (jurnalis), yang diundang dalam acara Colour of Malaysia 2009 saat akan menikmati indahnya pemandangan Kota Kuala Lumpur (KL). Bersama dengan empat jurnalis lokal dan PR Tourism Malaysia Medan, saya berkesampatan menaiki Hop-On Hop-Off atau lebih dikenal dengan Ho-Ho berkeliling di Kota KL. 
Ya&#8230; untuk mengitari KL memang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triy.wordpress.com&blog=1576987&post=1593&subd=triy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span lang="IN"></p>
<div id="attachment_1594" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1594" title="para-jurnalis-dari-media-cetak-di-medan-bersiap-siap-mencoba-serunya-jalan-jalan-dengan-ho-ho" src="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/para-jurnalis-dari-media-cetak-di-medan-bersiap-siap-mencoba-serunya-jalan-jalan-dengan-ho-ho.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Foto-foto dulu lah..." width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Foto-foto dulu lah...</p></div>
<p>Malaysia Tourism Centre menjadi titik awal<span> </span>bagi kami (jurnalis), yang diundang<span> </span>dalam acara Colour of Malaysia 2009 saat akan menikmati indahnya pemandangan Kota Kuala Lumpur (KL). Bersama dengan empat jurnalis lokal dan PR Tourism Malaysia Medan, saya berkesampatan menaiki Hop-On Hop-Off atau lebih dikenal dengan Ho-Ho berkeliling di Kota KL. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ya&#8230; untuk mengitari KL memang tidaklah terlalu sulit. Pemerintah di sini sudah menyiapkan fasilitas lengkap bagi para pelancong. Dengan membayar tiket 38 RM untuk wisatawan asing dan 19 RM untuk lokal, Anda sudah bisa sesuka hati naik turun bus bertingkat ini selama 24 jam. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Di dalam bus ini, Anda bisa menikmati keunikan, keindahan, kebersihan plus kemegahan kota KL. Dengan desainnya yang hanya beratapkan kaca, para penumpang bebas melihat jejeran gedung-gedung raksasa yang menghiasi sisi jalanan KL. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Mengandalkan konsep alam dan bangunan tradisional di sekililingnya, jalanan di sini memang sangat menakjubkan. Selain bersih, rindangnya pepohonan semakin menambah keindahan kota ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Setelah menunggu kurang lebih duapuluh menit, bersama dengan tour guide, Ahmad Azam, kami pun bergegas menaiki Ho-Ho. Bus pun selanjutnya meluncur mulus melewati jalanan mulus KL. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Menurut Azam, butuh waktu sekitar dua setengah jam untuk bisa berkeliling dengan Ho-Ho. Namun sayangnya, karena keterbatasan waktu, kami hanya bisa menikmati Ho-Ho sekitar satu jam. Sebagai seorang guide, Azam pun memberikan informasi tentang tempat-tempat yang dilewati oleh Ho-Ho.”Saat ini kita sedang melewati menara kembar Petronas, yang merupakan icon negara Malaysia,” ujar Azam ketika Ho-Ho berada persis di bawah menara kembar ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"></span><strong><span lang="IN">Dua Hal yang Harus Anda Perhatikan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Menjelajahi KL dengan Ho-Ho memang sangat mengasyikkan. Pemerintah setempat sepertinya sudah mendesain sedemikian rupa guna memberikan akses bagi pelancong yang datang untuk menikmati segala kelebihan kota ini. Meski begitu, Anda juga harus menaati peraturan-peraturan di KL, jika tidak ingin menyesal kemudian. So, apa saja yang harus Anda perhatikan saat jalan-jalan di KL.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pertama, satu yang patut mendapat acungan jempol saat melewati jalanan di KL. Apa itu? Kebersihannya. Ya&#8230; jalanan di sini memang sangat bersih. Belum lagi dengan hadirnya pepohonan yang masih tetap dijaga keasriannya, semakin menambah sejuk Kota KL. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kedua, satu hal lagi yang juga harus Anda perhatikan saat jalan-jalan menikmati jalanan di KL. Jangan sekali-kali membuang sampah dan merokok sembarangan. Karena jika Anda lakukan, dan Anda ketahuan, Anda harus bersiap merogoh kocek sebesar 300 RM atau setara 1 juta rupiah sebagai dendanya.”Merokok boleh saja, asal pada tempatnya,” seru Azam memberitahu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"></span><strong><span lang="IN">Lewati Tempat Favorit di KL</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"></p>
<div id="attachment_1595" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1595" title="gt" src="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/gt.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Ho-Ho" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Ho-Ho</p></div>
<p>Selama berada di atas Ho-Ho, kami diajak melihat beberapa tempat-tempat favorit di KL.Dari mulai kawasan Bukit Bintang. Sebuah bangunan yang memiliki tinggi sekitar 276 dari jalan raya. Di kawasan ini banyak lokasi wisata, seperti water park, lake garden park, shopping area, museum negara dan objek wisata lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Twins Tower atau menara kembar Petronas menjadi target selanjutnya. Dari dalam Ho-Ho kami dapat melihat salah bangunan tertinggi di dunia ini. Ketinggian menara Petronas sendiri mencapai 452 meter atau 1.483 kaki. Para pelancong diberi kesempatan selama sepuluh menit untuk mengabadikan dirinya di bawah menara Petronas.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Puas berfoto-foto ria di kawasan ini. Ho-Ho pun melanjutkan perjalanannya kembali. Kali ini tempat yang kami tuju adalah sebuah menara yang bercorak Islami. Menara yang dirancang oleh Cesar Pelli ini memiliki 88 lantai. Kemudian melewati Istana Trengganu, salah satu bangunan megah yang berarsitektur unik dan modern.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kompleks Kraft, salah satu kawasan yang dijadikan sebagai pusat kerajinan di KL juga tak luput dari Ho-Ho.<span> </span>Kemudian Ho-Ho melaju di Jalan Petailing, atau lebih akrab di kenal dengan sebutan China Town dan Chow Kit. Kawasan ini merupakan area favorit untuk Anda yang suka belanja. Beragam barang-barang murah dapat Anda dapatkan di sini. Dari mulai baju, tas, sepatu, arloji dan juga pernak-pernik aksesori lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sebelum menuntaskan perjalanan dengan Ho-Ho, kami sempatkan untuk melewati salah satu tempat wajib bagi pelancong yang datang ke KL. Ya&#8230; selain menara kembar Petronas, tempat satu ini merupakan tempat yang selalu menjadi idaman bagi pelancong untuk berfoto-foto. Apalagi lagi kalau bukan Istana Negara.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dalam setiap perjalanan, Ho-Ho selalu memberikan kesempatan bagi pelancong selama beberapa menit untuk mengabadikan diri dengan berfoto-foto. Seolah tak ingin menghilangkan kesempatan, kami pun memutuskan berhenti sejenak untuk berfoto-foto. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Meski hanya dari luar pagar istana, para pelancong dibebaskan untuk memotret setiap sisi dari istana tersebut. Termasuk berfoto bareng dengan para penjaga istana yang berdiri tegak di pos jaga. Pengunjung di sini juga tak perlu khawatir jika harus berdesakan, tim dari kepolisian bersenjata lengkap siap menjadi pengaman plus disertai oleh tim medis.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Setelah satu jam mengikuti perjalanan Ho-Ho, kami pun bergerak kembali menuju pusat kota. Melewati jalan tol dengan gedung-gedung pencakar langit sebagai penghiasnya. Tak ketinggalan juga melewati monorail serta fly over hingga akhirnya kembali di Hotel Sheraton, hotel tempat kami menginap selama di KL.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triy.wordpress.com/1593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triy.wordpress.com/1593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triy.wordpress.com/1593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triy.wordpress.com/1593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triy.wordpress.com/1593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triy.wordpress.com/1593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triy.wordpress.com/1593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triy.wordpress.com/1593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triy.wordpress.com/1593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triy.wordpress.com/1593/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triy.wordpress.com&blog=1576987&post=1593&subd=triy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triy.wordpress.com/2009/04/28/menikmati-indahnya-kota-kuala-lumpur-dengan-ho-ho/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e380040e3ad28fe9ee63051d5a819ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">triy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/para-jurnalis-dari-media-cetak-di-medan-bersiap-siap-mencoba-serunya-jalan-jalan-dengan-ho-ho.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">para-jurnalis-dari-media-cetak-di-medan-bersiap-siap-mencoba-serunya-jalan-jalan-dengan-ho-ho</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/gt.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Romantisnya Bulan Madu di Colmar Tropicale, Malaysia</title>
		<link>http://triy.wordpress.com/2009/04/28/romantisnya-bulan-madu-di-colmar-tropicale-malaysia/</link>
		<comments>http://triy.wordpress.com/2009/04/28/romantisnya-bulan-madu-di-colmar-tropicale-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 12:15:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triy.wordpress.com/?p=1588</guid>
		<description><![CDATA[
Terik matahari membayangi langkah kaki saat memasuki area keberangkatan luar negeri Bandara Polonia Medan pada Jumat sore (20/3) lalu. Bersama rombongan dari empat media cetak lokal Medan, kami mendapat undangan selama empat hari untuk mengikuti acara Colours Of Malaysia dari Tourism Malaysia Medan di Kuala Lumpur.
Raungan Pesawat Malaysia Airlines bersiap-siap mengepakkan sayapnya terbang membawa kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triy.wordpress.com&blog=1576987&post=1588&subd=triy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span lang="IN"></p>
<div id="attachment_1589" class="wp-caption alignleft" style="width: 253px"><img class="size-medium wp-image-1589" title="img_05397" src="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/img_05397.jpg?w=243&#038;h=300" alt="Colmar Tropical" width="243" height="300" /><p class="wp-caption-text">Colmar Tropical</p></div>
<p>Terik matahari membayangi langkah kaki saat memasuki area keberangkatan luar negeri Bandara Polonia Medan pada Jumat sore (20/3) lalu. Bersama rombongan dari empat media cetak lokal Medan, kami mendapat undangan selama empat hari untuk mengikuti acara Colours Of Malaysia dari Tourism Malaysia Medan di Kuala Lumpur.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Raungan Pesawat Malaysia Airlines bersiap-siap mengepakkan sayapnya terbang membawa kami ke angkasa. Hanya butuh waktu sekitar 45 menit dari Medan ke Malaysia. Sekitar jam 5 sore waktu setempat, kami akhirnya sampai di Bandara Kuala Lumpur. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Perjalanan pun dilanjutkan menuju Legend Hotel untuk mengikuti acara konferensi pers bersama Y.B Dato’ Sri Azalina Dato’ Othman Said, Minister of Tourism Malaysia serta makan malam.Selesai mengikuti acara bersama dengan 300 jurnalis dari 38 negara, kami pun menuju Hotel Sheraton, tempat menginap selama di Malaysia</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"></span><strong><span lang="IN">Menikmati Jalanan Kuala Lumpur dengan Hop-On Hop-Off</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pada hari kedua, Malaysia Tourism Centre menjadi titik awal <span> </span>menikmati indahnya pemandangan Kota Kuala Lumpur. Menggunakan Hop-On Hop-Off atau bus bertingkat dua, <span> </span>pengunjung diajak menikmati jalanan kota yang tertata rapi dan bersih. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Mengandalkan konsep alam dan bangunan tradisional di sekililingnya, jalanan di sini memang sangat menakjubkan. Selain bersih, rindangnya pepohonan semakin menambah keindahan kota ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Menurut Cik Azam, pemandu rombongan kami selama di Malaysia. Untuk menikmati perjalanan dengan Hop-On Hop-Off para wisawatan lokal hanya dikenakan biaya 19 ringgit, sementara untuk wisatawan asing 38 ringgit. Memakan waktu sekitar dua jam, Hop-On Hop-Off sudah membawa kita melewati menara kembar Petronas, istana Trengganu, kompleks Kraft, Jalan T Ramli yang menjadi icon entertainment dan tentunya area shopping.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">“Dengan mengunakan Hop-On Hop-Off ini kita bisa berkeliling sampai dua jam. Hop-On Hop-Off sudah membawa kita melewati jalanan Kuala Lumpur,” ungkap Cik Azam.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"></span><strong><span lang="IN">Pesta Kembang Api Buka Colours Of Malaysia </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"></p>
<div id="attachment_1590" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1590" title="img_0384" src="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/img_0384.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Berkumpul dengan 300 Jurnalis dari Seluruh Dunia" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Berkumpul dengan 300 Jurnalis dari Seluruh Dunia</p></div>
<p>Puas menikmati perjalanan Hop-On Hop-Off. Dataran Merdeka menjadi tujuan kami selanjutnya. Tempat yang dijadikan titik nol negara Malaysia ini akan menjadi inti kegiatan pembukaan acara Colours of Malaysia. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Antusiasme masyarakat lokal menyambut acara ini memang sangat luarbiasa. Ribuan masyarakat plus undangan serta 300 jurnalis dari 38 negara berkumpul menyaksikan acara yang dihadiri oleh Ketua Setiausaha Kementeriaan Pelancongan Malaysia, Y.B Timbalan Menteri Pelacongan Malaysia, Y.B Menteri Pelancongan Malaysia, Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong XIII Al-Wathiqu Billah Tuanku Mizan Zainal Abidin Almarhum Sultan Mahmud Al-Muktafi Billah Shah dan Seri Paduka Baginda Raja Permaisuri Agong Tuanku Nur Zahirah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Berbagai pertunjukan budaya tradisional dari berbagai daerah di Malaysia mewarnai acara ini. Dan puncaknya, dentuman kembang api yang menggelegar ke udara dengan kilauan warna menyambut “Malaysia Welcomes The World.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"></span><strong><span lang="IN">Dari Prancis Hingga Jepang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Udara sejuk dengan pemandangan hijau menemani perjalanan kami di hari ketiga. Tujuannya adalah Bukit Tinggi, tepatnya di <span> </span>Colmar Tropicale, French-Themed Resort Berjaya Hills, Pahang Malaysia. Butuh waktu sekitar 1,5 jam dari Kuala Lumpur menuju wisata ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bangunan tinggi nan megah berarsitektur Prancis langsung menyergap langkah kami. Desain bangunan abad ke-16 ini mengingatkan kita akan keajaiban yang memikat dengan arsitektur warna-warni khas Prancis. Jembatan besar menjadi penghubung bangunan dengan pelataran. Deretan kafe-kafe semakin menambah suasana Prancis sangat kental.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"></p>
<div id="attachment_1591" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1591" title="img_0502" src="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/img_0502.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Macem di Kampung-ku" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Macem di Kampung-ku</p></div>
<p>Colmar Tropicale terletak di Negara Bagian Pahang, Malaysia. Memasuki kawasan ini seperti berada di Prancis. Pemandangan bukit nan hijau menjadi pelengkap yang menakjubkan. Berada di 2.600 kaki di atas permukaan laut, tempat ini memiliki hawa sejuk. So, jika ingin ke Prancis jauh, tempat ini dapat menjadi alternatif.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Nuansa Prancis nan syahdu benar-benar memberikan kesan romantis bagi para pengunjung yang datang. Cocok bagi pengunjung yang sedang merayakan bulan madu. Corak cinta-kasih dengan keheningan dan kesunyiaannya memberikan rasa syahdu dalam hati.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">“Colmar Tropicale sangat sesuai dijadikan sebagai tempat untuk berbulan madu bagi pasangan yang baru menikah. Kawasan ini memberikan nuansa yang romantis bagi para pengunjung,” ungkap Chepailing, Humas Colmar Tropicale kepada Global.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Chepailing menambahkan, Fun &amp; Recreation Colmar Tropicale merupakan daerah tujuan liburan yang menawarkan berbagai jenis aktivitas rekreasi. Di antaranya adalah lapangan golf dengan 18 lubang berstandar internasional, Tatami Spa, Taman Kelinci, Keledai, Kuda, Paintball, Kolam Renang, Aerobik, permainan anak-anak, Karaoke, Bowling, Tennis, Squash and Badminton serta live musik dan tari-tarian.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tak hanya miniatur negara Prancis saja yang menghiasi kawasan Bukit Tinggi, yang juga bersebelahan dengan objek wisata Genting ini. Nuansa Jepang juga menjadi andalan di sini. Japanese Village The Japanese Village di Berjaya Hills merupakan miniatur pertama di luar Jepang yang terletak di lingkungan ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Berada di atas ketinggian 3.500 kaki di atas permukaan laut dan di antara 150-juta tumbuhan tropis hutan hujan. Kawasan ini menyuguhkan keheningan dan ketenangan pengunjungnya. Kicauan burung dan kesegaran alam menambah warna di hutan ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Beragam kebudayaan Jepang dapat ditemukan di tempat ini. Jalan setapak dengan pohon-pohon tinggi di kanan-kirinya, memberi sensasi ketenangan jiwa yang dalam.Melewati jalan setapak ini, kita bisa melihat dan singgah di Rumah Teh Jepang,Ryo Zan Tei Japanese Restaurant, Kebun Raya, Tatami Spa dan Ume Tatami Suite serta Toko Cenderamata Jepang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Selain itu, rencananya pihak pengelola di Bukit Tinggi juga akan melengkapinya dengan beberapa miniatur negara-negara lain di dunia.”Saat ini yang sudah kita rencanakan adalah miniatur negara Vatikan (Italia), Jerman dan juga Spanyol. Semuanya berada di kawasan Bukit Tinggi ini,” Jelas Chepailing.