Oleh: triy | September 3, 2008

Coconut Head Reggae : Reage Pertama di Medan

coconut head

coconut head

Tri Yuwono | Medan

Bagi anda penggemar Bob Marley, mungkin sudah tidak asing lagi mendengarkan musik regae. Penyanyi yang memiliki ciri khas berambut gimbal inilah yang disebut-sebut sebagai salah satu aktor yang menyebarluaskan virus regae kepada masyarakat dunia. Bahkan, pada era Bob Marley lah musik regae pernah mengalami kejayaan.

Munculnya group musik nasional Steven & Coconut Treez dengan hitnya welcome to my paradise berdampak positif terhadap perkembangan musik regae di tanah air. Di medan sendiri, group musik yang menjadikan regae sebagai alirannya memang masih bisa dihitung dengan jari, salah satunya adalah Coconut Head Regae. “Sepertinya untuk di Medan, group musik regae sangat sedikit, bahkan mungkin hanya Coconut Head Regae saja yang memakai aliran ini,” ungkap Tuti, yang bersama dengan suaminya Richard menjadi manajer Coconut Head Regae.

Coconut Head berdiri sejak tahun 2005, dan di gawangi oleh delapan personel serta satu orang sebagai manajemen artisnya. Kedepalan personel Coconut Head tersebut antara lain adalah Ozi (Vokal), BT dan Darta (Bass), Ibel dan Fitra (Gitar), Tyo (Keyboard), Yogi (Perkusi) dan Aldi (Perkusi), sementara yang bertindak sebagai manajemen artisnya adalah Beny.

Tambahan perkusi menjadikan musik regae memiliki warna lain dengan aliran musik lainnya, suaranya yang enak didengar membuat penggemar regae asyik menghentakkan kaki dan tubuhnya. Tidak mengherankan dalam setiap penampilan yang dilakukan oleh Coconut Head, animo masyarakat Medan sangat besar. “Biasanya setiap kita manggung, animo masyarakat cukup antusias untuk melihat dan mendengarkan musik regae. Tambahan peralatan musik, seperti perkusi menjadi ciri khasnya,” ungkap Beny.

Keprofesionalismean untuk membuat sebuah band juga di tunjukkan Coconut Head dengan menunjuk Beni sebagi manajemen artisnya. Hal ini diakui oleh Beny sebagai hal yang sangat penting, karena akan dapat mendongkrak popularitas band yang diusungnya.”Kita ingin menuju ke arah yang professional, band tidak hanya diisi oleh pemainnya saja tetapi juga diperlukan manajernya,” terang Beny.

Selain jadwal manggung yang lumayan padat, Coconut Head saat ini sedang menyelesaikan albumnya. “Saat ini kita sedang mempersiapkan album kita, dimana ada sekitar sepuluhan lagu yang akan kita buat, kemudian kegiatan lainnya seperti biasa manggung lah,” ungkap Beny saat di temui Global di studio Coconut Head Entertainment di Jalan Gaperta Ujung No 168 Medan.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: