
Hobbit
Tengkorak yang ditemukan di Pulau Flores, Indonesia pada tahun 2003 diketahui berasal dari nenek mpyang spesies manusa baru dan bukan manusia modern, demikian menurut studi terkini yang beritakan National Geographic, Senin (26/1).
Kesimpulan itu diambil oleh Karen Baab, peneliti di Department of Anatomical Scienes di Stony Brook University, New York, Amerika bersama Profesor antropologi dari Universitas Minnesota, Kieran McNulty serta timnya setelah menganalisis ukuran, bentuk, dan asimetri tengkorak fosil tersebut. Mereka mencoba memecahkan salah satu misteri paleoantropologi terbesar abad ini.
Analisis bentuk tiga dimensi memperlihatkan bahwa bentuk tengkorak Hobbit konsisten dengan nenek moyang manusia, berbeda dengan manusia modern. Penemuan yang dilaporkan dalam Journal of Human Evolution ini menambah bukti bahwa Hobbit adalah spesies baru.
Menurut mereka, hobbit merupakan spesies baru dalam rantai evolusi manusia.
Penelitian tersebut menggunakan metode model 3D. Disimpulkan, spesimen hobbit memiliki tengkorak mirip makhluk yang telah mati jutaan tahun lebih awal. Bagian tubuh lainnya mengingatkan kita pada nenek moyang manusia berusia tiga juta tahun.
Saat membandingkan simulasi dengan tengkorak Flores yang asli, McNulty dan Baab dapat mendemonstrasikan bahwa tengkorak hobbit yang asli cocok dengan ekspektasi untuk sebuah fosil spesies hominin kecil dan bukan manusia modern.
Struktur cranial fosil tengkorak jelas ditempatkan dalam genus homo manusia. Meskipun ukuran tubuh dan otaknya lebih kecil daripada anggota genus homo lainnya. Hasil penelitian juga menunjukkan spesies hobbit mengalami proses pengecilan ukuran setelah bercabang dari Homo Erectus (salah satu nenek moyang jauh manusia modern) atau bahkan sesuatu yang lebih primitif.
Dengan penelitian ini, menurut McNulty, mereka telah menunjukkan proses pengecilan tubuh diterapkan dalam riwayat fosil hominin karena banyak ciri khasnya yang terlihat dalam tengkorak hobbit. Maka susah mempertahankan hipotesis yang menyatakan fosil tersebut adalah manusia modern yang mengalami kelainan langka dan ekstrem.