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> Rasa lelah dan capek menjelajah ‘negara’ Prancis dan Jepang di Bukit Tinggi telah memberikan pengalaman dan sensasi yang mengasyikkan. Keromantisan, nuansa cinta, keheningan dan keramahtamahan menjadi bagian yang tak terlupakan dalam perjalanan ini. Sebelum kembali ke Medan, ku pandang jauh-jauh bukit pegunungan di atas Colmar Tropicale, berharap suatu saat kaki ini bisa kembali kesini.</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triy.wordpress.com/1588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triy.wordpress.com/1588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triy.wordpress.com/1588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triy.wordpress.com/1588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triy.wordpress.com/1588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triy.wordpress.com/1588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triy.wordpress.com/1588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triy.wordpress.com/1588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triy.wordpress.com/1588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triy.wordpress.com/1588/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triy.wordpress.com&blog=1576987&post=1588&subd=triy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triy.wordpress.com/2009/04/28/romantisnya-bulan-madu-di-colmar-tropicale-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e380040e3ad28fe9ee63051d5a819ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">triy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/img_05397.jpg?w=243" medium="image">
			<media:title type="html">img_05397</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/img_0384.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">img_0384</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triy.files.wordpress.com/2009/04/img_0502.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">img_0502</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Modelling : Hobi Yang Mendatangkan Kesuksesan</title>
		<link>http://triy.wordpress.com/2008/09/07/modelling-hobi-yang-mendatangkan-kesuksesan/</link>
		<comments>http://triy.wordpress.com/2008/09/07/modelling-hobi-yang-mendatangkan-kesuksesan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 09:45:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triy.wordpress.com/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[Tri Yuwono &#124; Global &#124; Medan 
Siapa yang tak kenal dengan dunia entertainmen satu ini. Modelling, yup… dunia yang tidak hanya menyuguhkan keindahan gaun dan busana yang dipamerkan, tetapi juga menampilkan kemolekan fisik pemakainya. Meski hanya berlenggak-lenggok di atas catwalk saja, ternyata bukan hal yang mudah untuk melakukannya.
Modelling saat ini memang menjadi salah satu primadona [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triy.wordpress.com&blog=1576987&post=343&subd=triy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_344" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://triy.files.wordpress.com/2008/09/modelling.jpg"><img class="size-medium wp-image-344" title="modelling" src="http://triy.files.wordpress.com/2008/09/modelling.jpg?w=200&#038;h=300" alt="Modelling" width="200" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Modelling</p></div>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-GB">Tri Yuwono | Global | Medan </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Siapa yang tak kenal dengan dunia entertainmen satu ini. Modelling, yup… dunia yang tidak hanya menyuguhkan keindahan gaun dan busana yang dipamerkan, tetapi juga menampilkan kemolekan fisik pemakainya. Meski hanya berlenggak-lenggok di atas catwalk saja, ternyata bukan hal yang mudah untuk melakukannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Modelling saat ini memang menjadi salah satu primadona yang sangat di gandrungi kalangan anak muda dalam mengekspresikan bakat sekaligus menjadi jembatan dalam mewujudkan cita-cita. Seperti menjadi artis ataupun penyanyi. Dan banyak di antara mereka yang mengaku, mendalami dunia modelling di karenakan oleh hobi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">“Saya sebenarnya orang baru di dunia modelling Kota Medan. Karena dibandingkan dengan yang teman-teman yang lain, saya terjun ke dunia ini baru setahun yang lalu. Pertama <em>sih</em> saya hobi dengan kegiatan seperti ini, tapi setelah ikut beberapa kali perlombaan dan berhasil meraih juara, saya ingin menjadikan ini sebagai batu loncatan. Karena, obsesi saya nantinya adalah ingin menjadi model yang profesional,” ungkap Jesslyn, siswi kelas 3 SMU Sutomo 1 Medan ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Jesslyn mengaku, jika sejak masih kecil dirinya sudah hobi berlenggak lenggok saat sedang berjalan. Melihat inilah, kemudian ia memberanikan diri untuk mencari informasi mengenai seluk beluk dunia modelling. Hingga kemudian, dirinya merasa modelling merupakan salah satu kegiatan yang paling cocok bagi dirinya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">“Kata mama, waktu masih kecil Saya suka jalan sambil berlenggak-lenggok. Lama-kelamaan, saya jadi hobi untuk jalan seperti ini. Dan terakhir, ikutlah Saya lomba-lomba modelling,” ujar Jesslyn.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Senada dengan jesslyn, Christine Yusuf, mahasiswi Fakultas Psikologi angkatan 2004 juga mengungkapkan alasan serupa. Sebelum menjadi penyiar di sebuah televisi lokal di Medan, dirinya sempat menjadikan modelling sebagai batu loncatan.”Semuanya berawal dari hobi Saya yang suka jalan berlenggak-lenggok. Selanjutnya, ikut-ikut lomba fashion. Dan, ternyata beberapa diantaranya Saya berhasil menjadi juara,” papar Finalis Model Indonesia Tingkat Nasional 2006.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-GB">Perhatikan Bakat Anak Sejak Dini</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Sebagai orang tua tak ada salahnya memerhatikan bakat dan hobi yang dimiliki anak-anak sejak masih usia dini. Mana tahu, mereka memiliki kelebihan dibandingkan dengan anak-anak sebayanya. Tidak perlu susah payah memerhatikan tingkah laku anak-anak, dengan melihat cara berjalannya saja kita sudah bisa melihatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">“Saat itu dia kan masih kecil, kalau berjalan itu kadang badannya agak berlenggak-lenggok, dari situlah saya berpikir kalau Difa memiliki bakat di bidang modelling. Saya juga tidak tahu dari mana Difa kalau jalan mirip model. Sejak saat itu, saya pun mulai mengajarinya,” ungkap Yuli Elviana.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Ibunda dari Difa Putri Aryani ini patut bersyukur. Pasalnya, Difa <span> </span>yang saat ini masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), ternyata juga hobi dengan modelling yang diajarkan oleh sang Bunda. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Dari bakat dan hobi yang ada dalam dirinya, Difa pun kemudian mengikuti berbagai ajang lomba lenggak-lenggok di atas catwalk. Dari sekedar bakat dan hobi, Difa ternyata berhasil mengukir berbagai macam prestasi yang membanggakan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">“Nggak nyangka juga, baru ikut pertama kali di ajang modelling. Eh, ternyata sudah berhasil menjadi juara. Difa saat itu masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak. Melihat hasil itulah, semakin memberi motivasi bagi kami, selaku orang tua untuk terus mengembangkan bakatnya,” papar Yuli yang mengaku hingga kini Difa sudah mengumpulkan sekitar 40 piala.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Nah, tak ada salahnya kan kalau kita suka atau hobi jalan sambil berlenggak-lenggok. Lebih baik terus asah cara berjalan kita. Siapa tahu, Anda bisa menjadi seorang model profesional. Apalagi, dunia modelling merupakan jalan strategis untuk bisa masuk ke dunia hiburan lainnya, seperti artis, penyanyi atau bahkan menjadi seorang miss universe.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/triy.wordpress.com/343/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/triy.wordpress.com/343/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triy.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triy.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triy.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triy.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triy.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triy.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triy.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triy.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triy.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triy.wordpress.com/343/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triy.wordpress.com&blog=1576987&post=343&subd=triy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triy.wordpress.com/2008/09/07/modelling-hobi-yang-mendatangkan-kesuksesan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e380040e3ad28fe9ee63051d5a819ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">triy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triy.files.wordpress.com/2008/09/modelling.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">modelling</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komunitas Berawal dari Hobi</title>
		<link>http://triy.wordpress.com/2008/09/07/komunitas-berawal-dari-hobi/</link>
		<comments>http://triy.wordpress.com/2008/09/07/komunitas-berawal-dari-hobi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 09:41:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triy.wordpress.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[Tri Yuwono &#124; Global &#124; Medan
Salah satunya keinginan sekelompok orang untuk membuat sebuah komunitas didasari oleh kesamaan akan hobinya. Komunitas adalah sebuah perkumpulan yang biasanya berdiri karena anggotanya memiliki latarbelakang yang sama. Dari sekian banyak komunitas-komunitas yang ada, komunitas Mio Automatic Club (MAC) Medan adalah salah satunya.
Ditemui di sekretriat MAC, Jalan Dr Mansyur No 2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triy.wordpress.com&blog=1576987&post=340&subd=triy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_341" class="wp-caption alignleft" style="width: 138px"><a href="http://triy.files.wordpress.com/2008/09/mio-club.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-341" title="mio-club" src="http://triy.files.wordpress.com/2008/09/mio-club.jpg?w=128&#038;h=96" alt="Mio Club Medan" width="128" height="96" /></a><p class="wp-caption-text">Mio Club Medan</p></div>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Tri Yuwono | Global | Medan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>Salah satunya keinginan sekelompok orang untuk membuat sebuah komunitas didasari oleh kesamaan akan hobinya. Komunitas adalah sebuah perkumpulan yang biasanya berdiri karena anggotanya memiliki latarbelakang yang sama. Dari sekian banyak komunitas-komunitas<span> </span>yang ada, komunitas Mio Automatic Club (MAC) Medan adalah salah satunya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Ditemui di sekretriat MAC, Jalan Dr Mansyur No 2 C Medan, Feri, koordinator Humas MAC menyebutkan mereka memiliki kesamaan dan kecintaan akan sepeda motor Mio. Untuk menyalurkan hobinya itu, mereka kemudian mendirikan sebuah wadah sebagai tempat untuk penyaluran hobinya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>“Salah satu yang mendasari berdirinya MAC ini adalah karena kesamaan dari hobi kami. Latar belakang inilah yang menjadi cikal bakal MAC berdiri di Medan,” ungkap Feri saat di temui Global belum lama ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Bentuknya yang unik, lucu, lincah dan bermesin <em>matic </em>membuat masyarakat terpikat dengan penampilan Mio. Paling tidak hal inilah yang membuat Feri sendiri suka dengan motor ini. “Tampilan sepeda motor ini kan lucu, apalagi jika sudah di modifikasi, akan menambah kecantikannya,” jelas Feri.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Feri menambahkan, sejak berdiri pada 28 April tahun 2006 silam, penggemar Mio semakin hari semakin bertambah.”Sampai saat ini anggota penggemar Mio ada sekitar 150-an anggota, yang sebagian besar di dominasi oleh kalangan remaja,” sebutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Berawal dari Pantai Cermin</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>Sejarah berdirinya MAC, menurut Feri tak bisa dipisahkan dari <span> </span>Pantai Cermin. Dari objek wisata inilah para Mio Mania memiliki ide untuk membuat sebuah komunitas yang selanjutnya menjadi wadah mereka untuk bersatu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>“Waktu itu, ada beberapa diantara anggota kita yang <em>touring</em> ke Pantai Cermin. Di sana kita menyalurkan hobi modifikasi atau balapan bergaya free style dengan Mio” papar Feri.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Ternyata, aksi para Mio Mania tersebut menarik perhatian salah seorang karyawan Yamaha yang kebetulan juga sedang berada di sana. Dari sinilah, para Mio Mania diajak untuk membuat sebuah komunitas penggemar Mio. “Karena kita menganggap usul tersebut cukup bagus, sekembalinya di Medan kita kemudian membuat komunitas ini,” terang Feri.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Selain sebagai wadah para Mio Mania untuk sharing<em>, <span> </span></em>setiap bulan sekali MAC juga memiliki program-program khusus bagi <span> </span>anggotanya, seperti <em>touring </em>ke luar kota dan mengadakan aksi sosial.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>“Setiap bulan biasanya melakukan <span> </span><em>touring </em><span> </span>keluar kota. Sampai saat ini kita sudah menjelajahi Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara hingga Pekanbaru. Rencanya kalau tidak ada masalah kita akan mengadakan <em>touring </em>ke Bali,” terang Feri lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Modifikasi, Balap Hingga <em>Free Style</em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>Untuk memfasilitasi hobi anggotanya, MAC membentuk tiga tim sebagai wadahnya. Tim modifikasi misalnya, lebih memprioritaskan anggota yang hobi dengan modifikasi. Kemudian tim balap, yang dikhususkan bagi anggota yang suka dengan balap. Sedangkan anggota yang memiliki nyali besar dengan melakukan atraksi-atraksi ekstrim bergabung ke tim <em>free style</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>“Dari tiga tim itu, <em>free style</em> paling banyak peminatnya. Karena kelihaian dan nyali besar mereka saat beraksi, banyak menarik masyarakat untuk melihatnya,” jelas Feri. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Biasanya, aku Feri, kawasan makam pahlawan di Jalan Sisingamangaraja atau di Pendopo USU, menjadi lokasi aksi mereka. “ Kalau sudah ramai, jalanan menjadi macet. Kalau sudah begini, pak polisi pun datang dan melarang atraksi kawan-kawan,” aku Feri tertawa ringan. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/triy.wordpress.com/340/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/triy.wordpress.com/340/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triy.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triy.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triy.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triy.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triy.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triy.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triy.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triy.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triy.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triy.wordpress.com/340/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triy.wordpress.com&blog=1576987&post=340&subd=triy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triy.wordpress.com/2008/09/07/komunitas-berawal-dari-hobi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e380040e3ad28fe9ee63051d5a819ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">triy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triy.files.wordpress.com/2008/09/mio-club.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">mio-club</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karaoke : Hobi, Sekaligus Pelepas Stres</title>
		<link>http://triy.wordpress.com/2008/09/07/karaoke-hobi-sekaligus-pelepas-stres/</link>
		<comments>http://triy.wordpress.com/2008/09/07/karaoke-hobi-sekaligus-pelepas-stres/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 09:36:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triy.wordpress.com/?p=337</guid>
		<description><![CDATA[Tri Yuwono &#124; Global &#124; Medan
Tak ada manusia yang tidak menyukai musik. Musik tak sekedar seni, musik juga tak sekedar hobi, tapi musik telah menyentuh semua lini kehidupan manusia. Musik dapat menjadi pelipur di saat hati kita sedang berduka, juga dapat menjadi penambah semangat di saat kita bahagia. Sehingga tak mengherankan, kalau banyak yang menganggap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triy.wordpress.com&blog=1576987&post=337&subd=triy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_338" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://triy.files.wordpress.com/2008/09/karaokean.jpg"><img class="size-medium wp-image-338" title="karaokean" src="http://triy.files.wordpress.com/2008/09/karaokean.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Karaoke" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Karaoke</p></div>
<p class="MsoNormal"><strong>Tri Yuwono | Global | Medan</strong></p>
<p class="MsoNormal">Tak ada manusia yang tidak menyukai musik. Musik tak sekedar seni, musik juga tak sekedar hobi, tapi musik telah menyentuh semua lini kehidupan manusia. Musik dapat menjadi pelipur di saat hati kita sedang berduka, juga dapat menjadi penambah semangat di saat kita bahagia. Sehingga tak mengherankan, kalau banyak yang menganggap hidup tanpa musik ibarat sayur tanpa garam.</p>
<p class="MsoNormal">Nah, pasti bohong jika ada orang yang mengaku tidak suka dengan musik. memang, tidak semua orang bisa bermain musik, tapi minimal menyanyikannya pasti bisa. Walaupun suara kita sangat jauh dari suara asli penyanyinya.”Musik bagi Saya adalah media untuk menyampaikan isi dalam hati. Sehari tidak dengar musik, hidup ini seperti ada yang kurang,” ungkap Tengku Shafick, musisi sekaligus pencipta lagu asal Kota Medan ini.</p>
<p class="MsoNormal">Apalagi di jaman seperti sekarang ini, ditengah kondisi ekonomi yang serba susah, juga kesibukan kerja yang menumpuk ataupun tugas-tugas kuliah/sekolah yang banyak. Kadang, membuat pikiran kita jadi tidak bisa bebas untuk berpikir. Ujung-ujungnya pikiran jadi stres atau bahkan bisa sakit.</p>
<p class="MsoNormal">Ternyata banyak hal kok, yang dapat kita lakukan untuk menghilangkan stres. Salah satunya adalah karaoke bersama kawan-kawan ataupun keluarga. Bagi yang suka menyanyi, tentu ini kesempatan emas menunjukkan kemampuan bernyanyinya. Walaupun tidak di depan ribuan penonton, di depan kawan-kawan ataupun keluarga kan tidak menjadi masalah.</p>
<p class="MsoNormal">Suara <em>cempreng </em>atau istilah kerennya suara botol pecah<em>, </em>bukan persoalan untuk mengeluarkan bakat bernyanyi kita. Karena yang terpenting, apa yang ada dalam hati, dapat kita keluarkan dengan cara bernyanyi bersama. Yah, angan-angan menjadi penyanyi terkenal memang masih belum tercapai, tapi minimal jadi artis karaoke pun jadi lah.</p>
<p class="MsoNormal">Seperti juga pengakuan dari Rita Agustina, seorang mahasiswi USU ini. “Datang ke sini biasanya kita ramai-ramai dengan kawan-kawan kampus. Kalau sendiri kan nggak seru. Tapi, kalau ramai kita bisa keluarkan kemampuan kita untuk bernyanyi. Sekalian membuktikan suara siapa diantara kita yang bagus, dan suara siapa yang <em>cempreng</em>. He..he…,” ungkap Rita seraya tersenyum.</p>
<p class="MsoNormal">Namun, lanjut Rita tujuan utama karaoke bersama dengan kawan-kawan baginya bukan hanya sebagai media untuk menyalurkan hobi bernyanyi saja. Tapi, ada yang lebih dari itu, yakni melepas perasaan stres yang selama ini disibukkan dengan rutinitas kerja sehari-hari.</p>
<p class="MsoNormal">“Kalau sudah kumpul bareng kawan-kawan, kemudian kita bernyanyi bersama. Rasa stres yang ada dalam pikiran kita bisa sedikit berkurang. Seperti Saya, dalam beberapa bulan ini Saya sibuk mengerjakan skripsi. Tapi, lama-kelamaan jadi jenuh dan stres. Apalagi dosen pembimbing Saya agak sedikit susah. Jadi, dengan karaokean Saya bisa sedikit berkurang stres Saya,” papar Rita lagi.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Naik Tingkat, Dari Artis Kamar Mandi ke Artis Karaokean</strong></p>
<p class="MsoNormal">Selain karena bisa menyalurkan hobi dan juga senang-senang melepas stres dengan kawan-kawannya. Rita mengaku, pergi bersama dan ramai-ramai ke tempat karaoke juga sebagai siasat agar biaya yang dikeluarkan lebih murah jika dibandingkan karaoke sendiri atau berdua.</p>
<p class="MsoNormal">“Sewa tempat untuk karaokenya kan agak mahal. Jadi, dari pada sendiri atau berdua saja. Lebih baik ramai-ramai, jadi biayanya bisa patungan dan tidak terlalu mahal. Apalagi kalau kita nyewanya bisa sampai berjam-jam. Kalau misalnya sampai delapan atau sepuluh orang kan biaya untuk satu jam karaoke kan lebih murah,” jelas Rita yang datang bersama dengan rombongannya di sebuah tempat karaoke Enav, yang ada di dekat Lapangan Merdeka Medan.</p>
<p class="MsoNormal">Senada dengan Rita, Mustafa juga mengatakan hal yang sama, kalau pergi ke tempat karaoke lebih baik dilakukannya ramai-ramai. Pasalnya, lanjut Mustafa, biaya untuk karaoke satu jam lumayan agak mahal.”Kan lebih enak kita patungan, biaya yang kita keluarkan perorangnya kan jadi lebih murah. Dari pada sendiri-sendiri, bisa <em>tekor </em>kantong kita. Apalagi Saya anak kos,” seru Mustafa.</p>
<p class="MsoNormal">Tempat karaoke dipilih Rita dan Mustafa selain fasilitasnya lengkap, suasana dalam ruangan karaoke juga enak untuk dijadikan ajang berkumpul dengan kawan-kawan. Keduanya mengaku, jika selama ini mereka berdua sering bernyanyi ketika sedang lagi di jalan, di mobil atau bahkan di kamar mandi.</p>
<p class="MsoNormal">“Paling sering sih saat lagi di jalan, di mobil dan di kamar mandi. Jadi, biar naik kelas sekali-kali bersama dengan kawan-kawan kan bisa jadi artis karaokean. Nggak melulu jadi artis kamar mandi. Suara hancur tidak masalah, yang penting kita bisa <em>enjoy </em>aja,” kata Mustafa tertawa.</p>
<p class="MsoNormal">Untuk saat ini, di Medan sudah ada beberapa tempat yang menyediakan fasilitas bagi para mania musik untuk menyalurkan hobinya bernyanyi. Diantaranya adalah yang terdapat di daerah Multatuli yakni di K2 dan juga Enav, tempat karaoke keluarga yang terdapat di kawasan Lapangan Merdeka.</p>
<p class="MsoNormal">Hm… tak ada salahnya kalau kita sekali-sekali meniru usaha Rita dan Mustafa untuk menghilangkan rasa stres dalam pikiran kita. Apalagi, bagi Anda yang memang hobi nyanyi. Menjadi artis karaokean sehari tentu dapat menjadi pelipur hati yang sedang ada masalah. Tapi, memang lebih baik karaokean ramai-ramai dari pada sendirian. Selain bisa tambah seru, kocek di kantong pun bisa lebih irit.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/triy.wordpress.com/337/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/triy.wordpress.com/337/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triy.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triy.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triy.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triy.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triy.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triy.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triy.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triy.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triy.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triy.wordpress.com/337/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triy.wordpress.com&blog=1576987&post=337&subd=triy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triy.wordpress.com/2008/09/07/karaoke-hobi-sekaligus-pelepas-stres/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e380040e3ad28fe9ee63051d5a819ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">triy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triy.files.wordpress.com/2008/09/karaokean.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">karaokean</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hobi yang Membawa Berkah</title>
		<link>http://triy.wordpress.com/2008/09/07/hobi-yang-membawa-berkah/</link>
		<comments>http://triy.wordpress.com/2008/09/07/hobi-yang-membawa-berkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 09:33:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triy.wordpress.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[Tri Yuwono &#124; Global &#124; Medan
Siapa yang tak kenal coklat, makanan satu ini memang memiliki banyak penggemar. Tidak hanya di kalangan anak-anak, orang tua pun banyak yang mengidolakan makanan ini. Rasanya yang aduhai saat menyentuh lidah, membuat banyak orang kesengsem akan kelezatannya. Nah, berangkat dari sinilah empat cewek yang sama-sama hobi makan coklat membuat sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triy.wordpress.com&blog=1576987&post=334&subd=triy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_335" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://triy.files.wordpress.com/2008/09/indah-dkk.jpg"><img class="size-full wp-image-335" title="indah-dkk" src="http://triy.files.wordpress.com/2008/09/indah-dkk.jpg?w=200&#038;h=187" alt="Rumah Coklat" width="200" height="187" /></a><p class="wp-caption-text">Rumah Coklat</p></div>
<p class="MsoNormal"><strong>Tri Yuwono | Global | Medan</strong></p>
<p class="MsoNormal">Siapa yang tak kenal coklat, makanan satu ini memang memiliki banyak penggemar. Tidak hanya di kalangan anak-anak, orang tua pun banyak yang mengidolakan makanan ini. Rasanya yang <em>aduhai </em>saat menyentuh lidah, membuat banyak orang <em>kesengsem </em>akan kelezatannya. Nah, berangkat dari sinilah empat cewek yang sama-sama hobi makan coklat membuat sebuah usaha pembuatan coklat.</p>
<p class="MsoNormal">Keempat cewek tersebut adalah Indah Permata Sari, Rika Indah Sari, Yulia Safrina dan Dwifa Rakhmayanti. Mereka kemudian sepakat untuk membuat usaha bersama.“Ide mendirikan usaha pembuatan coklat yang dibuat dengan bentuk yang unik, berawal dari hobi kami yang memang suka dengan coklat, kebetulan di Medan kan belum ada usaha seperti ini,” ungkap Indah.</p>
<p class="MsoNormal">Indah menuturkan, karena rasanya yang khas dibandingkan dengan makanan lainnya membuat dirinya dan juga teman-temannya hobi untuk mencari-cari coklat di beberapa tempat perbelanjaan. Dari sinilah, mereka berempat melihat coklat yang dijual dikemas biasa-biasa saja. Maka tercetuslah ide untuk membuatnya dalam bentuk yang unik-unik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">Lambat namun pasti, usaha pembuatan coklatnya mulai berkembang. Usaha Roemah Chocolate yang telah dirintis selama kurang lebih setahun terakhir, kini telah menunjukkan hasilnya. Usaha yang keras, kemampuan <em>teamwork </em><span> </span>yang baik serta keempatnya yang sama-sama memiliki hobi makan coklat <span> </span>menjadi modal utama dalam mencapai kesuksesan ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">Coklat-coklat buatan Roemah Chocolate mendapat respon yang positif dari penggemar coklat, bahkan pemasarannya telah merambah ke berbagai tempat di Medan, khususnya di sekolah-sekolah yang merupakan lokasi paling strategis sebagai tempat memasarkan produknya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">“Saat ini kita memasarkannya ke sejumlah sekolah <span> </span>SMU di Medan, juga di beberapa kampus di Medan. Dan tentunya tidak ketinggalan jika pada waktu ada pameran-pameran kita selalu membuka stand rumah coklat, serta juga dengan menyediakan paket <em>delivery,</em>” ungkap Indah<span> </span></p>
<p class="MsoNormal">Meskipun hanya sekadar hobi, namun dari usaha sampingan ini bagi keempatnya ternyata membawa berkah tersendiri. Karena, tidak hanya bisa menikmati coklat-coklat gratis, tetapi keuntungannya juga lumayan.”Usaha ini kan untuk sampingan, tapi bukan tidak mungkin suatu saat dijadikan sebagai sebuah bisnis yang menguntungkan,” jelas Indah lagi.</p>
<p class="MsoNormal">Untuk menambah daya tarik, coklat-coklat tersebut disulap menjadi bentuk-bentuk yang lucu, seperti rumah-rumahan, binatang, bintang, bunga-bungaan, <span> </span>alat musik dan lainnya. “Biasanya agar orang tertarik untuk membeli, kami membuatnya dengan berbagai bentuk yang menarik, sehingga bukan hanya rasanya yang enak tapi bentuknya juga menjadi daya tarik pembeli,” terang Indah saat di temui Global kemarin.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Indah menambahkan, dalam bulan Ramadhan ini Roemah Chocolate miliknya juga menyediakan parcel Ramadhan.Untuk setiap satu parcel dipatok harga sekitar 50 ribu hingga 200 ribu rupiah, sementara yang biasa dipatok harga dari mulai 2 ribu hingga 10 ribu rupiah.</p>
<p class="MsoNormal">Selain kenyang, ternyata hobi makan coklat juga mendatangkan keuntungan yang lumayan banyak. Nah, mungkin bagi Anda yang memiliki hobi serupa atau hobi lainnya dan kira-kira bisa mendatangkan untung tidak ada salahnya untuk mengikuti jejak Indah dan kawan-kawannya. Karena bagi mereka, hobi memang bukan hanya sekadar pelepas stres tetapi juga dapat disalurkan untuk berbisnis.<span lang="SV"></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/triy.wordpress.com/334/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/triy.wordpress.com/334/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triy.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triy.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triy.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triy.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triy.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triy.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triy.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triy.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triy.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triy.wordpress.com/334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triy.wordpress.com&blog=1576987&post=334&subd=triy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triy.wordpress.com/2008/09/07/hobi-yang-membawa-berkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e380040e3ad28fe9ee63051d5a819ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">triy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triy.files.wordpress.com/2008/09/indah-dkk.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">indah-dkk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ignatus Bambang Lindu Nugroho, SH.MM : Jaring Relasi Bisnis Dengan Golf</title>
		<link>http://triy.wordpress.com/2008/09/07/ignatus-bambang-lindu-nugroho-shmm-jaring-relasi-bisnis-dengan-golf/</link>
		<comments>http://triy.wordpress.com/2008/09/07/ignatus-bambang-lindu-nugroho-shmm-jaring-relasi-bisnis-dengan-golf/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 09:30:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triy.wordpress.com/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Tri Yuwono &#124; Global &#124; Medan
Golf, olahraga satu ini mungkin memang masih kalah populer dibandingkan dengan jenis olah raga lain, seperti sepak bola, basket maupun voli. Hal ini tentu cukup beralasan, pasalnya, untuk memainkan olah raga ini dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk membeli satu set peralatan golf saja, harganya bisa mencapai ratusan hingga jutaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triy.wordpress.com&blog=1576987&post=331&subd=triy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_332" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://triy.files.wordpress.com/2008/09/bambang-lindu.jpg"><img class="size-medium wp-image-332" title="bambang-lindu" src="http://triy.files.wordpress.com/2008/09/bambang-lindu.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Bambang Lindu" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Bambang Lindu</p></div>
<p class="MsoNormal"><strong>Tri Yuwono | Global | Medan</strong></p>
<p class="MsoNormal">Golf, olahraga satu ini mungkin memang masih kalah populer dibandingkan dengan jenis olah raga lain, seperti sepak bola, basket maupun voli. Hal ini tentu cukup beralasan, pasalnya, untuk memainkan olah raga ini dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk membeli satu set peralatan golf saja, harganya bisa mencapai ratusan hingga jutaan rupiah. Mungkin karena ini jugalah, olah raga golf masih jarang diminati oleh sebagian masyarakat kita.</p>
<p class="MsoNormal">Namun di balik itu, ternyata permainan golf bagi sebagian orang memiliki kegunaan yang sangat banyak, terutama bagi mereka yang bergerak di bidang bisnis.”Golf adalah permainan yang sangat menyenangkan, di mana dalam bermain seorang golfer (sebutan pemain golf-red) tidak perlu berhadapan dengan lawan secara langsung, tetapi merupakan permainan mengalahkan diri sendiri,” ungkap Bambang salah seorang penghobi golf saat di temui Global.</p>
<p class="MsoNormal">Pria berusia 48<span> </span>tahun ini menuturkan, jika dirinya sudah sejak kecil menyukai permainan ini. Menurutnya, permainan golf selain sebagai sarana yang baik untuk olahraga, juga banyak memberinya pelajaran dalam kehidupan sehari-hari, seperti belajar untuk melatih kedisiplinan, ketelitian dan juga kesabaran.</p>
<p class="MsoNormal">“Saya sudah lama main golf, sejak saya<span> </span>masih kecil. Dulu sih, pertama hanya melihat-lihat bagaimana orang-orang main, sampai kemudian saya mencoba-coba. Dan ternyata, dari coba-coba itu lama-lama saya mulai menyukai permainan ini. Memang untuk bermain golf dibutuhkan biaya yang agak mahal, karena memang harga untuk membeli peralatannya saja lumayan mahal,” ujar Bambang yang juga menjadi salah satu Pengurus Daerah Persatuan Golf Indonesia Sumut ini.</p>
<p class="MsoNormal">Bambang menambahkan, belajar kedisiplinan, ketelitian dan juga kesabaran biasanya ter jadi ketika seorang pemain golf sedang bermain di lapangan. Disinilah, seorang pemain dituntut untuk bisa menerapkan sikap-sikap tersebut, seperti saat menentukan arah mata angin, ketebalan rumput, kemiringan tanah hingga bagaimana cara melakukan penguasaan emosional dalam diri pemain.</p>
<p class="MsoNormal">“Apa yang ada dalam permainan golf, semuanya dapat diambil pelajaran dalam kehidupan sehari. Soalnya, golf tidak hanya digunakan sebagai sarana untuk olahraga saja, tetapi juga dapat memberika pelajaran bagi kita untuk disiplin, teliti dan juga sabar. Hal-hal ini kan sangat penting digunakan untuk dalam kehidupan sehari-hari,” seru Bambang.</p>
<p class="MsoNormal">Menurut Bambang, banyak peralatan yang digunakan untuk bermain golf, dari mulai stik golf, tas golf, troli, sepatu khusus golf, sarung tangan, bola golf, tee(tempat untuk bola pada saat akan melakukan pukulan pertama), perapi rumput, penanda posisi bola, kartu nilai, payung, pensil, topi, mobil golf dan pakaian.</p>
<p class="MsoNormal">“Sebenarnya sih kalau untuk bermain saja, tidak perlu menggunakan peralatan itu semua. Tapi, biasanya kalau untuk pertandingan resmi ya harus wajib menggunakan peralatan seperti itu,” ujar Alumni<span> </span>Program Magister Ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar ini.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Media Perekat Relasi Bisnis</strong></p>
<p class="MsoNormal">Bagi Bambang, olah raga golf bukan hanya sekedar untuk kesehatan dan juga melatih kepribadian saja. Karena, ada satu lagi pelajaran yang ia dapat dari olah raga yang menurut sebagian orang dianggap sebagai olah raga berkelas ini, apa itu? Ya, menurutnya, olah raga ini ternyata juga dapat menjadi media untuk berbisnis atau sekedar mempererat hubungan dengan relasi bisnis.</p>
<p class="MsoNormal">“Golf dapat menjadi sarana olah raga yang tepat untuk saling berinteraksi dengan rekan bisnis. Sambil bercanda seraya berolahraga, kita bisa memperbincangkan bisnis yang kita lakukan bersama dengan relasi. Selain itu, juga sebagai media untuk lebih mempererat hubungan antar relasi,” ujar Bambang yang juga Manajer Asuransi Wahana Tata ini</p>
<p class="MsoNormal">Sejak bergabung menjadi pemasar (marketer) hingga di percaya menjadi Manajer, kata Bambang, profesinya menuntut usaha yang terus menerus untuk membangun jaringan pemasaran dengan bersosialisasi ke banyak orang. Dan salah satu usaha yang ia lakukan untuk membangun itu adalah dengan olah raga golf.</p>
<p class="MsoNormal">“Orang yang bergerak di bidang pemasar (marketer) itu kan harus selalu bergerak dengan membangun jaringan pemasaran. Hal-hal seperti ini kan dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya adalah dengan melakukan olah raga golf seperti ini,” terang Bambang menutup pembicaraan.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/triy.wordpress.com/331/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/triy.wordpress.com/331/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triy.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triy.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triy.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triy.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triy.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triy.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triy.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triy.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triy.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triy.wordpress.com/331/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triy.wordpress.com&blog=1576987&post=331&subd=triy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triy.wordpress.com/2008/09/07/ignatus-bambang-lindu-nugroho-shmm-jaring-relasi-bisnis-dengan-golf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e380040e3ad28fe9ee63051d5a819ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">triy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triy.files.wordpress.com/2008/09/bambang-lindu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bambang-lindu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Koleksi Perangko Berawal dari Korespondensi</title>
		<link>http://triy.wordpress.com/2008/09/07/koleksi-perangko-berawal-dari-korespondensi/</link>
		<comments>http://triy.wordpress.com/2008/09/07/koleksi-perangko-berawal-dari-korespondensi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 09:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triy.wordpress.com/?p=327</guid>
		<description><![CDATA[Tri Yuwono &#124; Global &#124; Medan
Suka membaca tidak hanya mendatangkan kecerdasan, tetapi juga bisa mendatangkan hobi. Lho kok bisa…! Paling tidak, hal inilah yang dirasakan oleh Rafika Aulia Hasibuan, pasalnya gadis manis yang akrab dipanggil Rara ini mengaku, dari kegemarannya membaca sejak kecil, selanjutnya ia memiliki hobi baru. Apa itu…?
Mungkin karena terpengaruh dengan keluarga yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triy.wordpress.com&blog=1576987&post=327&subd=triy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_329" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://triy.files.wordpress.com/2008/09/rara1.jpg"><img class="size-medium wp-image-329" title="rara1" src="http://triy.files.wordpress.com/2008/09/rara1.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Rara" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Rara</p></div>
<p class="MsoNormal"><strong>Tri Yuwono | Global | Medan</strong></p>
<p class="MsoNormal">Suka membaca tidak hanya mendatangkan kecerdasan, tetapi juga bisa mendatangkan hobi. Lho kok bisa…! Paling tidak, hal inilah yang dirasakan oleh Rafika Aulia Hasibuan, pasalnya gadis manis yang akrab dipanggil Rara ini mengaku, dari kegemarannya membaca sejak kecil, selanjutnya ia memiliki hobi baru. Apa itu…?</p>
<p class="MsoNormal">Mungkin karena terpengaruh dengan keluarga yang suka membaca, waktu kecil saya juga ikut-ikutan. Hampir semua bacaan baik majalah dan koran, tapi saya saat itu punya langganan majalah anak-anak, namanya saya lupa. Kebetulan di dalamnya ada rubrik korespondensi, dari situlah saya mulai kirim-kirim surat dengan teman-teman dari daerah lain,” cerita Rara saat ditemui Global di rumahnya, Jalan Pasar Nippon No 7, Kelurahan Paya Pasir Medan kemarin.</p>
<p class="MsoNormal">Dari pengalaman kirim-kiriman surat inilah Rara memiliki ide untuk mengumpulkan perangko yang biasa tertempel di amplop surat. Satu per satu surat balasan dikumpulkannya untuk diambil perangkonya yang kemudian di simpan pada buku khusus album perangko.</p>
<p class="MsoNormal">“Kebetulan tidak hanya saya, tetapi kakak saya juga suka dengan korespondensi, setiap datang surat balasannya, perangkonya saya minta. Satu demi satu perangko kemudian saya kumpulkan, hingga kemudian jumlahnya hampir ratusan lebih,” sebut gadis berjilbab ini.</p>
<p class="MsoNormal">Rara menambahkan, jika petugas pos yang sering datang ke rumahnya juga ia mintai perangko-perangko suratnya.”Kalau pak pos datang, saya biasanya selalu meminta perangkonya. Kadang kalau suratnya sudah agak lusuh, perangkonya dikasihkan sama saya,” terangnya sambil tersenyum.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Dari dalam hingga luar negeri </strong></p>
<p class="MsoNormal">Tak puas dengan perangko yang berasal dari Indonesia, Rara kemudian punya ide untuk tukar menukar perangko dengan teman-teman dari daerah lain, terutama perangko-perangko dari luar negeri. ”Untuk mendapatkan perangko unik ataupun perangko dari luar negeri saya punya ide untuk saling tukar-tukaran dengan teman-teman dari daerah lain,” kenang Rara.</p>
<p class="MsoNormal">Beberapa tahun mengumpulkan kertas kecil bergambar ini, koleksi perangko Rara sudah mencapai ratusan lembar. Tidak hanya perangko buatan dalam negeri saja yang tersimpan rapi di buku koleksinya. Perangko buatan luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, India, New Zealand, Polandia, Hongkong serta Belanda tersusun rapi menghiasai koleksinya.</p>
<p class="MsoNormal">Dari ratusan perangko yang dikoleksinya ada satu perangko yang menjadi favoritnya, yaitu perangko yang bertema cerita rakyat.”Ini dia yang paling saya suka, perangko yang mengisahkan cerita rakyat. Perangko bergambar Malingkundang, Sangkuriang dan Rorojonggrang inilah yang jadi favorit saya,” ucapnya sambil menunjukkan perangko kesukaannya.</p>
<p class="MsoNormal">Untuk menjaga dan merawat agar perangko-perangkonya tetap bersih dan tidak luntur, Rara mengaku memiliki kiat-kiat khusus. Beberapa hal yang ia lakukan adalah dengan menyimpan perangko tersebut ke dalam sebuah album khusus perangko.</p>
<p class="MsoNormal">“Merawatnya tidak terlalu susah, paling-paling disimpan di album khusus, kemudian di bersihkan dengan kain atau kertas tisu saja. Sebelum dimasukkan ke dalam album perangko tersebut, terlebih dahulu saya rendam dalam air khusus, agar warna dan kertasnya bisa tahan lama,” ujar alumni Ilmu Komunikasi FISIP USU ini.</p>
<p class="MsoNormal">Sayangnya menurut Rara, tehnologi komunikasi yang semakin canggih menyebabkan perangko sudah kurang populer lagi. Hal ini cukup beralasan, pasalnya saat ini orang lebih memilih alat komunikasi seperti handphone maupun internet untuk berkomunikasi ketimbang melalui surat.</p>
<p class="MsoNormal">“Wah sekarang internet dan handphone membuat surat yang menjadi media bagi perangko sudah tidak di gemari lagi. Masyarakat lebih memilih alat komunikasi yang modern, akibatnya perangko pun semakin terpinggirkan,” sesal Rara menutup pembicaraan.</p>
<p class="MsoNormal">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/triy.wordpress.com/327/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/triy.wordpress.com/327/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triy.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triy.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triy.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triy.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triy.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triy.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triy.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triy.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triy.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triy.wordpress.com/327/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triy.wordpress.com&blog=1576987&post=327&subd=triy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triy.wordpress.com/2008/09/07/koleksi-perangko-berawal-dari-korespondensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e380040e3ad28fe9ee63051d5a819ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">triy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triy.files.wordpress.com/2008/09/rara1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rara1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>